rahang-atas-bawah-tidak-sinkron.jpg
18/Sep/2019

Dokter gigi umum
adalah seseorang yang telah selesai mengambil pendidikan kedokteran gigi selama +/- 5-6 tahun yang berfokus pada kesehatan gigi, gusi, mulut dan rahang. Seorang dokter gigi di Indonesia akan mencantumkan gelar “drg.” di depan namanya, dan terdaftar dalam Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI).
Seorang dokter gigi dapat merawat berbagai permasalahan gigi dan mulut seperti penambalan/ perawatan gigi berlubang, perawatan gusi/gingivitis dan jaringan penyangga gigi, pembersihan karang gigi,  perawatan memutihkan gigj, dental check-up, pencabutan gigi, perawatan saluran akar ataupun pembuatan gigi tiruan.

Dokter gigi spesialis ortodonti / ortodontis
adalah seseorang yang telah terlebih dahulu menempuh pendidikan Kedokteran gigi sehingga menjadi dokter gigi (drg.), kemudian mengambil¬† dan menyelesaikan program spesialisasi ortodonti selama 3-4 tahun. Di Indonesia seorang Ortodontis akan terdaftar dan diakui oleh Ikatan Ortodontis Indonesia (Ikorti) dan biasanya mencantumkan gelar “Sp. Ort” dibelakang namanya.
Seorang dokter gigi spesialis ortodonti/ ortodonti mempelari secara khusus kelainan pertumbuhan dan perkembangan gigi dan wajah, maloklusi serta penanggulangannya melalui upaya preventif/ pencegahan, interseptif, dan kuratif/ pengobatan, baik secara bedah maupun non bedah, guna mengembalikan fungsi sistem stomatognatik dan estetika yang optimal.

Seorang dokter gigi spesialis ortodonti dalam prakteknya akan menangani kasus-kasus seperti:
1. Gigi berjejal
Gigi Berjejal
2. Gigi dengan spacing/berjarak-jarak

3. Kelainan hubungan rahang atas dan bawah dimana jarak gigi depan atas terletak jauh di depan gigi depan bawah (overjet besar)
Rahang atas dan bawah tidak sinkron
4. Gigi depan (anterior) bawah terletak di depan gigi depan (anterior) atas atau biasa disebut cameh / overjet negatif
cameh-overjet-negatif
5. Open bite/ gigitan depan terbuka
open bite gigitan depan terbuka
6. gigitan dalam (deep overbite)
gigitan dalam deep overbite
7. Interdigitasi yang kurang baik sehingga menyebabkan kelainan sendi temporomandibular

8. Kelainan susunan gigi dan rahang berkaitan dengan kebiasaan buruk, serta kasus-kasus lainnya

Jadi dari penjelasan di atas dapatlah disimpulkan bahwa baik dokter gigi umum maupun ortodontis keduanya adalah orang-orang yang memiliki keahlian dalam bidang perawatan kesehatan gigi geligi dan mulut, namun dokter gigi spesialis ortodonti mengkhususkan diri dalam mendiagnosis, pencegahan dan perawatan yang berhubungan dengan kelaianan gigitan (maloklusi).


rahang-atas-bawah-tidak-sinkron.jpg
18/Sep/2019

Ortodonti adalah suatu ilmu dalam bidang kedokteran gigi yang dalam praktiknya khusus merawat pasien dengan maloklusi. Maloklusi itu sendiri adalah ketidakteraturan posisi gigi geligi baik dalam satu rahang maupun dalam relasi/hubungannya antara kedua rahang atas dan bawah pada saat kedua rahang dikatupkan.

Selain berfokus pada proses merapikan posisi gigi geligi, bidang ortodonti juga meliputi perawatan dan kontrol aspek pertumbuhan wajah ( Dentofacial Orthopedic) dan perkembangan tulang rahang.

Ortodonti berasal dari bahasa Yunani yaitu: “Orthos” yang artinya “lurus, sempurna atau tepat” , sedangkan “dontos” artinya “gigi”. Jadi ortodonti singkatnya adalah ilmu merapikan gigi.

Seseorang dengan keahlian ortodonti disebut juga ortodontis atau dokter gigi spesialis ortodonti. Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai apa itu ortodontis dan bedanya dengan dokter gigi umum dapat klik disini.

Sebagian besar masyarakat tentunya sudah mengenal braces/ behel/ kawat gigi untuk merapikan gigi, namun dalam perawatan ortodonti nyatanya tidak hanya behel saja, namun terdapat berbagai macam alat yang dapat dipakai oleh pasien untuk memperbaiki susunan gigi geliginya. Untuk mengetahui alat apa saja bisa di klik disini.

Fungsi perawatan Ortodonti itu sendiri tidaklah berkisar hanya pada kosmetika belaka, namun yang terpenting adalah merawat dan mencegah masalah kesehatan yang berkaitan dengan ketidaksejajaran hubungan gigi dan rahang. Penjelasan lebih lanjut mengenai fungsi perawatan ortodonti dengan lebih lengkap dapat dilihat disini


pasang-kawat-gigi.jpg
18/Sep/2019

Ketika ditanyakan, banyak yang mengatakan ingin memasang behel atau melakukan perawatan ortodonti untuk memperbaiki penampilan melalui susunan gigi yang rapi, atau hanya sekedar alasan “fashion” atau gaya-gayaan semata. Benarkah sebenarnya hal tersebut? Ada benarnya, namun tidak sepenuhnya benar. Berikut kami jabarkan fungsi perawatan ortodonti dengan lebih lengkap:

  1. Menciptakan dan mempertahakan kondisi gigi dan gusi yang sehat
    Bagaimana bisa demikian? Gigi yang berjejal/ berantakan akan menyulitkan kita untuk dapat membersihkan area gigi dan gusi dengan baik. Hal ini akan menyebabkan menumpuknya plak dan bakteri yang akhirnya menyebabkan karies ( gigi berlubang).Plak gigi yang menempel pada permukaan gigi dan kemudian termineralisasi oleh air liur juga dapat berkembang menjadi karang gigi. Karang gigi ini akhirnya dapat merusak gusi (gingivitis) dan bahkan merusak tulang penyangga gigi sehingga menyebabkan gigi menjadi goyang (periodontitis)

    Selain gigi berjejal, gigi dengan celah-celah/spacing juga berpotensi menyebabkan impaksi makanan/ tertahannya sisa makanan diantara celah gigi yang akhirnya menyebabkan gigi berlubang dan gingivitis

    Dengan dilakukannya perawatan ortodonti, maka gigi berjejal akan menjadi rapi dan gigi dengan spacing akan tertutup rapat sehingga didapatkan susunan gigi yang baik dan teratur dan diharapkan terciptanya rongga mulut yang sehat

  1. Memperbaiki fungsi bicara
    Adanya kondisi-kondisi maloklusi tertentu dapat menyebabkan seseorang kesulitan mengucapkan beberapa huruf atau kata. Contohnya pada kasus gigitan terbuka (openbite) dimana gigi depan tidak dapat dikatupkan walaupun gigi belakang sudah dalam keadaan menggigit. Pada keadaan ini seseorang akan kesulitan mengucapkan suara ‘sibilant’ seperti “s”, “z”, dan “ch”. Pada kasus dengan lengkung gigi yang sempit atau berbentuk seperti segitiga, resonansi suara yang dihasilkan juga menjadi kurang baik
  1. Mencegah atau mengobati gangguan sendi rahang temporomandibular
    Salah satu penyebab gangguan sendi rahang adalah interdigitasi gigi geligi rahang atas terhadap rahang bawah yang kurang baik yaitu bagian tonjol (cusp) gigi tidak bertemu sempurna terhadap bagian cekungan (fossa) gigi sehingga terjadi ketidakharmonisan kondisi gigitan pada saat kedua rahang dikatupkan. Kondisi ini dapat menyebabkan rasa sakit pada sendi, bunyi pada sendi (clicking atau krepitasi), kesulitan pada gerakan buka tutup mulut serta gangguan sendi rahang lainnya.
  1. Mencegah aus atau terkikisnya permukaan gigi serta tekanan yang berlebihan pada gusi dan jaringan penyangga gigi
    Hal ini biasanya berhubungan dengan susunan gigi yang tidak teratur misalkan ada salah satu atau beberapa bagian gigi yang tidak se-level atau di atas garis oklusi sehingga gigi tersebut terkena tekanan penguyahan lebih besar dari gigi geligi yang lain, yang semestinya tekanan dari pengunyahan didistribusikan secara lebih merata ke permukaan-permukaan gigi lainnya
  1. Memperbaiki fungsi pengunyahan
    Contoh, pada kasus openbite ( gigitan terbuka) anterior, seseorang akan sulit menggigit makanan dengan gigi depan. Sebaliknya pada openbite posterior, seseorang akan kesulitan mengunyah dengan baik pada gigi belakangnya. Interdigitasi gigi geligi yang buruk juga dapat menyebabkan proses pengunyahan makanan menjadi kurang efektif.
  1. Mencegah kondisi gigi geligi yang ada agar tidak menjadi maloklusi yang semakin buruk di kemudian hari
    Adanya kebiasaan buruk seperti mengisap ibu jari, menggigit bibir, menjulurkan lidah atau bernafas melalui mulut terutama bila dilakukan sejak masa pertumbuhan anak, dapat menyebabkan maloklusi yang parah di kemudian hari atau bahkan berkembang menjadi kelainan pertumbuhan rahang. Disinilah peran ortodontis untuk pencegahan /preventif diperlukan agar kondisi tersebut tidak menjadi semakin parah
  1. Meningkatkan estetika melalui susunan gigi geligi yang rapi dan senyum yang menawan sehingga meningkatkan kepercayaan diri seseorang.
    Gigi geligi yang berjejal/ bertumpuk, renggang-renggang, garis tengah gigi tidak sesuai garis tengah wajah akan tentunya kurang sedap dipandang.

Dari penjelasan di atas kita dapat melihat bahwa bukan hanya aspek estetika, namun banyak aspek medis yang menyertai fungsi perawatan ortodonti ini. Jadi janganlah sembarangan dalam melakukan perawatan ortodonti, karena bila tidak dilakukan dengan benar fungsi-fungsi medis yang harusnya didapatkan tidak akan tercapai.

 

 


ToothSignature Klinik Gigi Kelapa Gading Jakarta

Tooth Signature adalah Klinik Gigi Kelapa Gading, Jakarta Utara, yang menyediakan layanan Spesialis Ortodonti dari Dokter Gigi - Dokter Gigi berpengalaman, lulusan terbaik dari berbagai Universitas Ternama di Indonesia.

Cari Spesialis Ortodonti Jakarta ?
Tooth Signature tempatnya

Lokasi

Tooth Signature
Jl. Bulevard Raya RA19 no. 10 Kelapa Gading, Jakarta Utara

Cabang Bekasi
Jl. Bulevard Hijau Blok B1 no 31, Harapan Indah- Bekasi Barat

Designed and optimized by SimpleBetter 2017. All Right Reserved