pasang-kawat-gigi.jpg
07/Dec/2019

Sekarang ini perawatan ortodonti sudah menjadi sangat umum bahkan terkesan ‘dijual bebas’ , seakan-akan siapapun orangnya dapat melakukannya asalkan memiliki alat-alat yang dibutuhkan. Bukan hanya dokter gigi umum, bahkan tukang gigi atau toko behel online pun  menyediakan jasa perawatan ortodonti tersebut. Namun apakah perawatan ortodonti yang dilakukan sudah ideal dari aspek keilmuan seperti diagnosis yang tepat, rencana perawatan yang benar serta tindakan perawatan ortodonti yang dilakukan secara higienis dan baik masih dipertanyakan.

Tujuan perawatan ortodonti/behel tidaklah sesederhana mendapatkan ‘gigi rapi’ saja namun juga mendapatkan hubungan gigi geligi atas terhadap bawah yang harmonis sehingga dapat menunjang fungsi stomatognati seperti berbicara, mengunyah, menelan,dll. Untuk mendapatkan tujuan tersebut perawatan harus dilakukan secara hati-hati dan banyak aspek yang perlu dipertimbangkan seperti keadaan/kesehatan jaringan penyangga gigi, anatomi gigi dan mulut pasien, keadaan tumbuh kembang pasien (apabila pasien masih dalam masa pertumbuhan), posisi rahang dan gigi pasien yang dapat terlihat dari rontgen sefalometri (sehingga diperlukan kemampuan menganalisa foto rontgen beserta mengetahui normal/tidak normalnya posisi gigi dan rahang), etiologi/ penyebab maloklusi pada pasien (sehingga mempengaruhi rencana perawatan yang akan dilakukan), biomekanika pergerakkan gigi, keadaan sendi temporomandibular dari pasien, sifat-sifat dari material/bahan dan alat ortodonti digunakan, dan lain-lain

Sudah banyak contoh kasus perawatan yang gagal atau bahkan bertambah parah yang dilakukan oleh oknum yang tidak berpengalaman dapatlah memberikan gambaran kepada kita bahwa sangatlah penting perawatan orto/ behel dilakukan oleh seseorang dengan keahlian serta pengalaman dan pengetahuan yang mumpuni dalam bidang ortodonti, yaitu seorang dokter gigi spesialis ortodonti.

Seorang dokter gigi spesialis ortodonti/ ortodontis telah menjalani suatu program pendidikan khusus yang ekstensif, pelatihan-pelatihan khusus dan memiliki pengalaman menghadapi berbagai kasus ortodonti dengan berbagai macam jenis dan berbagai tingkat kesulitannya. Selain telah menyelesaikan program studi spesialisasi ortodonti yang cukup lama, seorang spesialis ortodonti juga diwajibkan mengikuti seminar-seminar dan pelatihan-pelatihan secara regular agar mengikuti perkembangan pengetahuan dan teknologi terbaru di bidang ortodonti. Dari penjelasan di atas anda dapat yakin bahwa anda ditangani oleh seseorang yang telah memiliki skill yang dibutuhkan dan juga profesional.

Seorang dokter gigi umum apalagi tukang gigi sayangnya tidak memiliki kompetensi dan pengetahuan yang mencukupi untuk dapat melakukan perawatan ortodonti. Kursus-kursus bidang ortodonti yang mungkin diikuti oleh dokter gigi umum hanya kursus selama 1 atau 2 hari saja. Mungkin dalam prakteknya banyak dokter gigi umum yang menawarkan biaya perawatan yang tampak lebih murah, namun bila ada yang dapat merawat gigi anda dengan lebih profesional, mengapa menghabiskan waktu dan biaya yang anda miliki dengan memasang behel pada seseorang yang kurang berkompeten, dengan risiko hasil perawatan yang tidak acceptable dan terpaksa harus dirawat ulang? Tentunya hal ini akan membuang biaya dan waktu yang lebih banyak.


07/Dec/2019

Apakah Anda pernah mendengar istilah black triangle? Black triangle adalah celah antara 2 gigi  yang disebabkan karena gusi yang turun sehingga menyebabkan celah berbentuk segitiga. Black triangle sering kali terjadi pada gigi depan namun juga bisa terjadi pada gigi belakang. Bila pada gigi depan, hal ini dapat menyebabkan masalah estetik. Tidak hanya dari segi estetik, dari segi kesehatan black triangle juga dapat mempermudah akumulasi plak dan sisa makanan di antara gigi.

black triangle gigi

 

Berikut ini adalah hal – hal yang dapat menyebabkan terjadinya black triangle:

 

  • Gusi yang turun karena penyakit periodontal (penyangga gigi)
  • Kerusakan tulang penyangga gigi
  • Gusi turun karena tipe gusi yang tipis
  • Proses penuaan natural
  • Bentuk dan ukuran gigi
  • Pada/setelah perawatan ortodonti (kawat gigi/behel) pada pasien dengan kasus gigi berjejal yang berat

 

 

Black triangle dapat diperbaiki dengan beberapa cara seperti penambalan celah dengan komposit (tambalan sewarna gigi), pemasangan veneer, pembedahan gusi, maupun dengan  perawatan ortodonti (kawat gigi/behel). 

 

Memperbaiki  black triangle dengan penambalan komposit

Dari segi ekonomis, penambalan komposit dapat menjadi pilihan untuk memperbaiki black triangle 

memperbaiki black triangle dengan penambalan komposit

 

Memperbaiki Black Triangle Di Antara Gigi dengan veneer gigi

Selain memperbaiki black triangle, veneer juga dapat memperbaiki senyum dengan perubahan bentuk serta warna gigi

veneer gigi porselen untuk memperbaiki black triangle
Sumber gambar: https://lakeforestdentalarts.com/treatment-examples/conservative-veneers/

 

Memperbaiki  black triangle dengan pembedahan gusi

Pada perawatan ini diperlukan jaringan lunak donor untuk memperbaiki black triangle (resipien).

foto sebelum perawatan

 

pengambilan donor dari langit-langit dan kemudian di jahit kembali

   

jaringan lunak donor di jahit ke daerah black triangle (resipien)

10 hari setelah pembedahan 

Memperbaiki black triangle dengan perawatan ortodonti/behel

Apabila perawatan ortodonti (kawat gigi/behel) yang dipilih maka ortodontis akan melakukan IPR (interproksimal reduction) dan kombinasi dengan perawatan ortodonti. IPR adalah tindakan membentuk gigi untuk meminimalkan black triangle.

 

Nah,apakah anda salah satu yang mengalaminya?yuk konsultasikan segera dengan dokter gigi kamu dan dapatkan perawatan yang paling sesuai dengan kondisi anda

Hubungi kontak kami

WA: 0899-4880-433
Line: toothsignature
Call: 0896-0194-4252


07/Dec/2019

Saat ini perawatan ortodonti atau yang biasa disebut kawat gigi/behel bukan mejadi hal yang asing lagi bagi masyarakat. Hal umum yang diketahui oleh pasien dalam perawatan ortodonti adalah gigi akan dipasang bracket (besi yang menempel pada gigi), kawat,dan dipasang karet berwarna warni yang harus dikontrol atau diganti setiap sebulan sekali. Namun ada beberapa prosedur lainnya yang asing atau bahkan menyeramkan menurut pasien, salah satunya adalah penggunaan mini screw. Mini screw dapat menjadi salah satu penjangkaran saat pergerakan gigi terjadi dan menjadi salah satu faktor keberhasilan perawatan.

Apa itu mini screw? Mini screw adalah sekrup/pin yang sangat kecil (diameter 1,5-2mm) yang pasang ke dalam rahang yang kemudian dihubungkan ke gigi untuk membantu menggerakan gigi. Biasanya mini screw dipasang diantara akar gigi ataupun di langit-langit sesuai dengan indikasinya. Mini screw yang sudah dipasang akan dilepas jika memang sudah tidak diperlukan lagi dalam perawatan. 

 

 

Bagaimana prosedur pemasangannya? Apakah menyakitkan? Berikut prosedur pemasangan mini screw/ mini implant 

  1. Aplikasi anastesi lokal pada area yang akan dipasang (gambar A) agar pasien tetap nyaman dan tidak merasa sakit saat pemasangan
  2. Pemasangan mini screw/mini implant pada area yang sudah ditentukan dalam rencana perawatan (gambar B dan C)
  3. Mini screw/mini implant yang sudah terpasang digunakan sebagai penjangkaran dengan cara dihubungkan dengan gigi yang akan digerakan  menggunakan kawat atau karet halus (gambar D)
  4. Setelah pemasangan pasien akan diresepkan obat anti nyeri yang dapat diminum jika pasien merasakan sakit atau tidak nyaman. Pasien juga diedukasi untuk menjaga kebersihan rongga mulutnya.

 

 

Adapun indikasi penggunaan mini screw dalam perawatan orthodonti misalnya dalam penutupan celah gigi, menegakan gigi yang miring, menarik gigi yang impaksi (tertanam dalam gusi) biasanya pada gigi taring atas, gigi intrusi (terlalu masuk ke dalam), ekstrusi (gigi yang turun atau naik ke atas), mengkoreksi gigitan yang terlalu maju pada rahang atas atau rahang bawah (cameh). Dibawah ini adalah laporan kasus penggunaan mini screw yang diambil dari buku ilmiah (Sumber: Uzuner F.D. dan Aslan B.I. 2015. Miniscrew Applications in Orthodontics. Current Concepts in Dental Implants.)

 

  1. Menarik gigi taring yang gingsul
menarik gigi taring yang gingsul
  1. Intrusi gigi posterior (belakang) pada kasus gigitan depan terbuka (anterior open bite)

  1. Miniscrew digunakan sebagai penjangkaran langsung pada kasus dimana gigi geraham pertama belum erupsi sempurna

  1. Miniscrew  digunakan sebagai penjangkaran tidak langsung untuk membantu  penutupan celah dengan menggerakan gigi taring dan gigi geraham kecil

  1. Untuk intrusi gigi pada kasus gigi erupsi berlebih (lebih panjang dari gigi tetangganya)

Beberapa kasus di atas hanya sebagai contoh untuk memberikan gambaran bagaimana dan kapan penggunaan mini screw. Tidak semua kasus ortodonti membutuhkan penggunaan mini screw. Ortodontis akan melakukan evaluasi dalam perawatan untuk menilai perlu atau tidaknya mini screw digunakan untuk memaksimalkan perawatan ortodonti. Jadi tidak perlu ragu dan takut lagi jika ortodontis menyarankan kamu untuk pemasangan mini screw.


07/Dec/2019

Dalam dunia kedokteran gigi,kondisi gigi berjejal merupakan salah satu gambaran maloklusi. Maloklusi merupakan kondisi menyimpang dari oklusi atau hubungan yang normal dari suatu gigi terhadap gigi yang lainnya. Gigi berjejal disebabkan karena kurangnya ruang yang diperlukan gigi  untuk tumbuh, sehingga menyebabkan gigi menjadi tumpang tindih atau bertumpuk.

 

 

Faktor-faktor yang menyebabkan gigi berjejal yaitu

  1. Faktor genetik

Ukuran rahang dan ukuran gigi manusia juga dipengaruhi oleh genetik yang diturunkan oleh orang tua kita. Misalnya bila ayah memiliki ukuran rahang dan gigi yang besar sedangkan ibu memiliki ukuran rahang dan gigi kecil. Jika anak terwarisi ukuran rahang yang kecil tetapi ukuran giginya besar, maka ruang yang diperlukan untuk gigi tidaklah cukup sehingga dapat menyebabkan gigi bertumpuk.

 

  1. kebiasaan buruk

Kebiasaan buruk yang dibiarkan akan berlanjut bahkan sampai dewasa nanti, contohnya seperti menghisap ibu jari atau menghisap bibir bawah. Menghisap ibu jari atau menghisap bibir bawah dapat menyebabkan tekanan terhadap rahang. Jika dibiarkan dalam waktu yang lama, saat pertumbuhan dan perkembangan rahang mengalami tekanan sehingga mengalami penyempitan lengkung rahang.

 

bahaya hisap jari
bahaya hisap jari

 

  1. Persistensi gigi sulung

Terkadang gigi sulung mengalami persistensi (tetap berada dalam rongga mulut) saat gigi tetap tumbuh. Hal ini menyebabkan gigi tetap tumbuh di depan maupun di belakang gigi sulung tersebut menyebabkan lengkung rahang menjadi tidak rapi.

gigi susu yang perlu dicabut
gigi susu yang perlu dicabut

 

  1. Kehilangan gigi sulung sebelum waktunya

Sering kali orang tua mengabaikan kesehatan gigi sulung, sehingga gigi sulung rusak parah dan menyebabkan kehilangan dini gigi sulung. Jika gigi tetap belum waktunya untuk tumbuh tetapi gigi sulungnya sudah tidak maka akan terjadi ruangan kosong di antara gigi. Dalam waktu yang lama, gigi yang berada di kanan dan kiri ruangan tersebut dapat bergeser menyebabkan ruangan untuk gigi yang akan tumbuh nanti berkurang.

 

Kita semua pasti ingin memiliki gigi yang rapi sehingga saat kita tersenyum menjadi lebih bagus. Namun, tak jarang kebanyakan orang yang kita temui memiliki susunan gigi berjejal. Gigi berjejal tidak hanya membuat senyum menjadi kurang estetik tapi juga dapat menimbulkan masalah gigi dan mulut. Susunan gigi yang bertumpuk membuat sisa makanan yang menempel pada gigi sulit dibersihkan yang mana bisa menyebabkan gigi menjadi berlubang ataupun terbentuk karang gigi.

Kasus gigi berjejal dapat ditangani dengan perawatan ortodonti atau yang sering disebut kawat gigi /behel oleh masyarakat pada umumnya. Perawatan ortodonti bertujuan untuk merapikan gigi sesuai dengan lengkung rahang serta memperbaiki oklusi dan hubungan rahang yang baik.


07/Dec/2019

Setelah kemarin ini cukup viral pemberitaan mengenai penggunaan plester mulut untuk mencegah bernafas melalui mulut pada saat tidur oleh salah satu artis, kali ini Tooth Signature Dental akan sedikit berbagi informasi mengenai mouth breathing, terutama mengenai dampaknya dalam hal kesehatan gigi dan mulut.

 

Pertama kali, tentunya kita harus mengetahui dahulu, apakah definisi dari mouth breathing?

Mouth breathing adalah kebiasaan bernapas melalui mulut yang pada normalnya dilakukan melalui hidung.

 

Apa sih yang menyebabkan hal tersebut?

Hal yang menyebabkan keadaan tersebut adalah gangguan pertumbuhan maupun fungsi dari rongga hidung. Gangguan dapat berupa :

  • infeksi (contoh paling sering adalah flu) dan inflamasi mukosa hidung
  • alergi kronis
  • rhinitis
  • pembesaran adenoid atau tonsil atau polip hidung, trauma pada hidung, tumor jinak lokalisata sehingga menyebabkan tersumbatnya hidung.

 

polip pada hidung
polip pada hidung
  • Deviasi septum nasal
  • Abnormalitas dari saat kelahiran seperti celah langit-langit mulut atau sindroma Pierre Robin

Gangguan-gangguan di atas cenderung menyebabkan tersumbatnya hidung yang menyebabkan seseorang membiasakan dirinya bernapas melalui mulut.

 

Bagaimana tanda-tanda dan cara mengetahui anak/orang dewasa bernapas melalui mulut? Dapat diperiksakan dengan beberapa cara :

  • Observasi : pada orang yang bernapas dengan mulut, bibir akan terlihat terbuka sepanjang waktu, wajah anak terlihat ciri-ciri “adenoid face” yaitu mata terlihat cekung, wajah terlihat panjang, mulut terbuka, gigi depan maju, lubang hidung sempit, lengkung gigi sempit, palatum/langit- langit mulut dalam
  • Meminta anak untuk menarik napas dalam melalui hidung : tidak akan ada perubahan bentuk atau ukuran pada cuping hidung
  • Tes kaca / tes kabut : dilakukan menggunakan kaca mulut dua sisi diletakkan pada bibir atas, jika udara terdapat pada kaca bagian atas, maka dia bernapas melalui hidung, jika sebaliknya, maka anak bernapas melalui mulut
  • Massler’s water holding test : anak diminta untuk menahan air penuh di dalam mulut, pada pasien yg bernapas dengan mulut tidak akan tahan lama menahannya
  • Jwemen’s butterfly test : letakkan sedikit kapas di bawah lubang hidung, jika pada hembusan napas serat kapas terkibar ke arah bawah, maka pasien bernapas melalui hidung, sebaliknya jika terkibar ke arah atas maka pasien bernapas melalui mulut

 

wajah anak mouth breathing

Wajah seorang anak yang memiliki kebiasaan mouth breathing, ditunjukkan dengan mulut yang terbuka, gigi depan maju atau berjejal, palatum dalam, mata terlihat cekung,  wajah terlihat panjang/ long-face, lubang hidung kecil

 

Perbedaan lengkung rahang pada orang normal dengan lengkung rahang anak dengan mouth breathing, terlihat lengkung giginya lebih sempit dan palatumnya dalam.

 

 

Apakah efek dari mouth breathing?

Dalam jangka pendek, bernapas melalui mulut tidak menunjukkan efek berbahaya, namun bila dilakukan dalam jangka panjang dapat menyebabkan beberapa hal merugikan terutama pada anak yang sedang dalam masa pertumbuhan.

Secara klinis, anak akan terlihat wajah adenoid, bibir tidak menutup sempurna, bibir terlihat pendek dan tebal, dagu terlihat mundur, ujung hidung mengarah ke atas, wajah sempit dan panjang, ekspresi “loss / bengong”, dan nose brigde akan terlihat datar.

 

Bagaimana Tanda-tanda klinis intraoral (dalam mulut) seseorang dengan kebisaan mouth breathing yang berkepanjangan

Bila keadaan bernapas dengan mulut dibiarkan sejak kecil dari sejak seorang anak dalam masa pertumbuhan, dapat mengakibatkan gangguan keseimbangan pada susunan gigi dan mulut dan rahang yang dinamakan maloklusi. Terlihat perubahan susunan gigi dan rahang dibandingkan kondisi normal seperti :

  • rahang atas sempit disertai palatum (langit-langit mulut) yang dalam

Palatum dalam pada pasien dengan mouth breathing

  • gigi berjejal yang disebabkan karena rahang atas yang sempit
  • gigi depan atas maju

Gigi depan maju disertai crossbite posterior pada penderita mouth breathing

 

  • open bite anterior ( gigitan terbuka pada bagian depan)
crossbite anterior pada penderita mouth-breathing (sumber: www.entokey.com)

Selain menyebabkan gangguan susunan gigi dan bentuk rahang, kebiasaan bernafas melalui mulut dapat juga mempengaruhi kesehatan gigi dan jaringan mulut, baik pada orang dewasa maupun anak- anak, yaitu:

  • meningkatnya jumlah gigi berlubang
  • semakin banyak plak gigi
  • bau mulut/gingivitis
  • radang pada gusi (gingivitis)

keadaan-keadaan di atas diakibatkan karena pada seseorang dengan mouth breathing, mulut akan menjadi sangat kering, shingga air liur/ ludah tidak dapat  menjalankan fungsinya sebagai efek self cleansing dalam mulut dan mematikan bakteri

 

Bagaimana perawatannya?

Perawatan pada mouth breathing tergantung pada penyebab utamanya. Misalkan apabila penyebabnya karena alergi atau inflamasi, biasanya dokter akan meresepkan antihistamin, atau nasal decongestant. Bila disebabkan karena tonsil atau adenoid maka dokter akan mengoperasi untuk menghilangkan tonsil dan adenoid tersebut. Pada anak-anak dengan kebiasaan mouth breathing, dapat segera ditangani dengan dokter spesialis THT dan dokter spesialis anak sehingga dokter dapat segera mengetahui penyebab mouth breathing dan melakukan perawatan untuk menghilangkan penyebabnya. Sehingga tidak mengganggu proses pertumbuhan dan kesehatan anak.

 

Bila penyebab sudah dihilangkan , kebiasaan mouth breathing sudah diatasi namun efek permanen dari mouth breathing sudah terjadi, seperti maloklusi (gigi berjejal, lengkung rahang sempit, gigi depan maju) apakah yang harus dilakukan? Disinilah peran kami sebagai dokter gigi spesialis ortodonti/ ortodontis untuk melakukan perawatan untuk memperbaiki maloklusi yang telah terjadi.


cabut-gigi.jpg
07/Dec/2019

Anda mungkin sering mendengar mengenai teman atau saudara yang sedang menjalani perawatan ortodonti dan mereka menceritakan kepada anda bahwa ada satu atau beberapa gigi yang dicabut untuk keperluan perawatan ortodonti. Beberapa orang yang mendengar mengenai hal ini mungkin kemudian menjadi takut untuk memulai menjalani perawatan ortodonti/ behel. Apakah itu termasuk anda? Oops.. jangan takut dulu ya.. melalui artikel ini kami akan coba jelaskan mengenai perlukah pencabutan dalam perawatan ortodonti/behel.

Beberapa pasien kadang tidak mengerti mengapa gigi yang sehat harus dicabut untuk mendapatkan perawatan ortodonti yang baik. Sayangnya pada beberapa kasus, pencabutan ini terkadang tidak dapat dihindari dan harus dilakukan. Walaupun kami para ortodontis sebisa mungkin menghindari adanya pencabutan dan mengusahakan pencabutan sebagai solusi terakhir, pada beberapa kasus, pencabutan gigi permanen harus dilakukan untuk mendapatkan hasil yang paling sehat, paling baik secara estetik dan paling stabil. Jangan khawatir karena keputusan adanya pencabutan sudah dianalisa secara mendalam melalui serangkaian pemeriksaan (klinis,fungsional dan radiografi) dan ortodontis hanya merencanakan pencabutan sebagai sebagai jalan keluar terakhir.

Beberapa kasus yang mungkin memerlukan pencabutan gigi adalah:

Gigi berjejal parah (severe crowding)
Gigi dapat tumbuh berjejal bila ruangan di dalam lengkung gigi tidak cukup untuk tumbuhnya gigi permanen/gigi tetap. Jika terdapat kekurangan ruang, gigi permanen yang akan tumbuh, mau tidak mau akan keluar/ tumbuh pada posisi yang tidak beraturan tergantung di posisi mana gigi tersebut “menemukan” ruangan, dan biasanya gigi akan tumbuh di luar lengkung gigi yang benar. Pada kasus ini pencabutan satu atau beberapa gigi dapat membantu mendapatkan ruangan sehingga gigi-gigi lain dapat digerakkan ke lengkung gigi yang benar dengan perawatan ortodonti

Gigi depan maju
Gigi yang maju dapat menimbulkan masalah untuk penampilan atau estetika seseorang, selain itu gigi depan sangat maju juga cenderung mudah terjadi kerusakan (misalkan karena benturan saat kecelakaan atau karena olahraga). Bila tidak ada ruangan untuk memundurkan gigi depan, pencabutan gigi permanen (biasanya gigi premolar/ geraham kecil) akan menciptakan ruangan yang diperlukan untuk merapikan dan memundurkan gigi depan tersebut ke posisi yang benar dan lebih estetik.

Asimetri dentofasial (ketidaksimetrisan dentofasial)
Tidak ada seseorang yang memiliki sisi kiri dan kanan yang sangat simetris, karenanya adalah normal bila sisi kiri dan kanan wajah agak berbeda. Namun ketika terjadi ketidaksimetrisan dentofasial yang signifikan, hal ini dapat menimbulkan masalah fungsional maupun estetis. Bila terjadi ketidakmetrisan pada gigi (misalkan garis tengah gigi yang tidak simetris dengan garis tengah wajah, ataupun ketidaksimetrisan lengkung gigi atau ketinggian bidang oklusal) , perawatan ortodonti dengan behel disertai dengan pencabutan gigi akan memberikan hasil perawatan yang baik dan keseimbangan pada gigi dan wajah. Namun bila asimetri terjadi pada tulang, pasien lebih disarankan untuk dilakukan tindakan pembedahan.

cabut gigiAdanya gigi berlebih
Gigi berlebih dapat muncul pada beberapa pasien. Adanya gigi berlebih ini akan menyebabkan gangguan untuk pertumbuhan gigi-gigi lain. Ruangan yang ada pada rahang tidak dapat mengakomodasi adanya gigi berlebih ini sehingga menyebabkan gigi-gigi yang lain menjadi tumbuh berjejal.

Gigi impaksi (tertanam di dalam tulang)
Terkadang terdapat satu atau lebih gigi yang tidak dapat tumbuh keluar dengan sempurna sehingga “tertinggal” di dalam tulang dan gusi. Gigi ini tidak dapat tumbuh keluar ke posisi normal.
Posisi gigi ini dapat terlihat melalui pemeriksaan radiografi/ rontgen. Posisi gigi impaksi ini bisa berada dalam kondisi miring ataupun horizontal. bila posisi sudut gigi relatif normal, ortodontis dapat “membawa” gigi tersebut ke posisi yang seharusnya, namun bila posisi gigi terlalu ekstrim, terkadang ekstraksi/ pencabutan adalah jalan keluar yang terbaik.

Apa Yang Terjadi Jika Suatu Kasus Ortodonti Perlu Pencabutan Namun Tidak Dilakukan

Penting untuk pasien mengerti bahwa adanya pencabutan adalah jalan terakhir yang perlu diambil seorang ortodontis setelah mempertimbangkan suatu kasus dan kemungkinan lternative perawatan yang lain. Seorang ortodontis tidak akan menyarankan pencabutan kecuali itu untuk keberhasilan suatu perawatan.
Memaksakan suatu perawatan yang memang seharusnya dilakukan pencabutan menjadi tidak dicabut akan menyebabkan masalah estetis, dan mendorong gigi melampaui tulang alveolar yang akan menyebabkan resesi gusi dan ketidakstabilan hasil perawatan. Suatu contoh jika prosedur perawatan ortodonti dilakukan pada kasus gigi berjejal yang parah tanpa dilakukan pencabutan, maka gigi depan akan menjadi maju sehingga profil wajah pasien menjadi tidak estetis

Dari penjelasan di atas tentunya sudah cukup jelas ya kalau pada kasus tertentu, terkadang pencabutan gigi memang diperlukan untuk mendapatkan hasil perawatan yang paling ideal, memberikan estetika yang terbaik dan paling stabil. Walaupun terdengar sedikit menakutkan, jangan khawatir karena sebelum memutuskan adanya pencabutan, ortodontis kami tentunya sudah melakukan pemeriksaan menyeluruh sebelumnya pada kasus yang ada dan mengusahakan sebisa mungkin suatu perawatan dilakukan tanpa pencabutan. Jadi pencabutan gigi hanya dilakukan sebagai jalan terakhir untuk mendapatkan perawatan yang terbaik.


gambar-foto-retainer.png
07/Dec/2019

Setelah perawatan ortodonti selesai, Anda akan membutuhkan retainer untuk menjaga gigi Anda yang sudah rapih untuk berada tetap pada tempatnya. Retainer merupakan alat yang dibuat khusus untuk gigi Anda untuk menstabilkan gigi Anda pada gusi dan tulang rahang pasca perawatan ortodonti. Mengapa retainer sangat dibutuhkan? Karena secara natural, gigi terus bergerak dinamis saat digunakan tiap hari (seperti saat mengunyah dan berbicara), efeknya gigi dapat kembali bergerak ke posisi awal sebelum perawatan ortodonti (relapse), tentu jika ini terjadi pada gigi Anda yang sudah rapih pasca perawatan ortodonti pasti akan sangat merugikan baik dari segi waktu, usaha, dan biaya. Karena itu, diperlukan retainer untuk menjaga dan menstabilkan gigi Anda. Terlebih lagi gigi-gigi pasca perawatan ortodonti lebih “rentan” bergerak dibandingkan gigi yang tidak pernah dirawat ortodonti dan jika sudah relapse perlu perawatan ortodonti ulang untuk memperbaikinya.

Ada dua tipe dasar dari retainer: removable (lepas pasang) dan permanen. Ortodontis akan membantu memilih jenis retainer yang tepat sesuai perawatan dan kondisi pasien. Pasien mungkin hanya diberi satu jenis, atau bisa saja membutuhkan kedua jenis retainer untuk menjaga stabilitas giginya dengan maksimal.

jenis retainer
jenis-jenis retainer
  1. Retainer Removable

    Retainer removable terdiri dari retainer Hawley dan retainer “clear-plastic”. Secara umum, keuntungan dan kekurangan retainer removable (lepas pasang) adalah mudah dilepas ketika Anda ingin makan,berolahraga dan menyikat gigi. Retainer juga relatif mudah dan nyaman untuk didapatkan.

    Di sisi lain, kekurangannya adalah dapat hilang atau terbuang saat sedang tidak digunakan, terutama jika tidak disimpan pada tempat khusus. Jika Anda tidak rajin membersihkan, retainer dapat menjadi tempat bakteri berkembang biak. Kemudian, masalah yang sering terjadi adalah retainer removable perlu kesadaran dan kerajinan pasien untuk keberhasilannya menjaga hasil perawatan ortodonti. Pasien harus menggunakan retainer sesuai instruksi ortodonti, dan jika retainer hilang harus segera dibuatkan yang baru. Jika tidak, gigi akan relapse dan berubah posisi.  Tentunya kekurangan dari retainer lepasan bisa dihindari jika pasien kooperatif dalam menjaga dan mengikuti instruksi ortodontis. Kedua jenis retainer removable juga harus dibersihkan dengan penyikatan ringan setiap hari. Jika diperlukan, ortodontis juga dapat merekomendasikan untuk merendamnya.

    1.1 Retainer Hawley

    Disebut juga retainer kawat, retainer ini terbuat dari kawat logam tipis dan akrilik yang dibentuk agar sesuai dengan langit-langit mulut pasien atau di sepanjang bagian dalam rahang bawah Anda. Kawat logamnya melintas di permukaan luar gigi pasien untuk menjaga kesejajaran gigi.

    gambar foto retainer hawley

    Kelebihan retainer hawley, antara lain:

    1. Kawatnya dapat disesuaikan saat pemasangan sehingga lebih pas, dan jika gigi pasien masih perlu sedikit dikoreksi dapat dilakukan dengan retainer hawley.
    2. Tahan lama dan dapat bertahan bertahun-tahun jika digunakan dan dirawat dengan benar.
    3. Dapat diperbaiki jika rusak.
    4. Retainer menyentuh gigi atas dan bawah dengan tekanan yang ringan sehingga nyaman saat digunakan.

    Kekurangan retainer hawley, antara lain:

    1. Dapat mempengaruhi bicara.
    2. Kawat retainer terlihat jelas saat berbicara/tersenyum.
    3. Pada pemakaian awal, kawatnya dapat mengiritasi bibir atau pipi.

    1.2 Retainer “clear-plastic”Retainer ini dicetak agar sesuai dengan posisi dan lengkung gigi pasien. Untuk membuat retainer jenis ini, perlu dilakukan pencetakan gigi. Setelah itu, plastik atau poliuretan yang sangat tipis dipanaskan dan divakum pada cetakan.

    retainer clear plastic

    Kelebihan retainer clear-plastic, antara lain :

    1. Hampir tidak terlihat, jadi pasien lebih percaya diri saat memakainya.
    2. Tipis sehingga lebih nyaman.
    3. Tidak mempengaruhi cara berbicara.

    Kekurangan retainer clear-plastic, antara lain :

    1. Tidak dapat disesuaikan jika Anda perlu memperbaiki lengkung gigi.
    2. Jika retak atau pecah, tidak dapat diperbaiki.
    3. Dapat berubah bentuk jika terkena panas.
    4. Dapat berubah warna seiring berjalan waktu.
    5. Gigi atas dan bawah tidak dapat bersentuhan secara alami.
  2. Retainer Permanen

    Retainer permanen terdiri dari sebuah kawat tebal atau lebih dari satu kawat yang disatukan kemudian dilengkungkan dan disesuaikan dengan bentuk gigi yang sudah rapih pasca perawatan ortodonti. Kawat disemen pada bagian dalam gigi depan pasien agar tidak bergerak. Retainer ini paling sering digunakan pada gigi rahang bawah. Retainer permanen tidak dapat dilepas pasang oleh pasien sendiri, tetapi harus dilakukan oleh ortodontis. Retainer permanen sering digunakan pada gigi yang sangat besar kemungkinannya untuk relapse atau pada pasien yang sulit untuk kooperatif/ mengikuti petunjuk penggunaan retainer removable (seperti, anak kecil).

    gambar retainer permanen

    Kelebihan retainer permanen, antara lain:

    1. Pasien tidak perlu melepas pasang retainer sendiri.
    2. Retainer tidak terlihat.
    3. Tidak mempengaruhi cara berbicara.
    4. Tidak dapat hilang.
    5. Tahan lama.

    Kekurangan retainer permanen, antara lain:

    1. Pasien butuh usaha lebih untuk membersihkan retainer.
    2. Kawat logam dapat mengiritasi lidah.

     

    Masing-masing retainer mempunyai kelebihan dan kekurangan. Ortodontis akan merekomendasikan jenis retainer yang terbaik untuk setiap kondisi pasien dan kemampuan pasien dalam mengikuti instruksi pemakaian retainer. Karena dari awal perawatan ortodonti sampai pemakaian retainer berjangka waktu lama dan biaya yang tidak murah, penting untuk memilih tipe retainer yang terbaik dan nyaman untuk Anda. Jangan ragu untuk mengkonsultasikan keluhan dan masalah Anda dengan ortodontis di klinik kami.


bracket-dilepas-dengan-alat-khusus.png
07/Dec/2019

Setelah berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun pemakaian behel, pastinya senang bila tiba saatnya penjadwalan untuk dilakukan pelepasan behel. Namun anda mungkin bertanya-tanya, bagaimana prosedurnya? Apakah akan terasa sakit? Berapa lamakah prosesnya?
Melalui artikel ini akan kami coba jelaskan ya

Prosedur Pelepasan Behel :

  1. Melepaskan perlekatan behel dari permukaan gigi
    Pada proses pelepasan behel/ debonding behel ini ortodontis akan mulai melepaskan behel satu persatu dengan suatu tang khusus untuk melepaskan behel. Apakah akan terasa sakit? Secara umum dapat dikatakan bahwa proses ini tidak akan menimbulkan rasa sakit, pasien hanya akan merasakan sedikit penekanan pada gigi pada saat behel sedang dilepaskan.  Pada saat behel/ bracket dilepas, akan sedikit terdengar suara berderak, namun hal ini normal karena ini adalah suara lem/ semen terlepas dari antara gigi dan behel.

    bracket-dilepas-dengan-alat-khusus
    Gambar 1. Bracket dilepas dengan alat khusus
    (sumber: dokumentasi tooth signature dental)

  2. Pembersihan lem atau semen dari permukaan gigi
    Setelah semua behel terlepas, semen/lem yang masih tersisa pada permukaan gigi akan dihilangkan dengan alat khusus (adhesive removal plier) dan kemudian permukaan email gigi akan dipoles dengan bur poles.

    permukaan gigi dipoles
    Gambar 2. Permukaan gigi dipoles dengan bur boles
    (sumber: dokumentasi tooth signature dental)

  3. Pembersihan karang gigi / scaling
    Setelah itu dilakukan prosedur pembersihan karang gigi untuk memastikan tidak ada karang gigi yang menempel pada permukaan gigi.

    proses scaling gigi
    Gambar 3. Proses pembersihan karang gigi pasca pelepasan behel
    (sumber: dokumentasi tooth signature dental)

  4. Pencetakkan gigi untuk pembuatan retainer
    Fase perawatan ortodonti belum selesai sepenuhnya sampai pasien memakai retainer. Supaya hasil perawatan ortodonti tetap terjaga dan tidak terjadi pergerakkan gigi yang tidak diinginkan pasca perawatan ortodonti, pasien perlu memakai retainer. Tentunya anda tidak mau biaya maupun waktu yang sudah anda investasikan untuk merapikan gigi terbuang sia-sia bukan?Retainer adalah suatu alat custom-made (dibuat sesuai dengan gigi pasien secara spesifik) yang dipakai untuk menahan posisi gigi setelah perawatan ortodonti/ behel dilepas.Pemakaian retainer setelah perawatan ortodonti adalah hal yang wajib, namun jangan kuatir anda tidak perlu lagi melakukan kontrol berkala setiap bulannya seperti pada saat masih melakukan perawatan ortodonti/ behel. Beberap jenis retainer dapat dilepas- pasang/ removable dan sangat nyaman dipakai. Mengenai jenis-jenis retainer, cara pemakaian dan perawatannya akan dijelaskan di blog yang lain yaa.

    Setelah proses pelepasan behel selesai, maka pasien akan dilakukan pencetakkan dengan menggunakan sendok cetak dan bahan cetak alginate. Pasien mungkin sudah tidak asing lagi dengan prosedur ini karena di awal perawatan pun pasien pernah dilakukan pencetakkan untuk pembuatan model studi.

    Dari proses pelepasan behel hingga proses pencetakkan gigi rahang atas dan bawah kira-kira memakan waktu sekitar 30-45 menit.

    proses pencetakkan pada rahang bawah
    Gambar 4. Proses pencetakan pada rahang bawah
    (sumber: dokumentasi Tooth signature Dental)

    Hasil cetakan nanti-nya akan dicor dan dibawa ke laboratorium dental untuk proses pembuatan retainer. Setelah retainer selesai dibuat, pasien akan dihubungi kembali untuk dilakukan insersi / pemasangan retainer. Biasanya pembuatan retainer tidak lama, berkisar antara 1-5 hari dari saat pencetakkan dikarenakan pasien harus segera memakai retainer pasca pelepasan behel sebab dikhawatirkan terjadi perubahan posisi gigi yang tidak diinginkan.

    jenis retainer gigi
    Gambar 5. Contoh salah satu jenis retainer, retainer essix
    (sumber: tlortho.com)

    pemakaian retainer essix transparan
    Gambar 6. Contoh pemakaian retainer essix/ transparan
    (sumber: dokumentasi tooth signature dental)

  5. Insersi retainer
    Pada kunjungan selanjutnya pasien datang untuk pengambilan dan pemasangan retainer. Pada kunjungan ini pasien akan diajarkan mengenai cara pemakaian atau pelepasan retainer serta bagaimana cara merawat dan membersihkan retainer.

Cek video berikut ya untuk melihat proses pelepasan behel

Selamat, Anda telah sampai pada fase terakhir perawatan ortodonti dan mendapatkan senyum yang anda idamkan!


prosedur-pencetakkan-gigi.jpg
07/Dec/2019

Bila anda saat ini sedang mempertimbangkan untuk melakukan perawatan ortodonti untuk merapikan gigi, mungkin anda masih belum paham apa kira-kira yang harus dilakukan atau bagaimana prosedurnya sampai perangkat behel/ kawat gigi dapat dipasang di gigi anda.

Berikut kami coba berikan penjelasan mengenai prosedur sebelum perawatan ortodonti dapat dimulai. Semoga informasi ini dapat bermanfaat ya.

  1. Konsultasi

Dokter gigi spesialis ortodonti/ orthodontist yang akan menangani kasus anda akan membantu dalam konsultasi dan pemeriksaan awal. Anda dapat memberitahu keluhan utama mengapa anda ingin merapikan gigi, dan juga keluhan-keluhan lain yang ada menyangkut gigi dan mulut anda. Bila anda memiliki pertanyaan seputar perawatan ortodonti dan biaya-biaya yang perlu dikeluarkan, jangan ragu untuk menanyakannya, karena inilah kesempatan terbaik untuk menanyakannya.

konsultasi dan pemeriksaan gigi
konsultasi dan pemeriksaan awal

 

  1. Pemeriksaan awal

Setelah berkonsultasi, dokter akan melakukan pemeriksaan awal yang terdiri dari pemeriksaan ektraoral ( pemeriksaan sekitar mulut dan wajah), pemeriksaan intraoral (pemeriksaan dalam mulut) dan pemeriksaan fungsional seperti fungsi buka-mulut pasien (apakah ada keterbatasan dalam pergerakan sendi temporomandibular), pola penelanan, pengunyahan dan pengucapan.

 

  1. Pencetakkan gigi geligi, foto intraoral dan ektraoral/wajah

Setelah dilakukan pemeriksaan, maka gigi anda akan dicetak dengan bahan cetak khusus yaitu alginate yang ditempatkan pada tray/ sendok cetak. Sendok cetak akan ditempatkan di mulut dan didiamkan selama kurang lebih satu menit sampai alginat mengeras kemudian dikeluarkan dari dalam mulut. Hasil cetakan kemudian dicor dengan gips sehingga kemudian didapatkan model studi sebagai sarana dokter menganalisa dan membuat rencana perawatan ortodonti. Model studi ini juga berguna untuk mengetahui perkembangan perawatan ortodonti yang sedang berjalan nantinya.

prosedur pencetakkan gigi
prosedur pencetakkan gigi

 

model-pencetakkan-gigi-pasien-tooth-signature-1
model-pencetakkan-gigi-pasien-tooth-signature-2

Model studi pasien yang didapatkan dari pencetakkan gigi (sumber: dokumentasi Tooth Signature Dental)

 

Setelah itu akan dilakukan foto ekstraoral dan intraoral pada pasien dari berbagai sisi. Hasil dari pencetakan dan foto tersebut berfungsi sebagai medical record dan sarana perbandingan sebelum dan setelah perawatan ortodonti dilakukan.

foto intraoral
foto intraoral (sumber: dokumentasi Tooth Signature Dental)

 

foto ekstraoral tooth signature kelapa gading
Foto ekstraoral (sumber: dokumentasi Tooth Signature Dental)

 

  1. Foto rontgen

Setelah dilakukan pemeriksaan dan pencetakkan, maka pasien akan dilakukan foto rontgen panoramik dan sefalometri.

contoh foto panoramik gigi
contoh foto panoramik gigi (sumber: dokumentasi Tooth Signature Dental)

Foto panoramik penting untuk dapat memberikan informasi secara menyeluruh mengenai keadaan tulang rahang, akar gigi, sendi rahang, dan mengevaluasi ada tidaknya gigi yang hilang, impaksi atau gigi berlebih / supernumerary teeth yang tidak dapat terlihat hanya dengan pemeriksaan klinis/ pemeriksaan intraoral

contoh foto sefalometri dokumentasi Tooth Signature Dental Klinik gigi kelapa gading
contoh foto sefalometri (sumber: dokumentasi Tooth Signature Dental)

Foto sefalometri memberikan informasi mengenai posisi rahang dan gigi depan, selain itu juga untuk dapat memonitor pertumbuhan pada pasien dalam usia pertumbuhan. Foto sefalometri ini akan dianalisa lebih lanjut sebagai pertimbangan yang sangat penting dalam penentuan rencana perawatan. Foto ini akan dianalisa melalui suatu program komputer khusus.

analisa foto rontgen sefalometri (sumber: dokumentasi Tooth Signature klinik gigi kelapa gading)
analisa foto rontgen sefalometri (sumber: dokumentasi Tooth Signature Dental)

Gambar 8. analisa foto rontgen sefalometri (sumber: dokumentasi Tooth Signature Dental)

 

Setelah langkah-langkah tersebut di atas dilakukan maka pada pertemuan selanjutnya ortodontis akan memberikan penjelasan singkat mengenai hasil analisa yang telah dilakukan serta rencana perawatan yang akan dilakukan, dan selanjutnya behel sudah dapat dipasang.

 

Melalui penjelasan di atas, semoga anda mendapatkan gambaran dan informasi yang bermanfaat mengenai perawatan ortodonti yaa. Untuk informasi lebih lanjut anda dapat menghubungi kontak kami


bracket-self-ligating.png
07/Dec/2019

Ilmu ortodonti sekarang ini telah berkembang dengan pesat. Dengan meningkatnya kebutuhan akan perawatan ortodonti yang lebih efektif dan waktu perawatan yang lebih cepat maka penggunaan bracket Self Ligating sekarang ini menjadi lebih diminati. Walaupun bracket Self Ligating itu sendiri sebenarnya sudah ada sejak tahun 1970an, namun baru akhir-akhir ini masyarakat lebih ‘aware’ akan keberadaan bracket Self Ligating. Beberapa di antara jenis bracket Self Ligating yang ada sekarang ini adalah bracket Damon® system, in-Ovation, empower, Smartclip TM , dan masih banyak lagi.

Sebenarnya apakah bracket/behel Self Ligating itu ?

Bracket Self ligating berasal dari kata “ligature” yang berarti “ untuk mengikat” dan self yang berarti “sendiri”. Jadi dapat diartikan sebagai “bracket yang dapat mengikat sendiri”.

Sedikit penjelasan: sebagai perbandingan pada bracket konvensional, o-ring/ karet digunakan untuk mengikatkan kawat (archwire) pada bracket/ behel sehingga gigi bisa perlahan digerakkan ke posisi yang benar.

bracket self ligating
Gambar 1. Sistem pengikatan kawat pada bracket self ligating berupa ‘pintu’ yang dapat dibuka tutup
menggunakan alat khusus, jadi tidak menggunakan karet lagi.

 

Pada bracket self ligating penggunaan o-ring itu sudah tidak diperlukan lagi karena bracket / behel itu sendiri memiliki sistem penguncian berupa “pintu” yang dapat menahan kawat pada posisinya tanpa perlu penggunaan karet o-ring lagi.

Keuntungan penggunaan Bracket Self Ligating :

1. Pergerakkan gigi lebih efisien dan lebih cepat
Bracket self ligating pada penggunaannya tidak memakai karet o-ring sehingga friksi atau gaya gesekan yang muncul akan jauh lebih kecil dibandingkan pada penggunaan bracket konvensional. Gaya gesek atau friksi ini cenderung menghambat pergerakkan gigi, jadi dengan berkurangnya friksi pada bracket self ligating, pergerakkan gigi pun menjadi lebih cepat dibandingkan dengan bracket konvensional

2. Pada beberapa kasus, dapat mengurangi perlunya pencabutan gigi
Pada kasus gigi berjejal, pencabutan gigi kadang diperlukan untuk mendapatkan ruangan agar gigi dapat berada pada posisi yang benar dalam lengkung gigi. Penggunaan self ligating braces dapat mengurangi perlunya pencabutan gigi dikarenakan ruangan secara natural didapatkan dengan melebarkan lengkung gigi

3. Mengurangi jumlah kunjungan/ kontrol berkala ke orthodontist.
Tidak dipungkiri, kita sekarang hidup di era dimana waktu berjalan sangat cepat dan dengan kesibukan kita di pekerjaan, rumah atau sekolah, mungkin interval waktu kontrol 3 minggu sampai 1 bulan sekali dirasakan cukup menyita waktu. Pada beberapa kasus maloklusi, interval waktu kunjungan/ kontrol berkala dapat diperpanjang menjadi 8 minggu sekali sehingga mengurangi jumlah kunjungan ke orthodontis

4. Mengurangi rasa sakit
Pada bracket self ligating, gigi dapat digerakkan dengan force / gaya tarikan yang minimal dikarenakan adanya friksi lebih kecil sehingga mengurangi juga rasa sakit yang ditimbulkan.

5. Oral Hygiene lebih terjaga
Adanya sisa makanan dan plak yang menyelip di antara bracket dan karet o-ring tidak akan terjadi pada pengguna bracket self ligating. Dikarenakan pada bracket self ligating sudah tidak menggunakan karet o-ring. Karena kebersihan lebih terjaga, maka kemungkinan terbentuknya karang gigi ataupun gigi berlubang juga lebih kecil.

6. Mengurangi risiko resorbsi akar
Resorbsi atau kerusakan akar gigi dapat terjadi akibat penarikan gigi dengan force / gaya yang terlalu besar. Dengan bracket self ligating, gigi dapat digerakkan dengan force yang ringan/ kecil sehingga kerusakan akar pun dapat diminimalisir.

7. Estetis
Seperti bracket konvensional, bracket self ligating juga memiliki pilihan dari bahan yang estetis atau clear sehingga pada penggunaannya tidak terlalu terlihat.

Melalui penjelasan di atas dapat diketahui banyaknya keuntungan dari penggunaan bracket self ligating bukan? Jadi, jangan ragu untuk mendapatkan perawatan ortodonti dengan bracket self ligating ini yaa


ToothSignature Klinik Gigi Kelapa Gading Jakarta

Tooth Signature adalah Klinik Gigi Kelapa Gading, Jakarta Utara, yang menyediakan layanan Spesialis Ortodonti dari Dokter Gigi - Dokter Gigi berpengalaman, lulusan terbaik dari berbagai Universitas Ternama di Indonesia.

Cari Spesialis Ortodonti Jakarta ?
Tooth Signature tempatnya

Lokasi

Tooth Signature
Jl. Bulevard Raya RA19 no. 10 Kelapa Gading, Jakarta Utara

Cabang Bekasi
Jl. Bulevard Hijau Blok B1 no 31, Harapan Indah- Bekasi Barat

Designed and optimized by SimpleBetter 2017. All Right Reserved