before-after1.png
24/Nov/2020

Cameh adalah istilah yang sering digunakan untuk kondisi dimana rahang bawah lebih maju dari pada rahang atas. Dalam bahasa medis kondisi ini disebut maloklusi kelas III atau underbite

Oklusi sendiri dapat diartikan sebagai hubungan antara rahang atas dan bawah serta susunan antar gigi geligi pada saat seseorang “menggigit”. Oklusi yang ideal yaitu gigi dapat berkontak seluruhnya dengan pas dan mudah, tidak bertumpuk, tidak miring, tidak renggang/berjarak, dan gigi atas terletak sedikit lebih di depan gigi bawah seperti gambar berikut. 

gambar oklusi / gigitan ideal

Kondisi di luar kondisi ideal tersebut disebut maloklusi. Maloklusi dibagi berdasarkan jenisnya yaitu maloklusi kelas I, kelas II, dan kelas III. Seperti sudah disebutkan di atas, cameh termasuk maloklusi kelas III. Gambaran dan ciri-ciri cameh adalah sebagai berikut: 

  • Bibir atas terlihat lebih mundur dari bibir bawah
  • Area muka bawah sekitar dagu relatif panjang atau menonjol
  • Saat menggigit, gigi bawah biasanya lebih maju gigi atas

 

Atas: Normal, Bawah: Maloklusi kelas III

 

Gigi cameh

 

Nah, apakah ada teman atau saudara anda yang mengalami ciri-ciri tersebut? Atau diri anda sendiri? Segera konsultasikan ke Ortodontis, ya. 

Selain ciri-cirinya, perlu juga untuk mengetahui apa saja penyebab cameh. Cameh sebagian besar disebabkan oleh genetik/keturunan. Selain itu, ada pula yang disebabkan oleh kebiasaan buruk seperti memajukan rahang bawah saat menutup mulut. 

 

Apa saja perawatan untuk gigi cameh? 

Dokter gigi Spesialis Ortodonti akan menentukan penyebab pada masing-masing kasus sehingga dapat ditentukan diagnosis dan perawatan yang terbaik. Berdasarkan penyebabnya, cameh atau maloklusi kelas III ada bermacam-macam yaitu:

  1. Maloklusi kelas III dental

Kelainan hanya melibatkan gigi geligi, dimana susunan gigi bawah lebih maju dari yang seharusnya. Biasanya pasien akan mengalami kesulitan mengunyah. Untuk mengoreksi kasus ini, dokter gigi spesialis orthodonti akan merawat dengan penggunaan behel (orthodonti) hingga susunan gigi menjadi sedekat mungkin dengan kondisi ideal.

  1. Maloklusi kelas III skeletal  

Kelainan melibatkan tulang rahang, dimana pada masa tumbuh kembang (i) rahang bawah berkembang lebih cepat atau (ii) rahang atas kurang berkembang atau (iii) kombinasi keduanya. Akibatnya, rahang bawah akan lebih maju dari rahang atas dan wajah relatif terlihat lebih panjang atau menonjol pada area sekitar dagu. Untuk mengoreksi kasus ini pada orang dewasa dapat dilakukan

  1. penggunaan behel (orthodonti kamuflase) dan (ii) tindakan bedah orthognati. 
  2. Pada anak-anak yang masih dalam usia pertumbuhan, dapat dirawat dengan penggunaan myofunctional appliances untuk memodifikasi pertumbuhan rahangnya. 
  3. Maloklusi kelas III fungsional

Disebut juga maloklusi kelas III “semu” karena tidak ada kelainan gigi bawah yang maju maupun rahang bawah yang maju. Kondisi ini akibat dari kebiasaan memajukan rahang bawah saat menutup mulut, biasanya karena ada hambatan gigitan sehingga gigi akan mencari posisi paling nyaman saat menutup mulut. Perawatan yang diperlukan untuk kasus ini adalah mengoreksi hambatan gigitan tersebut, yaitu salah satunya dengan penggunaan behel (orthodonti).

 

Wah ternyata ada banyak jenis, penyebab, dan perawatan untuk kasus cameh, ya. Oleh karena itu, segeralah berkonsultasi dengan dokter gigi spesialis Ortodonti apabila Anda mengalami salah satu kondisi di atas. Dokter gigi akan menanyakan keluhan serta riwayat kondisi Anda, melakukan pemeriksaan fisik dan juga foto x-ray sehingga dapat ditentukan rencana perawatan yang sesuai. Lebih baik jika diketahui lebih awal sehingga kasusnya belum parah, perawatan akan lebih cepat selesai dan biaya akan lebih murah. Jika merasa sudah terlambat, jangan khawatir karena merawat dari sekarang lebih baik dari pada dibiarkan hingga muncul komplikasi yang lebih lanjut. 

 

Berikut beberapa kasus cameh yang sudah ditangani di Tooth Signature Dental 

before-after1
before-after3
before-after2
before-after4

Untuk informasi lebih lanjut dan reservasi silakan hubungi contact kami 

WA:0899-4880-433
Line:toothsignature
Call:0896-0194-4252


gambar-foto-retainer.png
24/Nov/2020

Setelah perawatan ortodonti selesai, Anda akan membutuhkan retainer untuk menjaga gigi Anda yang sudah rapih untuk berada tetap pada tempatnya. Retainer merupakan alat yang dibuat khusus untuk gigi Anda untuk menstabilkan gigi Anda pada gusi dan tulang rahang pasca perawatan ortodonti. Mengapa retainer sangat dibutuhkan? Karena secara natural, gigi terus bergerak dinamis saat digunakan tiap hari (seperti saat mengunyah dan berbicara), efeknya gigi dapat kembali bergerak ke posisi awal sebelum perawatan ortodonti (relapse), tentu jika ini terjadi pada gigi Anda yang sudah rapih pasca perawatan ortodonti pasti akan sangat merugikan baik dari segi waktu, usaha, dan biaya. Karena itu, diperlukan retainer untuk menjaga dan menstabilkan gigi Anda. Terlebih lagi gigi-gigi pasca perawatan ortodonti lebih “rentan” bergerak dibandingkan gigi yang tidak pernah dirawat ortodonti dan jika sudah relapse perlu perawatan ortodonti ulang untuk memperbaikinya.

Ada dua tipe dasar dari retainer: removable (lepas pasang) dan permanen. Ortodontis akan membantu memilih jenis retainer yang tepat sesuai perawatan dan kondisi pasien. Pasien mungkin hanya diberi satu jenis, atau bisa saja membutuhkan kedua jenis retainer untuk menjaga stabilitas giginya dengan maksimal.

jenis retainer
jenis-jenis retainer
  1. Retainer Removable

    Retainer removable terdiri dari retainer Hawley dan retainer “clear-plastic”. Secara umum, keuntungan dan kekurangan retainer removable (lepas pasang) adalah mudah dilepas ketika Anda ingin makan,berolahraga dan menyikat gigi. Retainer juga relatif mudah dan nyaman untuk didapatkan.

    Di sisi lain, kekurangannya adalah dapat hilang atau terbuang saat sedang tidak digunakan, terutama jika tidak disimpan pada tempat khusus. Jika Anda tidak rajin membersihkan, retainer dapat menjadi tempat bakteri berkembang biak. Kemudian, masalah yang sering terjadi adalah retainer removable perlu kesadaran dan kerajinan pasien untuk keberhasilannya menjaga hasil perawatan ortodonti. Pasien harus menggunakan retainer sesuai instruksi ortodonti, dan jika retainer hilang harus segera dibuatkan yang baru. Jika tidak, gigi akan relapse dan berubah posisi.  Tentunya kekurangan dari retainer lepasan bisa dihindari jika pasien kooperatif dalam menjaga dan mengikuti instruksi ortodontis. Kedua jenis retainer removable juga harus dibersihkan dengan penyikatan ringan setiap hari. Jika diperlukan, ortodontis juga dapat merekomendasikan untuk merendamnya.

    1.1 Retainer Hawley

    Disebut juga retainer kawat, retainer ini terbuat dari kawat logam tipis dan akrilik yang dibentuk agar sesuai dengan langit-langit mulut pasien atau di sepanjang bagian dalam rahang bawah Anda. Kawat logamnya melintas di permukaan luar gigi pasien untuk menjaga kesejajaran gigi.

    gambar foto retainer hawley

    Kelebihan retainer hawley, antara lain:

    1. Kawatnya dapat disesuaikan saat pemasangan sehingga lebih pas, dan jika gigi pasien masih perlu sedikit dikoreksi dapat dilakukan dengan retainer hawley.
    2. Tahan lama dan dapat bertahan bertahun-tahun jika digunakan dan dirawat dengan benar.
    3. Dapat diperbaiki jika rusak.
    4. Retainer menyentuh gigi atas dan bawah dengan tekanan yang ringan sehingga nyaman saat digunakan.

    Kekurangan retainer hawley, antara lain:

    1. Dapat mempengaruhi bicara.
    2. Kawat retainer terlihat jelas saat berbicara/tersenyum.
    3. Pada pemakaian awal, kawatnya dapat mengiritasi bibir atau pipi.

    1.2 Retainer “clear-plastic”Retainer ini dicetak agar sesuai dengan posisi dan lengkung gigi pasien. Untuk membuat retainer jenis ini, perlu dilakukan pencetakan gigi. Setelah itu, plastik atau poliuretan yang sangat tipis dipanaskan dan divakum pada cetakan.

    retainer clear plastic

    Kelebihan retainer clear-plastic, antara lain :

    1. Hampir tidak terlihat, jadi pasien lebih percaya diri saat memakainya.
    2. Tipis sehingga lebih nyaman.
    3. Tidak mempengaruhi cara berbicara.

    Kekurangan retainer clear-plastic, antara lain :

    1. Tidak dapat disesuaikan jika Anda perlu memperbaiki lengkung gigi.
    2. Jika retak atau pecah, tidak dapat diperbaiki.
    3. Dapat berubah bentuk jika terkena panas.
    4. Dapat berubah warna seiring berjalan waktu.
    5. Gigi atas dan bawah tidak dapat bersentuhan secara alami.
  2. Retainer Permanen

    Retainer permanen terdiri dari sebuah kawat tebal atau lebih dari satu kawat yang disatukan kemudian dilengkungkan dan disesuaikan dengan bentuk gigi yang sudah rapih pasca perawatan ortodonti. Kawat disemen pada bagian dalam gigi depan pasien agar tidak bergerak. Retainer ini paling sering digunakan pada gigi rahang bawah. Retainer permanen tidak dapat dilepas pasang oleh pasien sendiri, tetapi harus dilakukan oleh ortodontis. Retainer permanen sering digunakan pada gigi yang sangat besar kemungkinannya untuk relapse atau pada pasien yang sulit untuk kooperatif/ mengikuti petunjuk penggunaan retainer removable (seperti, anak kecil).

    gambar retainer permanen

    Kelebihan retainer permanen, antara lain:

    1. Pasien tidak perlu melepas pasang retainer sendiri.
    2. Retainer tidak terlihat.
    3. Tidak mempengaruhi cara berbicara.
    4. Tidak dapat hilang.
    5. Tahan lama.

    Kekurangan retainer permanen, antara lain:

    1. Pasien butuh usaha lebih untuk membersihkan retainer.
    2. Kawat logam dapat mengiritasi lidah.

     

    Masing-masing retainer mempunyai kelebihan dan kekurangan. Ortodontis akan merekomendasikan jenis retainer yang terbaik untuk setiap kondisi pasien dan kemampuan pasien dalam mengikuti instruksi pemakaian retainer. Karena dari awal perawatan ortodonti sampai pemakaian retainer berjangka waktu lama dan biaya yang tidak murah, penting untuk memilih tipe retainer yang terbaik dan nyaman untuk Anda. Jangan ragu untuk mengkonsultasikan keluhan dan masalah Anda dengan ortodontis di klinik kami.


Screenshot11.png
24/Nov/2020

Prosedur Gingivektomi / Crown Lengthening dapat dilakukan oleh dokter gigi atau spesialis periodonti (jaringan penyangga gigi). Waktu pengerjaan yang dibutuhkan  tergantung dari jumlah / area yang dikerjakan (1 gigi atau lebih tergantung dari kebutuhan atau keadaan gigi pasien) dan alat yang digunakan. Selain itu pada beberapa kasus terkadang memerlukan pembuangan tulang penyangga gigi sehingga waktu yang diperlukan lebih lama. Sebelum prosedur ini dilakukan pasien disarankan untuk menjaga kebersihan mulutnya, dan dilakukan pembersihan plak dan kalkulus.

Alat elektrosurgeri servotome di Tooth Signature Dental (source: dokumentasi Tooth Signature)
Alat elektrosurgeri servotome di Tooth Signature Dental (source: dokumentasi Tooth Signature)

 

1. Anestesi lokal pada area operasi

tahap 1 crown lengthening

Tahap ini berguna untuk memberi rasa baal sehingga tidak sakit dan lebih nyaman saat prosedur dilakukan

 

2. Memberi tanda pada area yang akan dipotong sebagai panduan

Sebelum dilakukan pemotongan baik dengan scalpel (pisau bedah) , sinar laser, atau elektrosurgeri gusi diberi tanda bagian mana yang akan dibuang. Bisa menggunakan probe/ pen khusus rongga mulut

 

3. Pemotongan Gusi

pemotongan gusi (source: dokumentasi tooth signature)
pemotongan gusi (source: dokumentasi tooth signature)

Pemotongan gusi dengan membentuk sudut 45 derajat terhadap sumbu gigi  dan kemudian dibentuk sesuai panduan yang sudah dibuat. Setelah itu dilakukan pembuangan tulang jika diperlukan.

 

4. Penjahitan dan penutupan luka dengan pek periodontal

Tahap ini dilakukan jika menggunakan scalpel (pisau bedah) dan atau dibutuhkan pembuangan tulang. Bila menggunakan elektrosurgeri atau laser tidak dibutuhkan penjahitan karena luka dan perdarahan minimal

 

BEFORE AND AFTER GINGIVEKTOMI

Foto sebelum dan sesudah gingivektomi. Gambar kanan adalah sesaat sesudah prosedur gingivektomi, terlihat perdarahan gusi sangat minimal. (source: dokumentasi Tooth Signature Dental)
Foto sebelum dan sesudah gingivektomi. Gambar kanan adalah sesaat sesudah prosedur gingivektomi, terlihat perdarahan gusi sangat minimal. (source: dokumentasi Tooth Signature Dental)

 

Gingivektomi juga bisa dilakukan pada saat masih menggunakan behel/ kawat gigi pada gusi yang mengalami hyperplasia/ pembesaran gusi (Kiri: sebelum gingivektomi, kanan sesaat setelah gingivektomi) source: dokumentasi pribadi Tooth Signature Dental
Gingivektomi juga bisa dilakukan pada saat masih menggunakan behel/ kawat gigi pada gusi yang mengalami hyperplasia/ pembesaran gusi (Kiri: sebelum gingivektomi, kanan sesaat setelah gingivektomi) source: dokumentasi pribadi Tooth Signature Dental

 

Untuk appointment dan informasi lebih lanjut silakan hubungi kontak berikut:

Whatsapp  : 0899-4880-433

Line             : toothsignature

Call              : 0896-0194-4252


Screenshot7.png
24/Nov/2020

Gingivektomi berasal dari istilah “gingiva” yang artinya gusi dan “ectomy” yang artinya pembuangan bagian dari tubuh. Gingivektomi berarti  pembuangan jaringan gusi, tindakan ini memerlukan pembedahan. Awalnya gingivektomi digunakan sebagai perawatan untuk penyakit gusi yaitu dengan membuang jaringan gusi yang bermasalah contohnya pada poket gingiva atau hiperplasia gingiva (bertumbuhan berlebih dari gusi).

Sekarang ini, gingivektomi juga digunakan untuk kepentingan estetik dental dengan cara memperbaiki bentuk gusi sehingga saat senyum penampilan menjadi lebih cantik. Prosedur ini bisa disebut juga dengan crown lengthening. Contohnya pada kasus “gummy smile” dimana ada bagian mahkota gigi yang tertutup oleh gusi sehingga gigi terlihat lebih pendek dibandingkan gigi lainnya. “Gummy smile” umumnya terjadi pada gigi depan atas sehingga sangat mempengaruhi penampilan.

Selain itu, gingivektomi/ crown lengthening bisa juga digunakan sebelum tahap pembuatan crown (mahkota selubung) atau veneer.  Prosedur ini dilakukan untuk memperoleh struktur dan permukaanmahkota gigi lebih luas sehingga hasil akhirnya didapat bentuk crown (mahkota selubung) atau veneer yang baik. Selain untuk penampilan, gingivektomi juga penting untuk kesehatan gusi agar tidak banyak plak / sisa makanan yang terjebak pada gusi (poket gingiva).

hasil gingivektomi
Setelah gingivektomi gusi tampak lebih sehat dan penampilan lebih baik
(Sumber gambar : jdavidcrossdds.com)

 

Memperbaiki penampilan / senyuman dengan crown lengthening
Memperbaiki penampilan / senyuman dengan crown lengthening

 

Crown lengthening dalam pembuatan crown (mahkota selubung) dan veneer
Crown lengthening dalam pembuatan crown (mahkota selubung)dan veneer

 

Prosedur gingivektomi ini bisa dilakukan menggunakan tiga cara yaitu scalpel (pisau bedah) , sinar laser, atau elektrosurgeri. Ketiga cara itu sama-sama masih digunakan tapi ada beberapa perbedaan seperti waktu pengerjaan, kesulitan prosedur (perdarahan,asap, bau), waktu penyembuhan.

Alat yang digunakan Kekurangan Kelebihan
Scalpel (pisau bedah)
  • Perdarahan sulit di control sehingga area operasi kurang jelas
  • Memerlukan anestesi
  • Luka tidak steril
  • Biaya lebih murah
  • Mudah digunakan
  • Pengerjaan lebih cepat dibandingkan laser
Elektrosurgeri
  • Memerlukan anestesi
  • Saat pengerjaan ada bau terbakar
  • Untuk beberapa saat ada rasa daging terbakar di dalam mulut
  • Pemotongan jaringan  cepat, jika tidak hati-hati dapat terpotong berlebihan
  • Tidak bisa digunakan disekitar implant
  • Biaya lebih murah dibanding laser
  • Hasil potongan lebih halus
  • Memotong lebih cepat dibanding laser
  • Perdarahan minimal
  • Luka minimal, hampir tidak ada rasa sakit
  • Lebih mudah untuk contouring(membentuk gusi) terutama pada area sempit
Laser
  • Harga lebih mahal dibanding elektrosurgeri dan scalpel (pisau bedah)
  • Memotong jaringan lebih lama dibanding scalpel (pisau bedah)  dan elektrosurgeri
  • Sinar laser berbahaya (perlu perlindungan mata)
  • Tanpa anestesi atau anestesi yang dibutuhkan lebih sedikit
  • Panas yang dihasilkan lebih sedikit dibanding elektrosurgeri
  • Bisa digunakan disekitar implant
  • Perdarahan minimal
  • Penyembuhan lebih cepat dibandingkan elektrosurgeri

Di Tooth Signature Dental kami memiliki alat elektrosurgery untuk prosedur gingivektomi ini, disertai dengan staff dokter gigi yang sudah berpengalaman melakukan berbagai prosedur gingivektomi untuk berbagai indikasi perawatan yang memerlukan perawatan tersebut.
Untuk appointment dan informasi lebih lanjut silakan hubungi kontak berikut:
Whatsapp : 0899-4880-433
Line : toothsignature
Call : 0896-0194-4252


bracket-dilepas-dengan-alat-khusus.png
24/Nov/2020

Setelah berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun pemakaian behel, pastinya senang bila tiba saatnya penjadwalan untuk dilakukan pelepasan behel. Namun anda mungkin bertanya-tanya, bagaimana prosedurnya? Apakah akan terasa sakit? Berapa lamakah prosesnya?
Melalui artikel ini akan kami coba jelaskan ya

Prosedur Pelepasan Behel :

  1. Melepaskan perlekatan behel dari permukaan gigi
    Pada proses pelepasan behel/ debonding behel ini ortodontis akan mulai melepaskan behel satu persatu dengan suatu tang khusus untuk melepaskan behel. Apakah akan terasa sakit? Secara umum dapat dikatakan bahwa proses ini tidak akan menimbulkan rasa sakit, pasien hanya akan merasakan sedikit penekanan pada gigi pada saat behel sedang dilepaskan.  Pada saat behel/ bracket dilepas, akan sedikit terdengar suara berderak, namun hal ini normal karena ini adalah suara lem/ semen terlepas dari antara gigi dan behel.

    bracket-dilepas-dengan-alat-khusus
    Gambar 1. Bracket dilepas dengan alat khusus
    (sumber: dokumentasi tooth signature dental)

  2. Pembersihan lem atau semen dari permukaan gigi
    Setelah semua behel terlepas, semen/lem yang masih tersisa pada permukaan gigi akan dihilangkan dengan alat khusus (adhesive removal plier) dan kemudian permukaan email gigi akan dipoles dengan bur poles.

    permukaan gigi dipoles
    Gambar 2. Permukaan gigi dipoles dengan bur boles
    (sumber: dokumentasi tooth signature dental)

  3. Pembersihan karang gigi / scaling
    Setelah itu dilakukan prosedur pembersihan karang gigi untuk memastikan tidak ada karang gigi yang menempel pada permukaan gigi.

    proses scaling gigi
    Gambar 3. Proses pembersihan karang gigi pasca pelepasan behel
    (sumber: dokumentasi tooth signature dental)

  4. Pencetakkan gigi untuk pembuatan retainer
    Fase perawatan ortodonti belum selesai sepenuhnya sampai pasien memakai retainer. Supaya hasil perawatan ortodonti tetap terjaga dan tidak terjadi pergerakkan gigi yang tidak diinginkan pasca perawatan ortodonti, pasien perlu memakai retainer. Tentunya anda tidak mau biaya maupun waktu yang sudah anda investasikan untuk merapikan gigi terbuang sia-sia bukan?Retainer adalah suatu alat custom-made (dibuat sesuai dengan gigi pasien secara spesifik) yang dipakai untuk menahan posisi gigi setelah perawatan ortodonti/ behel dilepas.Pemakaian retainer setelah perawatan ortodonti adalah hal yang wajib, namun jangan kuatir anda tidak perlu lagi melakukan kontrol berkala setiap bulannya seperti pada saat masih melakukan perawatan ortodonti/ behel. Beberap jenis retainer dapat dilepas- pasang/ removable dan sangat nyaman dipakai. Mengenai jenis-jenis retainer, cara pemakaian dan perawatannya akan dijelaskan di blog yang lain yaa.

    Setelah proses pelepasan behel selesai, maka pasien akan dilakukan pencetakkan dengan menggunakan sendok cetak dan bahan cetak alginate. Pasien mungkin sudah tidak asing lagi dengan prosedur ini karena di awal perawatan pun pasien pernah dilakukan pencetakkan untuk pembuatan model studi.

    Dari proses pelepasan behel hingga proses pencetakkan gigi rahang atas dan bawah kira-kira memakan waktu sekitar 30-45 menit.

    proses pencetakkan pada rahang bawah
    Gambar 4. Proses pencetakan pada rahang bawah
    (sumber: dokumentasi Tooth signature Dental)

    Hasil cetakan nanti-nya akan dicor dan dibawa ke laboratorium dental untuk proses pembuatan retainer. Setelah retainer selesai dibuat, pasien akan dihubungi kembali untuk dilakukan insersi / pemasangan retainer. Biasanya pembuatan retainer tidak lama, berkisar antara 1-5 hari dari saat pencetakkan dikarenakan pasien harus segera memakai retainer pasca pelepasan behel sebab dikhawatirkan terjadi perubahan posisi gigi yang tidak diinginkan.

    jenis retainer gigi
    Gambar 5. Contoh salah satu jenis retainer, retainer essix
    (sumber: tlortho.com)

    pemakaian retainer essix transparan
    Gambar 6. Contoh pemakaian retainer essix/ transparan
    (sumber: dokumentasi tooth signature dental)

  5. Insersi retainer
    Pada kunjungan selanjutnya pasien datang untuk pengambilan dan pemasangan retainer. Pada kunjungan ini pasien akan diajarkan mengenai cara pemakaian atau pelepasan retainer serta bagaimana cara merawat dan membersihkan retainer.

Cek video berikut ya untuk melihat proses pelepasan behel

Selamat, Anda telah sampai pada fase terakhir perawatan ortodonti dan mendapatkan senyum yang anda idamkan!


spesialis-konservasi-gigi.jpg
24/Nov/2020

Pengertian konservasi gigi ialah usaha untuk merawat & mempertahankan gigi sebisa mungkin supaya kembali normal, baik dari sisi fungsi maupun bentuknya. Prakteknya seperti perawatan dan pencegahan gigi berlubang, penambalan gigi berlubang, perawatan saraf gigi yang mati, dan lain sebagainya. Yang dapat menangani masalah gigi ini tidak sembarang dokter gigi, ada spesialisasi khusus yang harus ditekuni. Dokter spesialis konservasi gigi atau biasa disebut Endodontis adalah mereka yang telah belajar secara khusus mengenai metode konservasi gigi ini.

Jadi, dokter gigi spesialis konservasi atau endodontist adalah dokter gigi yang spesialisasinya merawat atau menyelamatkan gigi yang sudah rusak untuk dapat dipertahankan selama mungkin di dalam rongga mulut dan untuk dapat berfungsi kembali dengan baik.

Asal kata “endodontik” berasal dari bahasa yunani “endo” yang berarti bagian dalam dan “odont” yang berarti gigi. Jadi seorang Endodontis dalam bidang spesialisasi giginya banyak berhubungan dengan perawatan bagian dalam gigi yaitu perawatan pulpa/ jaringan lunak di dalam gigi atau lebih dikenal dengan perawatan saluran akar / root canal treatment.

Seseorang disebut sebagai dokter gigi spesialis konservasi gigi ketika telah menyelesaikan program pendidikan dan profesi sebagai dokter gigi umum selama lebih kurang 5-6 tahun dan kemudian melanjutkan program spesialis konservasi gigi selama 2-3 tahun.

 

Kapan Harus Memilih Perawatan Dengan Dokter Gigi Spesialis Konservasi Gigi / Endodontis?

Kadang pada beberapa kasus gigi yang sakit, sulit dilakukan diagnosa dan perawatan yang akurat. Pada saat inilah anda sebaiknya memilih melakukan perawatan ke endodontist. seorang endodontis mampu melakukan perawatan saluran akar secara lebih ahli, membuat perawatan gigi senyaman mungkin dan mampu memprediksi masalah-masalah tak terduga yang mungkin timbul selama perawatan gigi.

Keuntungan melakukan perawatan gigi yang rusak ke endodontis:

  • Keterampilan klinis dan keahlian yang lebih terasah
  • Peralatan yang lebih memadai
  • Kemampuan mendiagnosa lebih akurat
  • Tingkat keberhasilan perawatan lebih tinggi

Hubungi Endodontist di Klinik Gigi Kelapa Gading Tooth Signature

Biaya konservasi gigi ini berbeda-beda, tergantung tingkat keparahan kasus yang ditangani. Setiap kasus memerlukan penanganan yang berbeda, sehingga besarnya biaya konservasi gigi yang diperlukan tentunya berbeda-beda. Silahkan berkonsultasi dengan dokter spesialis konservasi gigi untuk menentukan langkah apa yang harus diambil beserta biayanya.

Buat janji temu dengan dokter spesialis kami sekarang dari Tooth Signature disini

Call: 0896-0194-4252
WA : 0899-4880-433
Line: toothsignature


prosedur-pencetakkan-gigi.jpg
24/Nov/2020

Bila anda saat ini sedang mempertimbangkan untuk melakukan perawatan ortodonti untuk merapikan gigi, mungkin anda masih belum paham apa kira-kira yang harus dilakukan atau bagaimana prosedurnya sampai perangkat behel/ kawat gigi dapat dipasang di gigi anda.

Berikut kami coba berikan penjelasan mengenai prosedur sebelum perawatan ortodonti dapat dimulai. Semoga informasi ini dapat bermanfaat ya.

  1. Konsultasi

Dokter gigi spesialis ortodonti/ orthodontist yang akan menangani kasus anda akan membantu dalam konsultasi dan pemeriksaan awal. Anda dapat memberitahu keluhan utama mengapa anda ingin merapikan gigi, dan juga keluhan-keluhan lain yang ada menyangkut gigi dan mulut anda. Bila anda memiliki pertanyaan seputar perawatan ortodonti dan biaya-biaya yang perlu dikeluarkan, jangan ragu untuk menanyakannya, karena inilah kesempatan terbaik untuk menanyakannya.

konsultasi dan pemeriksaan gigi
konsultasi dan pemeriksaan awal

 

  1. Pemeriksaan awal

Setelah berkonsultasi, dokter akan melakukan pemeriksaan awal yang terdiri dari pemeriksaan ektraoral ( pemeriksaan sekitar mulut dan wajah), pemeriksaan intraoral (pemeriksaan dalam mulut) dan pemeriksaan fungsional seperti fungsi buka-mulut pasien (apakah ada keterbatasan dalam pergerakan sendi temporomandibular), pola penelanan, pengunyahan dan pengucapan.

 

  1. Pencetakkan gigi geligi, foto intraoral dan ektraoral/wajah

Setelah dilakukan pemeriksaan, maka gigi anda akan dicetak dengan bahan cetak khusus yaitu alginate yang ditempatkan pada tray/ sendok cetak. Sendok cetak akan ditempatkan di mulut dan didiamkan selama kurang lebih satu menit sampai alginat mengeras kemudian dikeluarkan dari dalam mulut. Hasil cetakan kemudian dicor dengan gips sehingga kemudian didapatkan model studi sebagai sarana dokter menganalisa dan membuat rencana perawatan ortodonti. Model studi ini juga berguna untuk mengetahui perkembangan perawatan ortodonti yang sedang berjalan nantinya.

prosedur pencetakkan gigi
prosedur pencetakkan gigi

 

model-pencetakkan-gigi-pasien-tooth-signature-1
model-pencetakkan-gigi-pasien-tooth-signature-2

Model studi pasien yang didapatkan dari pencetakkan gigi (sumber: dokumentasi Tooth Signature Dental)

 

Setelah itu akan dilakukan foto ekstraoral dan intraoral pada pasien dari berbagai sisi. Hasil dari pencetakan dan foto tersebut berfungsi sebagai medical record dan sarana perbandingan sebelum dan setelah perawatan ortodonti dilakukan.

foto intraoral
foto intraoral (sumber: dokumentasi Tooth Signature Dental)

 

foto ekstraoral tooth signature kelapa gading
Foto ekstraoral (sumber: dokumentasi Tooth Signature Dental)

 

  1. Foto rontgen

Setelah dilakukan pemeriksaan dan pencetakkan, maka pasien akan dilakukan foto rontgen panoramik dan sefalometri.

contoh foto panoramik gigi
contoh foto panoramik gigi (sumber: dokumentasi Tooth Signature Dental)

Foto panoramik penting untuk dapat memberikan informasi secara menyeluruh mengenai keadaan tulang rahang, akar gigi, sendi rahang, dan mengevaluasi ada tidaknya gigi yang hilang, impaksi atau gigi berlebih / supernumerary teeth yang tidak dapat terlihat hanya dengan pemeriksaan klinis/ pemeriksaan intraoral

contoh foto sefalometri dokumentasi Tooth Signature Dental Klinik gigi kelapa gading
contoh foto sefalometri (sumber: dokumentasi Tooth Signature Dental)

Foto sefalometri memberikan informasi mengenai posisi rahang dan gigi depan, selain itu juga untuk dapat memonitor pertumbuhan pada pasien dalam usia pertumbuhan. Foto sefalometri ini akan dianalisa lebih lanjut sebagai pertimbangan yang sangat penting dalam penentuan rencana perawatan. Foto ini akan dianalisa melalui suatu program komputer khusus.

analisa foto rontgen sefalometri (sumber: dokumentasi Tooth Signature klinik gigi kelapa gading)
analisa foto rontgen sefalometri (sumber: dokumentasi Tooth Signature Dental)

Gambar 8. analisa foto rontgen sefalometri (sumber: dokumentasi Tooth Signature Dental)

 

Setelah langkah-langkah tersebut di atas dilakukan maka pada pertemuan selanjutnya ortodontis akan memberikan penjelasan singkat mengenai hasil analisa yang telah dilakukan serta rencana perawatan yang akan dilakukan, dan selanjutnya behel sudah dapat dipasang.

 

Melalui penjelasan di atas, semoga anda mendapatkan gambaran dan informasi yang bermanfaat mengenai perawatan ortodonti yaa. Untuk informasi lebih lanjut anda dapat menghubungi kontak kami


cara-mengobati-sakit-gigi-berlubang.jpg
24/Nov/2020

cara mengobati sakit gigi berlubang
cara mengobati sakit gigi berlubang
“Gigi ibu sakit karena sudah berlubang besar dan mengenai saraf gigi. Gigi ini masih bisa dipertahankan, dengan perawatan saluran akar.” seorang dokter gigi menjelaskan kepada pasiennya.
“Tapi gigi saya sakit sekali,Dok. Boleh tidak dicabut saja?” ujar si pasien sambil menahan sakit.

Apakah Anda merasa familiar dengan skenario di atas? Atau Anda pernah mengalami sakit gigi?

Gigi merupakan bagian tubuh manusia yang berfungsi untuk membantu mengunyah makanan. Selain itu gigi juga berfungsi untuk membantu pelafalan saat bicara  dan mendukung penampilan. Coba bayangkan jika Anda tidak memiliki gigi? Pasti akan susah untuk mengunyah, berbicara dan penampilan menjadi kurang baik. Namun, sayangnya tidak semua masyarakat teredukasi mengenai pentingnya gigi.

Proses gigi berlubang tidak terjadi begitu saja dalam semalam. Butuh suatu proses dari gigi sehat menjadi gigi berlubang hingga sakit gigi. Gigi terdiri dari email,dentin,dan pulpa (saraf gigi). Lubang pada email (gambar a) mungkin belum ada keluhan rasa sakit atau ngilu. Namun jika terus dibiarkan maka proses karies (lubang) akan terus berjalan mencapai dentin. Pada karies (lubang) dentin (gambar b) umumnya terdapat keluhan ngilu jika makan manis/minum dingin/terselip makanan. Bila tidak ditambal oleh dokter gigi, maka karies (lubang) akan bertambah besar dan dalam (gambar c) hingga mencapai pulpa (saraf gigi). Hal ini lah yang menyebabkan sakit atau nyeri. Keluhan umumnya adalah gigi sakit berdenyut spontan (tanpa rangsangan) dalam durasi yang cukup lama bisa beberapa menit hingga jam. Jika terus dibiarkan maka bakteri akan tetap berada di dalam gigi dan dapat menyebabkan gigi menjadi mati (non-vital) dan abses (gambar d)

proses terjadinya gigi berlubang
proses terjadinya gigi berlubang

Gigi yang telah berlubang hingga mencapai pulpa (saraf gigi) jangan dulu dicabut karena masih dapat dipertahankan dengan cara perawatan saluran akar/ root canal treatment. Indikasi atau syarat dapat dilakukannya perawatan saluran akar adalah gigi dengan karies (lubang) mencapai pulpa dalam keadaan vital maupun non-vital, mahkota gigi masih dapat ditambal/direstorasi,gigi tidak goyang, kondisi akar gigi dan jaringan penyangga gigi dalam keadaan baik.

Keuntungan perawatan saluran akar adalah:

  1. menghilangkan rasa sakit gigi yang sering hilang timbul,
  2. mencegah kerusakan gigi yang berlubang menjadi lebih parah,
  3. mempertahankan gigi selama mungkin dalam rongga mulut
  4. dengan mempertahankan gigi yang terinfeksi dengan perawatan saluran akar dan tidak mencabut gigi tersebut, maka kesehatan tulang penyangga gigi / tulang alveolar lebih terpelihara, sehingga kemungkinan terjadinya absorbsi/ penurunan ketinggian tulang alveolar pun bisa dihindari
  5. dengan gigi yang lengkap tentunya fungsi pengunyahan,bicara, dan penampilan menjadi lebih baik.

 

Perawatan saluran akar memerlukan beberapa kali kunjungan perawatan. Perawatan saluran akar bertujuan untuk mengembalikan kembali fungsi gigi serta mempertahankan gigi selama mungkin di dalam rongga mulut.

Tahap perawatan saluran akar adalah sebagai berikut

  1. Anastesi lokal

Tahap ini bertujuan untuk menghilangkan rasa sakit pada saat perawatan saluran akar. Namun pada kasus gigi non-vital tidak diperlukan anastesi lokal.

  1. Pembuangan karies/ jaringan gigi yang rusak dan akses ke kamar pulpa

Karies berisi sisa makanan, jaringan nekrotik dan bakteri dibuang dari gigi menggunakan bur. Kemudian mencari akses ke kamar pulpa agar dapat membuang pulpa (saraf gigi) yang sudah terinfeksi oleh bakteri dan produknya.

  1. Pembersihan saluran akar gigi dan sterilisasi

Karies (lubang) yang sudah mencapai pulpa tidak hanya menginfeksi pulpa (saraf gigi) saja, tetapi juga dinding saluran akar dan ujung akar. Maka diperlukan pembersihan saluran akar menggunakan jarum k-file dan larutan irigasi agar pembersihan lebih optimal. Setelah dibersihkan, saluran akar diberi obat sterilisasi yang didiamkan selama 7-10 hari, kemudian gigi ditambal sementara.

  1. Pengisian saluran akar

Pada kunjungan berikutnya, setelah 7-10 hari jika tidak ada keluhan dan pemeriksaan klinis baik, dapat dilakukan pengisian saluran akar dengan gutta-percha. Pengisian saluran akar bertujuan agar saluran akar kedap sehingga kuman tidak lagi dapat masuk baik dari ujung akar maupun mahkota gigi.

  1. Restorasi / penambalan

Setelah pengisian saluran akar selesai, keberhasilan perawatan dievaluasi. Apabila sudah tidak terdapat keluhan, gigi dapat direstorasi / ditambal menggunakan komposit, onlay, post-core crown, atau crown (mahkota jaket) sesuai dengan indikasi dan keadaan mahkota gigi yang tersisa setelah perawatan saluran akar.

perawatan saluran akar
perawatan saluran akar

Memang dibutuhkan waktu dan biaya yang lebih untuk melakukan perawatan saluran akar. Tapi bukankah perawatan saluran akar lebih baik dibandingkan dengan gigi tersebut dicabut dan Anda menjadi ompong? Karena senyaman-nyamannya gigi tiruan, gigi asli yang dipertahankan tetaplah lebih baik dan lebih nyaman. Jadi jangan ragu ya untuk memulai perawatan saluran akar bila anda memerlukannya.


bracket-self-ligating.png
24/Nov/2020

Ilmu ortodonti sekarang ini telah berkembang dengan pesat. Dengan meningkatnya kebutuhan akan perawatan ortodonti yang lebih efektif dan waktu perawatan yang lebih cepat maka penggunaan bracket Self Ligating sekarang ini menjadi lebih diminati. Walaupun bracket Self Ligating itu sendiri sebenarnya sudah ada sejak tahun 1970an, namun baru akhir-akhir ini masyarakat lebih ‘aware’ akan keberadaan bracket Self Ligating. Beberapa di antara jenis bracket Self Ligating yang ada sekarang ini adalah bracket Damon® system, in-Ovation, empower, Smartclip TM , dan masih banyak lagi.

Sebenarnya apakah bracket/behel Self Ligating itu ?

Bracket Self ligating berasal dari kata “ligature” yang berarti “ untuk mengikat” dan self yang berarti “sendiri”. Jadi dapat diartikan sebagai “bracket yang dapat mengikat sendiri”.

Sedikit penjelasan: sebagai perbandingan pada bracket konvensional, o-ring/ karet digunakan untuk mengikatkan kawat (archwire) pada bracket/ behel sehingga gigi bisa perlahan digerakkan ke posisi yang benar.

bracket self ligating
Gambar 1. Sistem pengikatan kawat pada bracket self ligating berupa ‘pintu’ yang dapat dibuka tutup
menggunakan alat khusus, jadi tidak menggunakan karet lagi.

 

Pada bracket self ligating penggunaan o-ring itu sudah tidak diperlukan lagi karena bracket / behel itu sendiri memiliki sistem penguncian berupa “pintu” yang dapat menahan kawat pada posisinya tanpa perlu penggunaan karet o-ring lagi.

Keuntungan penggunaan Bracket Self Ligating :

1. Pergerakkan gigi lebih efisien dan lebih cepat
Bracket self ligating pada penggunaannya tidak memakai karet o-ring sehingga friksi atau gaya gesekan yang muncul akan jauh lebih kecil dibandingkan pada penggunaan bracket konvensional. Gaya gesek atau friksi ini cenderung menghambat pergerakkan gigi, jadi dengan berkurangnya friksi pada bracket self ligating, pergerakkan gigi pun menjadi lebih cepat dibandingkan dengan bracket konvensional

2. Pada beberapa kasus, dapat mengurangi perlunya pencabutan gigi
Pada kasus gigi berjejal, pencabutan gigi kadang diperlukan untuk mendapatkan ruangan agar gigi dapat berada pada posisi yang benar dalam lengkung gigi. Penggunaan self ligating braces dapat mengurangi perlunya pencabutan gigi dikarenakan ruangan secara natural didapatkan dengan melebarkan lengkung gigi

3. Mengurangi jumlah kunjungan/ kontrol berkala ke orthodontist.
Tidak dipungkiri, kita sekarang hidup di era dimana waktu berjalan sangat cepat dan dengan kesibukan kita di pekerjaan, rumah atau sekolah, mungkin interval waktu kontrol 3 minggu sampai 1 bulan sekali dirasakan cukup menyita waktu. Pada beberapa kasus maloklusi, interval waktu kunjungan/ kontrol berkala dapat diperpanjang menjadi 8 minggu sekali sehingga mengurangi jumlah kunjungan ke orthodontis

4. Mengurangi rasa sakit
Pada bracket self ligating, gigi dapat digerakkan dengan force / gaya tarikan yang minimal dikarenakan adanya friksi lebih kecil sehingga mengurangi juga rasa sakit yang ditimbulkan.

5. Oral Hygiene lebih terjaga
Adanya sisa makanan dan plak yang menyelip di antara bracket dan karet o-ring tidak akan terjadi pada pengguna bracket self ligating. Dikarenakan pada bracket self ligating sudah tidak menggunakan karet o-ring. Karena kebersihan lebih terjaga, maka kemungkinan terbentuknya karang gigi ataupun gigi berlubang juga lebih kecil.

6. Mengurangi risiko resorbsi akar
Resorbsi atau kerusakan akar gigi dapat terjadi akibat penarikan gigi dengan force / gaya yang terlalu besar. Dengan bracket self ligating, gigi dapat digerakkan dengan force yang ringan/ kecil sehingga kerusakan akar pun dapat diminimalisir.

7. Estetis
Seperti bracket konvensional, bracket self ligating juga memiliki pilihan dari bahan yang estetis atau clear sehingga pada penggunaannya tidak terlalu terlihat.

Melalui penjelasan di atas dapat diketahui banyaknya keuntungan dari penggunaan bracket self ligating bukan? Jadi, jangan ragu untuk mendapatkan perawatan ortodonti dengan bracket self ligating ini yaa


before-after-bleaching-gigi.jpg
24/Nov/2020

Gigi mempunyai peran penting saat seseorang tersenyum dan berbicara. Kecantikan seseorang bisa dinilai dari kondisi gigi. Warna gigi merupakan salah satu unsur yang pertama kali dinilai karena mempengaruhi perhatian sosial dan psikologis. Tidak semua orang memiliki gigi putih. Perubahan warna gigi dapat disebabkan oleh konsumsi bahan makanan berlebihan seperti kopi, teh, makanan berwarna atau tembakau, obat-obatan tertentu seperti tetracycline, terjadi benturan gigi yang menyebabkan gigi menjadi non vital, dan perubahan warna gigi karena pertambahan usia, perubahan warna dapat terjadi karena defek pada saat perkembangan gigi antara lain fluorosis, dan perubahan warna gigi karena restorasi dapat disebabkan karena logam amalgam dan komposit.

sebelum sesudah bleaching gigi
before after bleaching gigi

Tren memutihkan gigi menjadi pilihan beberapa orang untuk meningkatkan percaya diri saat berbicara dan tersenyum. Memutihkan gigi  juga sering disebut dengan bleaching. Bleaching adalah perawatan untuk mencerahkan warna gigi menggunakan aplikasi bahan kimia yang mengoksidasi pigmen organik dalam gigi. Perawatan ini akan memberikan efek gigi menjadi lebih putih dan cerah. Bahan yang digunakan untuk bleaching yaitu hydrogen peroxide atau carbamide peroxide pada konsentrasi tertentu.

Berdasarkan metodenya, bleaching dibedakan menjadi dua yaitu bleaching in office dan home bleaching. Bleaching in office hanya dapat dilakukan oleh dokter gigi di klinik dokter gigi. Waktu yang dibutuhkan sekitar 1 jam dan gigi akan langsung tampak putih dan cerah setelah perawatan. Bahan yang biasanya dipakai adalah hydrogen peroxide. Home bleaching merupakan bleaching yang dilakukan di rumah dengan menggunakan bahan bleaching yang konsentrasinya lebih rendah daripada bleaching in office sehingga gigi menjadi putih setelah beberapa hari pemakaian. Bahan yang biasanya dipakai adalah carbamide peroxide.

Indikasi perawatan bleaching yaitu pada gigi yang mengalami perubahan warna karena proses menua, konsumsi makanan dan minuman, fluorosis, serta obat, antara lain tetrasiklin. Kontra indikasi penggunaan bahan pemutih gigi karena alergi terhadap komponen bahan pemutih gigi, gigi yang sangat sensitif, hamil, restorasi gigi anterior yang berubah warna, anak- anak yang usianya dibawah 16 tahun karena dapat menyebabkan sensitif yang berkepanjangan.

Mekanisme kerja bahan pemutih gigi yaitu dengan cara masuk melalui email ke tubuli dentin dan mengoksidasi pigmen pada dentin, menyebabkan warna gigi menjadi lebih muda sehingga gigi akan terlihat lebih putih. Jadi jangan khawatir, prosedur ini aman dan tidak merusak email gigi.

 

bleaching gigi teknik pemutihan gigi

Ilustrasi mekanisme kerja bahan pemutih gigi ( credit: polawhite.com.au)

 

Prosedur bleaching in office dimulai dengan pembersihan gigi dari sisa makanan yang menempel pada permukaan gigi. Selanjutnya akan dilakukan penentuan warna awal sebelum tindakan bleaching agar dapat dievaluasi hasil sebelum dan setelah perawatan. Isolasi daerah bibir menggunakan cheek retractor dan didaerah gusi menggunakan gingival barrier. Hal ini bertujuan untuk mencegah bahan bleaching mengiritasi jaringan lunak disekitar rongga mulut. Setelah itu akan dilakukan aplikasi bahan bleaching di permukaan gigi dan dilakukan penyinaran selama 15 menit setiap satu sesi. Aplikasi bahan bleaching biasanya 3 sampai 4 sesi. Setelah selesai permukaan gigi dibersihkan dengan air dan dilakukan penentuan warna untuk mengetahui hasil perawatan.

Kelebihan dari prosedur bleaching adalah gigi akan lebih putih dalam waktu cepat, merupakan perawatan konservatif yang paling ringan dan aman untuk merawat perubahan warna gigi.  Sedangkan kekurangannya yaitu hasil perawatan ini tidak bersifat permanen sehingga gigi akan menjadi kembali ke warna semula kurang lebih setelah 8 bulan. Selain itu setelah perawatan bleaching seringkali gigi menjadi lebih sensitif selama beberapa hari dan jika bahan bleaching berkontak dengan jaringan lunak seperti gusi dan bibir maka dapat menyebabkan iritasi.

Hal-hal yang perlu dihindari setelah perawatan bleaching yaitu selama 7 hari pertama setelah perawatan hindari mengonsumsi teh, kopi, buah naga, dan merokok. Apabila semakin sering mengonsumsi makanan atau minuman tersebut maka semakin cepat gigi berubah ke warna semula. Selain itu untuk mengatasi gigi sensitif setelah bleaching dapat menggunakan pasta gigi anti sensitif atau melakukan perawatan desensitisasi ke dokter gigi. Sebaiknya jika ingin melakukan perawatan bleaching selalu konsultasi kepada dokter gigi terlebih dahulu agar hasil perawatan lebih memuaskan dan menghindari efek samping setelah bleaching.


ToothSignature Klinik Gigi Kelapa Gading Jakarta

Tooth Signature adalah Klinik Gigi Kelapa Gading, Jakarta Utara, yang menyediakan layanan Spesialis Ortodonti dari Dokter Gigi - Dokter Gigi berpengalaman, lulusan terbaik dari berbagai Universitas Ternama di Indonesia.

Cari Spesialis Ortodonti Jakarta ?
Tooth Signature tempatnya

Lokasi

Cabang Jakarta
Jl. Bulevard Raya RA19 no. 10 Kelapa Gading, Jakarta Utara

Cabang Tangerang
Ruko 1B, Jl Kelapa Gading Selatan, Blok BH10/20, Tangerang

Cabang Bekasi
Jl. Bulevard Hijau Blok B1 no 31, Harapan Indah- Bekasi Barat

Designed and optimized by SimpleBetter 2017. All Right Reserved