rahang-atas-bawah-tidak-sinkron.jpg
16/Jul/2020

Dokter gigi umum
adalah seseorang yang telah selesai mengambil pendidikan kedokteran gigi selama +/- 5-6 tahun yang berfokus pada kesehatan gigi, gusi, mulut dan rahang. Seorang dokter gigi di Indonesia akan mencantumkan gelar “drg.” di depan namanya, dan terdaftar dalam Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI).
Seorang dokter gigi dapat merawat berbagai permasalahan gigi dan mulut seperti penambalan/ perawatan gigi berlubang, perawatan gusi/gingivitis dan jaringan penyangga gigi, pembersihan karang gigi,  perawatan memutihkan gigj, dental check-up, pencabutan gigi, perawatan saluran akar ataupun pembuatan gigi tiruan.

Dokter gigi spesialis ortodonti / ortodontis
adalah seseorang yang telah terlebih dahulu menempuh pendidikan Kedokteran gigi sehingga menjadi dokter gigi (drg.), kemudian mengambil  dan menyelesaikan program spesialisasi ortodonti selama 3-4 tahun. Di Indonesia seorang Ortodontis akan terdaftar dan diakui oleh Ikatan Ortodontis Indonesia (Ikorti) dan biasanya mencantumkan gelar “Sp. Ort” dibelakang namanya.
Seorang dokter gigi spesialis ortodonti/ ortodonti mempelari secara khusus kelainan pertumbuhan dan perkembangan gigi dan wajah, maloklusi serta penanggulangannya melalui upaya preventif/ pencegahan, interseptif, dan kuratif/ pengobatan, baik secara bedah maupun non bedah, guna mengembalikan fungsi sistem stomatognatik dan estetika yang optimal.

Seorang dokter gigi spesialis ortodonti dalam prakteknya akan menangani kasus-kasus seperti:
1. Gigi berjejal
Gigi Berjejal
2. Gigi dengan spacing/berjarak-jarak

3. Kelainan hubungan rahang atas dan bawah dimana jarak gigi depan atas terletak jauh di depan gigi depan bawah (overjet besar)
Rahang atas dan bawah tidak sinkron
4. Gigi depan (anterior) bawah terletak di depan gigi depan (anterior) atas atau biasa disebut cameh / overjet negatif
cameh-overjet-negatif
5. Open bite/ gigitan depan terbuka
open bite gigitan depan terbuka
6. gigitan dalam (deep overbite)
gigitan dalam deep overbite
7. Interdigitasi yang kurang baik sehingga menyebabkan kelainan sendi temporomandibular

8. Kelainan susunan gigi dan rahang berkaitan dengan kebiasaan buruk, serta kasus-kasus lainnya

Jadi dari penjelasan di atas dapatlah disimpulkan bahwa baik dokter gigi umum maupun ortodontis keduanya adalah orang-orang yang memiliki keahlian dalam bidang perawatan kesehatan gigi geligi dan mulut, namun dokter gigi spesialis ortodonti mengkhususkan diri dalam mendiagnosis, pencegahan dan perawatan yang berhubungan dengan kelaianan gigitan (maloklusi).


prosedur-pemasangan-veneer-gigi.jpg
16/Jul/2020

Apa Itu Veneer

Saat ini banyak orang khususnya wanita yang sadar akan keindahan bentuk gigi. Berbagai cara dilakukan untuk mendapatkan gigi rapi dan senyum menawan. Mulai dari memasang kawat gigi hingga melakukan pemutihan gigi atau bleaching, tetapi prosedur tersebut seringkali memakan waktu sehingga dicarilah cara yang lebih cepat. Salah satu cara cepat yang tengah digemari adalah veneer gigi. Apa itu Veneer gigi?

harga veneer gigi di klinik gigi kelapa gading
pasang veneer gigi

Veneer gigi adalah lapisan tipis menyerupai bentuk gigi yang dibuat untuk melapisi bagian depan gigi manusia. Tujuan memasang veneer gigi untuk menutupi warna gigi yang kuning sehingga gigi jadi tampak putih, menutup celah antara gigi, memperbaiki gigi yang patah, meratakan posisi gigi yang sedikit tidak rapi sehingga membuat senyum lebih indah nan mempesona.

Keuntungan & Efek Samping

Keuntungan veneer gigi yaitu gigi akan terlihat rapi dengan cara lebih cepat, warna gigi menjadi tampak lebih putih, hasil perawatan lebih natural dan tahan lama. Meningkatkan rasa percaya diri karena senyum akan menjadi semakin baik dengan melakukan veneer gigi, membuat gigi terlihat lebih proporsional, tidak membutuhkan proses pemutihan seperti bleaching, Veneer gigi terbuat dari bahan yang kuat dan tahan lama, sehingga tetap menikmati berbagai aktivitas di dalam mulut tanpa perlu merasa khawatir.

Kerugian Veneer Gigi yaitu diperlukan pengikisan permukaan gigi hingga 0.5mm secara permanen, veneer gigi bisa terlepas walaupun sangat jarang terjadi. Untuk meminimalisir kejadian tersebut, pasien dilarang menggigit kuku, mengunyah pensil, es atau benda keras lain, karena benda-benda tersebut memberikan tekanan yang cukup besar bagi gigi.  Gigi berlubang masih mungkin terjadi pada veneer gigi sehingga pasien harus selalu mejaga kesehatan gigi dengan baik. Apabila pasien suka menggertakan gigi saat tidur maupun saat aktivitas sehari-hari juga tidak cocok menggunakan veneer karena dapat menyebabkan veneer retak. Jadi intinya pasang veneer gigi tidak sakit, tapi perlu perawatan ekstra, karena jika tidak veneer gigi bisa retak

2 Macam Veneer Gigi

Berdasarkan bahan lapisannya, terdapat dua jenis veneer, yaitu veneer langsung (direct) dan tidak langsung (indirect). Veneer direct (Composite Veneer) terbuat dari bahan resin komposit. Proses pengerjaan veneer direct bisa langsung dipasang setelah melakukan konsultasi dengan dokter gigi. Veneer ini menggunakan bahan yang biasa digunakan untuk menambal gigi. Veneer direct / veneer komposit ini biasanya tahan sekitar 2-5 tahun.

Sedangkan veneer indirect (Porcelain Veneer) dibuat dari bahan yang lebih kuat, seperti porselen atau keramik. Proses pembuatannya memerlukan lebih dari sekali kunjungan karena harus melewati tahapan konsultasi, pengasahan gigi, pencetakan gigi, dan setelah itu hasil cetakan gigi dibuat di laboratorium sesuai instruksi dokter gigi. Veneer indirect / veneer porselen ini dapat tahan hingga 15 tahun jika dirawat dengan baik.

Tentu saja perbedaan ketahanan 2 jenis veneer ini ikut menentukan perbedaan harga pemasangan veneer gigi ini. Yang porselen lebih mahal jelas, karena lebih awet. Jadi pemasangannya bisa dianggap sebagai investasi jangka panjang untuk meningkatkan penampilan senyuman anda.

Durasi pemasangan veneer pun juga berbeda-beda tergantung kepada kondisi gigi dan tingkat kerumitannya. Biasanya veneer direct memakan waktu lebih dari dua jam karena dikerjakan saat itu juga, mulai dari proses pengasahan gigi dan pengukirannya. Adapun untuk veneer indirect memakan waktu antara satu hingga dua jam atau 15 hingga 20 menit untuk satu gigi. Lamanya durasi pemasangan veneer tergantung pada jumlah gigi yang akan dipasang veneer. Biasanya gigi yang di veneer adalah gigi yang terlihat saat senyum (sebatas smile line), yaitu 8 gigi atas dan 8 gigi bawah.

Kelebihan dan kekurangan veneer direct yaitu lebih ekonomis dan praktis karena dengan sekali kunjungan ke dokter gigi veneer langsung terpasang hingga selesai. Kekurangannya adalah bahan resin komposit mudah menyerap warna sehingga mudah berubah warna dan ketahanannya tidak selama yang porcelain, hasil akhir veneer direct tidak sebaik veneer porselen, perlu pemolesan secara teratur agar gigi tetap terlihat putih dan terawat. Sedangkan kelebihan dan kekurangan veneer indirect yaitu bahan porcelain memiliki ketahananan yang lebih baik, lebih stabil  dan tidak menyerap makanan sehingga tidak cepat berubah warnanya, dan paling awet dibandingkan dengan jenis veneer lainnya, tetapi dari segi harga lebih mahal dibandingkan dengan bahan resin komposit pada veneer direct.

Prosedur Pemasangan Veneer

Prosedur secara umum pemasangan veneer indirect sebagai berikut. Pada kunjungan pertama konsultasikan masalah gigi kepada dokter gigi. Selanjutnya dokter gigi akan memeriksa kondisi gigi dan mulut serta memberikan informasi mengenai kelebihan dan kekurangan veneer, prosedur veneer, dan cara merawat gigi yang telah di veneer. Setelah pemeriksaan kondisi gigi dan mulut, dokter gigi akan melakukan pencetakan gigi untuk dijadikan model study dan pembuatan mock up menggunakan wax untuk mengetahui perkiraan hasil akhir veneer. Pada kunjungan kedua, dokter gigi akan mencobakan mock up sebelum gigi diasah sehingga pasien dapat memperkirakan hasil veneer. Apablia sudah setuju dengan bentuk mock up, maka akan dilakukan pengikisan permukaan gigi sebanyak 0,5mm. Selanjutnya akan dilakukan pencetakan akhir yang digunakan untuk pembuatan veneer porcelain di laboratorium. Proses ini membutuhkan waktu sekitar 1 sampai 2 minggu, tergantung dari jumlah veneer. Pada kunjungan ketiga, dokter gigi akan merekatkan veneer pada permukaan gigi menggunakan bahan khusus. Proses pemasangan dimulai dengan pembersihan permukaan gigi. Selanjutnya veneer porcelain dicoba terlebih dahulu. Apablia telah sesuai, permukaan gigi dan veneer dibersihkan dan dilakukan sementasi veneer menggunakan bahan perekat dan sinar. Seminggu setelah pemasangan veneer sebaiknya kontrol ke dokter gigi untuk memastikan bahwa tidak ada masalah setelah pemasangan.

tahapan proses veneer gigi
prosedur pemasangan veneer murah

Merawat Veneer & Pantangan Veneer Gigi

Berikut ini tips merawat gigi yang telah di veneer, menyikat gigi rajin 2 kali sehari pagi dan malam sebelum tidur, disarankan setelah menyikat gigi menggunakan dental floss atau benang gigi untuk membersihkan sela-sela gigi, selain itu dianjurkan rutin memeriksakan kesehatan gigi dan gusi ke dokter gigi setiap 6 bulan sekali agar struktur dan kondisi veneer gigi lebih tahan lama. Sementara pantangan veneer gigi adalah mengurangi konsumsi makanan yang dapat meninggalkan noda seperti seperti soda, wine, teh, rokok, dan kopi, hindari makanan bertekstur keras karena veneer gigi beresiko pecah bila terbentur keras.

Harga Veneer Gigi di Jakarta

Harga veneer gigi dihitung per gigi, harganya ditentukan dari jenis veneer yang ingin dipakai, apakah direct veneer / veneer komposit atau indirect veneer / veneer porselen serta berapa banyak gigi yang akan diveneer. Veneer komposit jelas lebih murah karena sifatnya yang kurang tahan lama. Harga veneer gigi komposit ini sekitar 1 sampai 2 juta rupiah per gigi. Sementara harga veneer porselen gigi sekitar 3 sampai 9 juta per gigi. Harga veneer gigi porselen memang mahal, tapi mengingat ketahanannya yang bisa dipakai sampai 15 tahun, saya rasa harganya bisa dibilang murah

Untuk informasi lebih lanjut mengenai pembuatan veneer gigi dan appointment dengan dokter spesialis konservasi bisa hubungi kontak kami:
Call: 0896-0194-4252
WA : 0899-4880-433
Line: toothsignature

 

 

 

 


pasang-kawat-gigi.jpg
16/Jul/2020

Sekarang ini perawatan ortodonti sudah menjadi sangat umum bahkan terkesan ‘dijual bebas’ , seakan-akan siapapun orangnya dapat melakukannya asalkan memiliki alat-alat yang dibutuhkan. Bukan hanya dokter gigi umum, bahkan tukang gigi atau toko behel online pun  menyediakan jasa perawatan ortodonti tersebut. Namun apakah perawatan ortodonti yang dilakukan sudah ideal dari aspek keilmuan seperti diagnosis yang tepat, rencana perawatan yang benar serta tindakan perawatan ortodonti yang dilakukan secara higienis dan baik masih dipertanyakan.

Tujuan perawatan ortodonti/behel tidaklah sesederhana mendapatkan ‘gigi rapi’ saja namun juga mendapatkan hubungan gigi geligi atas terhadap bawah yang harmonis sehingga dapat menunjang fungsi stomatognati seperti berbicara, mengunyah, menelan,dll. Untuk mendapatkan tujuan tersebut perawatan harus dilakukan secara hati-hati dan banyak aspek yang perlu dipertimbangkan seperti keadaan/kesehatan jaringan penyangga gigi, anatomi gigi dan mulut pasien, keadaan tumbuh kembang pasien (apabila pasien masih dalam masa pertumbuhan), posisi rahang dan gigi pasien yang dapat terlihat dari rontgen sefalometri (sehingga diperlukan kemampuan menganalisa foto rontgen beserta mengetahui normal/tidak normalnya posisi gigi dan rahang), etiologi/ penyebab maloklusi pada pasien (sehingga mempengaruhi rencana perawatan yang akan dilakukan), biomekanika pergerakkan gigi, keadaan sendi temporomandibular dari pasien, sifat-sifat dari material/bahan dan alat ortodonti digunakan, dan lain-lain

Sudah banyak contoh kasus perawatan yang gagal atau bahkan bertambah parah yang dilakukan oleh oknum yang tidak berpengalaman dapatlah memberikan gambaran kepada kita bahwa sangatlah penting perawatan orto/ behel dilakukan oleh seseorang dengan keahlian serta pengalaman dan pengetahuan yang mumpuni dalam bidang ortodonti, yaitu seorang dokter gigi spesialis ortodonti.

Seorang dokter gigi spesialis ortodonti/ ortodontis telah menjalani suatu program pendidikan khusus yang ekstensif, pelatihan-pelatihan khusus dan memiliki pengalaman menghadapi berbagai kasus ortodonti dengan berbagai macam jenis dan berbagai tingkat kesulitannya. Selain telah menyelesaikan program studi spesialisasi ortodonti yang cukup lama, seorang spesialis ortodonti juga diwajibkan mengikuti seminar-seminar dan pelatihan-pelatihan secara regular agar mengikuti perkembangan pengetahuan dan teknologi terbaru di bidang ortodonti. Dari penjelasan di atas anda dapat yakin bahwa anda ditangani oleh seseorang yang telah memiliki skill yang dibutuhkan dan juga profesional.

Seorang dokter gigi umum apalagi tukang gigi sayangnya tidak memiliki kompetensi dan pengetahuan yang mencukupi untuk dapat melakukan perawatan ortodonti. Kursus-kursus bidang ortodonti yang mungkin diikuti oleh dokter gigi umum hanya kursus selama 1 atau 2 hari saja. Mungkin dalam prakteknya banyak dokter gigi umum yang menawarkan biaya perawatan yang tampak lebih murah, namun bila ada yang dapat merawat gigi anda dengan lebih profesional, mengapa menghabiskan waktu dan biaya yang anda miliki dengan memasang behel pada seseorang yang kurang berkompeten, dengan risiko hasil perawatan yang tidak acceptable dan terpaksa harus dirawat ulang? Tentunya hal ini akan membuang biaya dan waktu yang lebih banyak.


black-triangle-gigi.png
16/Jul/2020

Apakah Anda pernah mendengar istilah black triangle? Black triangle adalah celah antara 2 gigi  yang disebabkan karena gusi yang turun sehingga menyebabkan celah berbentuk segitiga. Black triangle sering kali terjadi pada gigi depan namun juga bisa terjadi pada gigi belakang. Bila pada gigi depan, hal ini dapat menyebabkan masalah estetik. Tidak hanya dari segi estetik, dari segi kesehatan black triangle juga dapat mempermudah akumulasi plak dan sisa makanan di antara gigi.

black triangle gigi

 

Berikut ini adalah hal – hal yang dapat menyebabkan terjadinya black triangle:

 

  • Gusi yang turun karena penyakit periodontal (penyangga gigi)
  • Kerusakan tulang penyangga gigi
  • Gusi turun karena tipe gusi yang tipis
  • Proses penuaan natural
  • Bentuk dan ukuran gigi
  • Pada/setelah perawatan ortodonti (kawat gigi/behel) pada pasien dengan kasus gigi berjejal yang berat

 

 

Black triangle dapat diperbaiki dengan beberapa cara seperti penambalan celah dengan komposit (tambalan sewarna gigi), pemasangan veneer, pembedahan gusi, maupun dengan  perawatan ortodonti (kawat gigi/behel). 

 

Memperbaiki  black triangle dengan penambalan komposit

Dari segi ekonomis, penambalan komposit dapat menjadi pilihan untuk memperbaiki black triangle 

memperbaiki black triangle dengan penambalan komposit

 

Memperbaiki Black Triangle Di Antara Gigi dengan veneer gigi

Selain memperbaiki black triangle, veneer juga dapat memperbaiki senyum dengan perubahan bentuk serta warna gigi

veneer gigi porselen untuk memperbaiki black triangle
Sumber gambar: https://lakeforestdentalarts.com/treatment-examples/conservative-veneers/

 

Memperbaiki  black triangle dengan pembedahan gusi

Pada perawatan ini diperlukan jaringan lunak donor untuk memperbaiki black triangle (resipien).

foto sebelum perawatan

 

pengambilan donor dari langit-langit dan kemudian di jahit kembali

   

jaringan lunak donor di jahit ke daerah black triangle (resipien)

10 hari setelah pembedahan

Memperbaiki black triangle dengan perawatan ortodonti/behel

Apabila perawatan ortodonti (kawat gigi/behel) yang dipilih maka ortodontis akan melakukan IPR (interproksimal reduction) dan kombinasi dengan perawatan ortodonti. IPR adalah tindakan membentuk gigi untuk meminimalkan black triangle.

 

Nah,apakah anda salah satu yang mengalaminya?yuk konsultasikan segera dengan dokter gigi kamu dan dapatkan perawatan yang paling sesuai dengan kondisi anda

Hubungi kontak kami

WA: 0899-4880-433
Line: toothsignature
Call: 0896-0194-4252


16/Jul/2020

Saat ini perawatan ortodonti atau yang biasa disebut kawat gigi/behel bukan mejadi hal yang asing lagi bagi masyarakat. Hal umum yang diketahui oleh pasien dalam perawatan ortodonti adalah gigi akan dipasang bracket (besi yang menempel pada gigi), kawat,dan dipasang karet berwarna warni yang harus dikontrol atau diganti setiap sebulan sekali. Namun ada beberapa prosedur lainnya yang asing atau bahkan menyeramkan menurut pasien, salah satunya adalah penggunaan mini screw. Mini screw dapat menjadi salah satu penjangkaran saat pergerakan gigi terjadi dan menjadi salah satu faktor keberhasilan perawatan.

Apa itu mini screw? Mini screw adalah sekrup/pin yang sangat kecil (diameter 1,5-2mm) yang pasang ke dalam rahang yang kemudian dihubungkan ke gigi untuk membantu menggerakan gigi. Biasanya mini screw dipasang diantara akar gigi ataupun di langit-langit sesuai dengan indikasinya. Mini screw yang sudah dipasang akan dilepas jika memang sudah tidak diperlukan lagi dalam perawatan. 

 

 

Bagaimana prosedur pemasangannya? Apakah menyakitkan? Berikut prosedur pemasangan mini screw/ mini implant 

  1. Aplikasi anastesi lokal pada area yang akan dipasang (gambar A) agar pasien tetap nyaman dan tidak merasa sakit saat pemasangan
  2. Pemasangan mini screw/mini implant pada area yang sudah ditentukan dalam rencana perawatan (gambar B dan C)
  3. Mini screw/mini implant yang sudah terpasang digunakan sebagai penjangkaran dengan cara dihubungkan dengan gigi yang akan digerakan  menggunakan kawat atau karet halus (gambar D)
  4. Setelah pemasangan pasien akan diresepkan obat anti nyeri yang dapat diminum jika pasien merasakan sakit atau tidak nyaman. Pasien juga diedukasi untuk menjaga kebersihan rongga mulutnya.

 

 

Adapun indikasi penggunaan mini screw dalam perawatan orthodonti misalnya dalam penutupan celah gigi, menegakan gigi yang miring, menarik gigi yang impaksi (tertanam dalam gusi) biasanya pada gigi taring atas, gigi intrusi (terlalu masuk ke dalam), ekstrusi (gigi yang turun atau naik ke atas), mengkoreksi gigitan yang terlalu maju pada rahang atas atau rahang bawah (cameh). Dibawah ini adalah laporan kasus penggunaan mini screw yang diambil dari buku ilmiah (Sumber: Uzuner F.D. dan Aslan B.I. 2015. Miniscrew Applications in Orthodontics. Current Concepts in Dental Implants.)

 

  1. Menarik gigi taring yang gingsul
menarik gigi taring yang gingsul
  1. Intrusi gigi posterior (belakang) pada kasus gigitan depan terbuka (anterior open bite)

  1. Miniscrew digunakan sebagai penjangkaran langsung pada kasus dimana gigi geraham pertama belum erupsi sempurna

  1. Miniscrew  digunakan sebagai penjangkaran tidak langsung untuk membantu  penutupan celah dengan menggerakan gigi taring dan gigi geraham kecil

  1. Untuk intrusi gigi pada kasus gigi erupsi berlebih (lebih panjang dari gigi tetangganya)

Beberapa kasus di atas hanya sebagai contoh untuk memberikan gambaran bagaimana dan kapan penggunaan mini screw. Tidak semua kasus ortodonti membutuhkan penggunaan mini screw. Ortodontis akan melakukan evaluasi dalam perawatan untuk menilai perlu atau tidaknya mini screw digunakan untuk memaksimalkan perawatan ortodonti. Jadi tidak perlu ragu dan takut lagi jika ortodontis menyarankan kamu untuk pemasangan mini screw.


gigi-berjejal.png
16/Jul/2020

Dalam dunia kedokteran gigi,kondisi gigi berjejal merupakan salah satu gambaran maloklusi. Maloklusi merupakan kondisi menyimpang dari oklusi atau hubungan yang normal dari suatu gigi terhadap gigi yang lainnya. Gigi berjejal disebabkan karena kurangnya ruang yang diperlukan gigi  untuk tumbuh, sehingga menyebabkan gigi menjadi tumpang tindih atau bertumpuk.

 

 

Faktor-faktor yang menyebabkan gigi berjejal yaitu

  1. Faktor genetik

Ukuran rahang dan ukuran gigi manusia juga dipengaruhi oleh genetik yang diturunkan oleh orang tua kita. Misalnya bila ayah memiliki ukuran rahang dan gigi yang besar sedangkan ibu memiliki ukuran rahang dan gigi kecil. Jika anak terwarisi ukuran rahang yang kecil tetapi ukuran giginya besar, maka ruang yang diperlukan untuk gigi tidaklah cukup sehingga dapat menyebabkan gigi bertumpuk.

 

  1. kebiasaan buruk

Kebiasaan buruk yang dibiarkan akan berlanjut bahkan sampai dewasa nanti, contohnya seperti menghisap ibu jari atau menghisap bibir bawah. Menghisap ibu jari atau menghisap bibir bawah dapat menyebabkan tekanan terhadap rahang. Jika dibiarkan dalam waktu yang lama, saat pertumbuhan dan perkembangan rahang mengalami tekanan sehingga mengalami penyempitan lengkung rahang.

 

bahaya hisap jari
bahaya hisap jari

 

  1. Persistensi gigi sulung

Terkadang gigi sulung mengalami persistensi (tetap berada dalam rongga mulut) saat gigi tetap tumbuh. Hal ini menyebabkan gigi tetap tumbuh di depan maupun di belakang gigi sulung tersebut menyebabkan lengkung rahang menjadi tidak rapi.

gigi susu yang perlu dicabut
gigi susu yang perlu dicabut

 

  1. Kehilangan gigi sulung sebelum waktunya

Sering kali orang tua mengabaikan kesehatan gigi sulung, sehingga gigi sulung rusak parah dan menyebabkan kehilangan dini gigi sulung. Jika gigi tetap belum waktunya untuk tumbuh tetapi gigi sulungnya sudah tidak maka akan terjadi ruangan kosong di antara gigi. Dalam waktu yang lama, gigi yang berada di kanan dan kiri ruangan tersebut dapat bergeser menyebabkan ruangan untuk gigi yang akan tumbuh nanti berkurang.

 

Kita semua pasti ingin memiliki gigi yang rapi sehingga saat kita tersenyum menjadi lebih bagus. Namun, tak jarang kebanyakan orang yang kita temui memiliki susunan gigi berjejal. Gigi berjejal tidak hanya membuat senyum menjadi kurang estetik tapi juga dapat menimbulkan masalah gigi dan mulut. Susunan gigi yang bertumpuk membuat sisa makanan yang menempel pada gigi sulit dibersihkan yang mana bisa menyebabkan gigi menjadi berlubang ataupun terbentuk karang gigi.

Kasus gigi berjejal dapat ditangani dengan perawatan ortodonti atau yang sering disebut kawat gigi /behel oleh masyarakat pada umumnya. Perawatan ortodonti bertujuan untuk merapikan gigi sesuai dengan lengkung rahang serta memperbaiki oklusi dan hubungan rahang yang baik.


image6.jpeg
16/Jul/2020

Setelah kemarin ini cukup viral pemberitaan mengenai penggunaan plester mulut untuk mencegah bernafas melalui mulut pada saat tidur oleh salah satu artis, kali ini Tooth Signature Dental akan sedikit berbagi informasi mengenai mouth breathing, terutama mengenai dampaknya dalam hal kesehatan gigi dan mulut.

 

Pertama kali, tentunya kita harus mengetahui dahulu, apakah definisi dari mouth breathing?

Mouth breathing adalah kebiasaan bernapas melalui mulut yang pada normalnya dilakukan melalui hidung.

 

Apa sih yang menyebabkan hal tersebut?

Hal yang menyebabkan keadaan tersebut adalah gangguan pertumbuhan maupun fungsi dari rongga hidung. Gangguan dapat berupa :

  • infeksi (contoh paling sering adalah flu) dan inflamasi mukosa hidung
  • alergi kronis
  • rhinitis
  • pembesaran adenoid atau tonsil atau polip hidung, trauma pada hidung, tumor jinak lokalisata sehingga menyebabkan tersumbatnya hidung.

 

polip pada hidung
polip pada hidung
  • Deviasi septum nasal
  • Abnormalitas dari saat kelahiran seperti celah langit-langit mulut atau sindroma Pierre Robin

Gangguan-gangguan di atas cenderung menyebabkan tersumbatnya hidung yang menyebabkan seseorang membiasakan dirinya bernapas melalui mulut.

 

Bagaimana tanda-tanda dan cara mengetahui anak/orang dewasa bernapas melalui mulut? Dapat diperiksakan dengan beberapa cara :

  • Observasi : pada orang yang bernapas dengan mulut, bibir akan terlihat terbuka sepanjang waktu, wajah anak terlihat ciri-ciri “adenoid face” yaitu mata terlihat cekung, wajah terlihat panjang, mulut terbuka, gigi depan maju, lubang hidung sempit, lengkung gigi sempit, palatum/langit- langit mulut dalam
  • Meminta anak untuk menarik napas dalam melalui hidung : tidak akan ada perubahan bentuk atau ukuran pada cuping hidung
  • Tes kaca / tes kabut : dilakukan menggunakan kaca mulut dua sisi diletakkan pada bibir atas, jika udara terdapat pada kaca bagian atas, maka dia bernapas melalui hidung, jika sebaliknya, maka anak bernapas melalui mulut
  • Massler’s water holding test : anak diminta untuk menahan air penuh di dalam mulut, pada pasien yg bernapas dengan mulut tidak akan tahan lama menahannya
  • Jwemen’s butterfly test : letakkan sedikit kapas di bawah lubang hidung, jika pada hembusan napas serat kapas terkibar ke arah bawah, maka pasien bernapas melalui hidung, sebaliknya jika terkibar ke arah atas maka pasien bernapas melalui mulut

 

wajah anak mouth breathing

Wajah seorang anak yang memiliki kebiasaan mouth breathing, ditunjukkan dengan mulut yang terbuka, gigi depan maju atau berjejal, palatum dalam, mata terlihat cekung,  wajah terlihat panjang/ long-face, lubang hidung kecil

 

Perbedaan lengkung rahang pada orang normal dengan lengkung rahang anak dengan mouth breathing, terlihat lengkung giginya lebih sempit dan palatumnya dalam.

 

 

Apakah efek dari mouth breathing?

Dalam jangka pendek, bernapas melalui mulut tidak menunjukkan efek berbahaya, namun bila dilakukan dalam jangka panjang dapat menyebabkan beberapa hal merugikan terutama pada anak yang sedang dalam masa pertumbuhan.

Secara klinis, anak akan terlihat wajah adenoid, bibir tidak menutup sempurna, bibir terlihat pendek dan tebal, dagu terlihat mundur, ujung hidung mengarah ke atas, wajah sempit dan panjang, ekspresi “loss / bengong”, dan nose brigde akan terlihat datar.

 

Bagaimana Tanda-tanda klinis intraoral (dalam mulut) seseorang dengan kebisaan mouth breathing yang berkepanjangan

Bila keadaan bernapas dengan mulut dibiarkan sejak kecil dari sejak seorang anak dalam masa pertumbuhan, dapat mengakibatkan gangguan keseimbangan pada susunan gigi dan mulut dan rahang yang dinamakan maloklusi. Terlihat perubahan susunan gigi dan rahang dibandingkan kondisi normal seperti :

  • rahang atas sempit disertai palatum (langit-langit mulut) yang dalam

Palatum dalam pada pasien dengan mouth breathing

  • gigi berjejal yang disebabkan karena rahang atas yang sempit
  • gigi depan atas maju

Gigi depan maju disertai crossbite posterior pada penderita mouth breathing

 

  • open bite anterior ( gigitan terbuka pada bagian depan)
crossbite anterior pada penderita mouth-breathing (sumber: www.entokey.com)

Selain menyebabkan gangguan susunan gigi dan bentuk rahang, kebiasaan bernafas melalui mulut dapat juga mempengaruhi kesehatan gigi dan jaringan mulut, baik pada orang dewasa maupun anak- anak, yaitu:

  • meningkatnya jumlah gigi berlubang
  • semakin banyak plak gigi
  • bau mulut/gingivitis
  • radang pada gusi (gingivitis)

keadaan-keadaan di atas diakibatkan karena pada seseorang dengan mouth breathing, mulut akan menjadi sangat kering, shingga air liur/ ludah tidak dapat  menjalankan fungsinya sebagai efek self cleansing dalam mulut dan mematikan bakteri

 

Bagaimana perawatannya?

Perawatan pada mouth breathing tergantung pada penyebab utamanya. Misalkan apabila penyebabnya karena alergi atau inflamasi, biasanya dokter akan meresepkan antihistamin, atau nasal decongestant. Bila disebabkan karena tonsil atau adenoid maka dokter akan mengoperasi untuk menghilangkan tonsil dan adenoid tersebut. Pada anak-anak dengan kebiasaan mouth breathing, dapat segera ditangani dengan dokter spesialis THT dan dokter spesialis anak sehingga dokter dapat segera mengetahui penyebab mouth breathing dan melakukan perawatan untuk menghilangkan penyebabnya. Sehingga tidak mengganggu proses pertumbuhan dan kesehatan anak.

 

Bila penyebab sudah dihilangkan , kebiasaan mouth breathing sudah diatasi namun efek permanen dari mouth breathing sudah terjadi, seperti maloklusi (gigi berjejal, lengkung rahang sempit, gigi depan maju) apakah yang harus dilakukan? Disinilah peran kami sebagai dokter gigi spesialis ortodonti/ ortodontis untuk melakukan perawatan untuk memperbaiki maloklusi yang telah terjadi.


cabut-gigi.jpg
16/Jul/2020

Anda mungkin sering mendengar mengenai teman atau saudara yang sedang menjalani perawatan ortodonti dan mereka menceritakan kepada anda bahwa ada satu atau beberapa gigi yang dicabut untuk keperluan perawatan ortodonti. Beberapa orang yang mendengar mengenai hal ini mungkin kemudian menjadi takut untuk memulai menjalani perawatan ortodonti/ behel. Apakah itu termasuk anda? Oops.. jangan takut dulu ya.. melalui artikel ini kami akan coba jelaskan mengenai perlukah pencabutan dalam perawatan ortodonti/behel.

Beberapa pasien kadang tidak mengerti mengapa gigi yang sehat harus dicabut untuk mendapatkan perawatan ortodonti yang baik. Sayangnya pada beberapa kasus, pencabutan ini terkadang tidak dapat dihindari dan harus dilakukan. Walaupun kami para ortodontis sebisa mungkin menghindari adanya pencabutan dan mengusahakan pencabutan sebagai solusi terakhir, pada beberapa kasus, pencabutan gigi permanen harus dilakukan untuk mendapatkan hasil yang paling sehat, paling baik secara estetik dan paling stabil. Jangan khawatir karena keputusan adanya pencabutan sudah dianalisa secara mendalam melalui serangkaian pemeriksaan (klinis,fungsional dan radiografi) dan ortodontis hanya merencanakan pencabutan sebagai sebagai jalan keluar terakhir.

Beberapa kasus yang mungkin memerlukan pencabutan gigi adalah:

Gigi berjejal parah (severe crowding)
Gigi dapat tumbuh berjejal bila ruangan di dalam lengkung gigi tidak cukup untuk tumbuhnya gigi permanen/gigi tetap. Jika terdapat kekurangan ruang, gigi permanen yang akan tumbuh, mau tidak mau akan keluar/ tumbuh pada posisi yang tidak beraturan tergantung di posisi mana gigi tersebut “menemukan” ruangan, dan biasanya gigi akan tumbuh di luar lengkung gigi yang benar. Pada kasus ini pencabutan satu atau beberapa gigi dapat membantu mendapatkan ruangan sehingga gigi-gigi lain dapat digerakkan ke lengkung gigi yang benar dengan perawatan ortodonti

Gigi depan maju
Gigi yang maju dapat menimbulkan masalah untuk penampilan atau estetika seseorang, selain itu gigi depan sangat maju juga cenderung mudah terjadi kerusakan (misalkan karena benturan saat kecelakaan atau karena olahraga). Bila tidak ada ruangan untuk memundurkan gigi depan, pencabutan gigi permanen (biasanya gigi premolar/ geraham kecil) akan menciptakan ruangan yang diperlukan untuk merapikan dan memundurkan gigi depan tersebut ke posisi yang benar dan lebih estetik.

Asimetri dentofasial (ketidaksimetrisan dentofasial)
Tidak ada seseorang yang memiliki sisi kiri dan kanan yang sangat simetris, karenanya adalah normal bila sisi kiri dan kanan wajah agak berbeda. Namun ketika terjadi ketidaksimetrisan dentofasial yang signifikan, hal ini dapat menimbulkan masalah fungsional maupun estetis. Bila terjadi ketidakmetrisan pada gigi (misalkan garis tengah gigi yang tidak simetris dengan garis tengah wajah, ataupun ketidaksimetrisan lengkung gigi atau ketinggian bidang oklusal) , perawatan ortodonti dengan behel disertai dengan pencabutan gigi akan memberikan hasil perawatan yang baik dan keseimbangan pada gigi dan wajah. Namun bila asimetri terjadi pada tulang, pasien lebih disarankan untuk dilakukan tindakan pembedahan.

cabut gigiAdanya gigi berlebih
Gigi berlebih dapat muncul pada beberapa pasien. Adanya gigi berlebih ini akan menyebabkan gangguan untuk pertumbuhan gigi-gigi lain. Ruangan yang ada pada rahang tidak dapat mengakomodasi adanya gigi berlebih ini sehingga menyebabkan gigi-gigi yang lain menjadi tumbuh berjejal.

Gigi impaksi (tertanam di dalam tulang)
Terkadang terdapat satu atau lebih gigi yang tidak dapat tumbuh keluar dengan sempurna sehingga “tertinggal” di dalam tulang dan gusi. Gigi ini tidak dapat tumbuh keluar ke posisi normal.
Posisi gigi ini dapat terlihat melalui pemeriksaan radiografi/ rontgen. Posisi gigi impaksi ini bisa berada dalam kondisi miring ataupun horizontal. bila posisi sudut gigi relatif normal, ortodontis dapat “membawa” gigi tersebut ke posisi yang seharusnya, namun bila posisi gigi terlalu ekstrim, terkadang ekstraksi/ pencabutan adalah jalan keluar yang terbaik.

Apa Yang Terjadi Jika Suatu Kasus Ortodonti Perlu Pencabutan Namun Tidak Dilakukan

Penting untuk pasien mengerti bahwa adanya pencabutan adalah jalan terakhir yang perlu diambil seorang ortodontis setelah mempertimbangkan suatu kasus dan kemungkinan lternative perawatan yang lain. Seorang ortodontis tidak akan menyarankan pencabutan kecuali itu untuk keberhasilan suatu perawatan.
Memaksakan suatu perawatan yang memang seharusnya dilakukan pencabutan menjadi tidak dicabut akan menyebabkan masalah estetis, dan mendorong gigi melampaui tulang alveolar yang akan menyebabkan resesi gusi dan ketidakstabilan hasil perawatan. Suatu contoh jika prosedur perawatan ortodonti dilakukan pada kasus gigi berjejal yang parah tanpa dilakukan pencabutan, maka gigi depan akan menjadi maju sehingga profil wajah pasien menjadi tidak estetis

Dari penjelasan di atas tentunya sudah cukup jelas ya kalau pada kasus tertentu, terkadang pencabutan gigi memang diperlukan untuk mendapatkan hasil perawatan yang paling ideal, memberikan estetika yang terbaik dan paling stabil. Walaupun terdengar sedikit menakutkan, jangan khawatir karena sebelum memutuskan adanya pencabutan, ortodontis kami tentunya sudah melakukan pemeriksaan menyeluruh sebelumnya pada kasus yang ada dan mengusahakan sebisa mungkin suatu perawatan dilakukan tanpa pencabutan. Jadi pencabutan gigi hanya dilakukan sebagai jalan terakhir untuk mendapatkan perawatan yang terbaik.


before-after1.png
16/Jul/2020

Cameh adalah istilah yang sering digunakan untuk kondisi dimana rahang bawah lebih maju dari pada rahang atas. Dalam bahasa medis kondisi ini disebut maloklusi kelas III atau underbite

Oklusi sendiri dapat diartikan sebagai hubungan antara rahang atas dan bawah serta susunan antar gigi geligi pada saat seseorang “menggigit”. Oklusi yang ideal yaitu gigi dapat berkontak seluruhnya dengan pas dan mudah, tidak bertumpuk, tidak miring, tidak renggang/berjarak, dan gigi atas terletak sedikit lebih di depan gigi bawah seperti gambar berikut. 

gambar oklusi / gigitan ideal

Kondisi di luar kondisi ideal tersebut disebut maloklusi. Maloklusi dibagi berdasarkan jenisnya yaitu maloklusi kelas I, kelas II, dan kelas III. Seperti sudah disebutkan di atas, cameh termasuk maloklusi kelas III. Gambaran dan ciri-ciri cameh adalah sebagai berikut: 

  • Bibir atas terlihat lebih mundur dari bibir bawah
  • Area muka bawah sekitar dagu relatif panjang atau menonjol
  • Saat menggigit, gigi bawah biasanya lebih maju gigi atas

 

Atas: Normal, Bawah: Maloklusi kelas III

 

Gigi cameh

 

Nah, apakah ada teman atau saudara anda yang mengalami ciri-ciri tersebut? Atau diri anda sendiri? Segera konsultasikan ke Ortodontis, ya. 

Selain ciri-cirinya, perlu juga untuk mengetahui apa saja penyebab cameh. Cameh sebagian besar disebabkan oleh genetik/keturunan. Selain itu, ada pula yang disebabkan oleh kebiasaan buruk seperti memajukan rahang bawah saat menutup mulut. 

 

Apa saja perawatan untuk gigi cameh? 

Dokter gigi Spesialis Ortodonti akan menentukan penyebab pada masing-masing kasus sehingga dapat ditentukan diagnosis dan perawatan yang terbaik. Berdasarkan penyebabnya, cameh atau maloklusi kelas III ada bermacam-macam yaitu:

  1. Maloklusi kelas III dental

Kelainan hanya melibatkan gigi geligi, dimana susunan gigi bawah lebih maju dari yang seharusnya. Biasanya pasien akan mengalami kesulitan mengunyah. Untuk mengoreksi kasus ini, dokter gigi spesialis orthodonti akan merawat dengan penggunaan behel (orthodonti) hingga susunan gigi menjadi sedekat mungkin dengan kondisi ideal.

  1. Maloklusi kelas III skeletal  

Kelainan melibatkan tulang rahang, dimana pada masa tumbuh kembang (i) rahang bawah berkembang lebih cepat atau (ii) rahang atas kurang berkembang atau (iii) kombinasi keduanya. Akibatnya, rahang bawah akan lebih maju dari rahang atas dan wajah relatif terlihat lebih panjang atau menonjol pada area sekitar dagu. Untuk mengoreksi kasus ini pada orang dewasa dapat dilakukan

  1. penggunaan behel (orthodonti kamuflase) dan (ii) tindakan bedah orthognati. 
  2. Pada anak-anak yang masih dalam usia pertumbuhan, dapat dirawat dengan penggunaan myofunctional appliances untuk memodifikasi pertumbuhan rahangnya. 
  3. Maloklusi kelas III fungsional

Disebut juga maloklusi kelas III “semu” karena tidak ada kelainan gigi bawah yang maju maupun rahang bawah yang maju. Kondisi ini akibat dari kebiasaan memajukan rahang bawah saat menutup mulut, biasanya karena ada hambatan gigitan sehingga gigi akan mencari posisi paling nyaman saat menutup mulut. Perawatan yang diperlukan untuk kasus ini adalah mengoreksi hambatan gigitan tersebut, yaitu salah satunya dengan penggunaan behel (orthodonti).

 

Wah ternyata ada banyak jenis, penyebab, dan perawatan untuk kasus cameh, ya. Oleh karena itu, segeralah berkonsultasi dengan dokter gigi spesialis Ortodonti apabila Anda mengalami salah satu kondisi di atas. Dokter gigi akan menanyakan keluhan serta riwayat kondisi Anda, melakukan pemeriksaan fisik dan juga foto x-ray sehingga dapat ditentukan rencana perawatan yang sesuai. Lebih baik jika diketahui lebih awal sehingga kasusnya belum parah, perawatan akan lebih cepat selesai dan biaya akan lebih murah. Jika merasa sudah terlambat, jangan khawatir karena merawat dari sekarang lebih baik dari pada dibiarkan hingga muncul komplikasi yang lebih lanjut. 

 

Berikut beberapa kasus cameh yang sudah ditangani di Tooth Signature Dental 

before-after1
before-after3
before-after2
before-after4

Untuk informasi lebih lanjut dan reservasi silakan hubungi contact kami 

WA:0899-4880-433
Line:toothsignature
Call:0896-0194-4252


gambar-foto-retainer.png
16/Jul/2020

Setelah perawatan ortodonti selesai, Anda akan membutuhkan retainer untuk menjaga gigi Anda yang sudah rapih untuk berada tetap pada tempatnya. Retainer merupakan alat yang dibuat khusus untuk gigi Anda untuk menstabilkan gigi Anda pada gusi dan tulang rahang pasca perawatan ortodonti. Mengapa retainer sangat dibutuhkan? Karena secara natural, gigi terus bergerak dinamis saat digunakan tiap hari (seperti saat mengunyah dan berbicara), efeknya gigi dapat kembali bergerak ke posisi awal sebelum perawatan ortodonti (relapse), tentu jika ini terjadi pada gigi Anda yang sudah rapih pasca perawatan ortodonti pasti akan sangat merugikan baik dari segi waktu, usaha, dan biaya. Karena itu, diperlukan retainer untuk menjaga dan menstabilkan gigi Anda. Terlebih lagi gigi-gigi pasca perawatan ortodonti lebih “rentan” bergerak dibandingkan gigi yang tidak pernah dirawat ortodonti dan jika sudah relapse perlu perawatan ortodonti ulang untuk memperbaikinya.

Ada dua tipe dasar dari retainer: removable (lepas pasang) dan permanen. Ortodontis akan membantu memilih jenis retainer yang tepat sesuai perawatan dan kondisi pasien. Pasien mungkin hanya diberi satu jenis, atau bisa saja membutuhkan kedua jenis retainer untuk menjaga stabilitas giginya dengan maksimal.

jenis retainer
jenis-jenis retainer
  1. Retainer Removable

    Retainer removable terdiri dari retainer Hawley dan retainer “clear-plastic”. Secara umum, keuntungan dan kekurangan retainer removable (lepas pasang) adalah mudah dilepas ketika Anda ingin makan,berolahraga dan menyikat gigi. Retainer juga relatif mudah dan nyaman untuk didapatkan.

    Di sisi lain, kekurangannya adalah dapat hilang atau terbuang saat sedang tidak digunakan, terutama jika tidak disimpan pada tempat khusus. Jika Anda tidak rajin membersihkan, retainer dapat menjadi tempat bakteri berkembang biak. Kemudian, masalah yang sering terjadi adalah retainer removable perlu kesadaran dan kerajinan pasien untuk keberhasilannya menjaga hasil perawatan ortodonti. Pasien harus menggunakan retainer sesuai instruksi ortodonti, dan jika retainer hilang harus segera dibuatkan yang baru. Jika tidak, gigi akan relapse dan berubah posisi.  Tentunya kekurangan dari retainer lepasan bisa dihindari jika pasien kooperatif dalam menjaga dan mengikuti instruksi ortodontis. Kedua jenis retainer removable juga harus dibersihkan dengan penyikatan ringan setiap hari. Jika diperlukan, ortodontis juga dapat merekomendasikan untuk merendamnya.

    1.1 Retainer Hawley

    Disebut juga retainer kawat, retainer ini terbuat dari kawat logam tipis dan akrilik yang dibentuk agar sesuai dengan langit-langit mulut pasien atau di sepanjang bagian dalam rahang bawah Anda. Kawat logamnya melintas di permukaan luar gigi pasien untuk menjaga kesejajaran gigi.

    gambar foto retainer hawley

    Kelebihan retainer hawley, antara lain:

    1. Kawatnya dapat disesuaikan saat pemasangan sehingga lebih pas, dan jika gigi pasien masih perlu sedikit dikoreksi dapat dilakukan dengan retainer hawley.
    2. Tahan lama dan dapat bertahan bertahun-tahun jika digunakan dan dirawat dengan benar.
    3. Dapat diperbaiki jika rusak.
    4. Retainer menyentuh gigi atas dan bawah dengan tekanan yang ringan sehingga nyaman saat digunakan.

    Kekurangan retainer hawley, antara lain:

    1. Dapat mempengaruhi bicara.
    2. Kawat retainer terlihat jelas saat berbicara/tersenyum.
    3. Pada pemakaian awal, kawatnya dapat mengiritasi bibir atau pipi.

    1.2 Retainer “clear-plastic”Retainer ini dicetak agar sesuai dengan posisi dan lengkung gigi pasien. Untuk membuat retainer jenis ini, perlu dilakukan pencetakan gigi. Setelah itu, plastik atau poliuretan yang sangat tipis dipanaskan dan divakum pada cetakan.

    retainer clear plastic

    Kelebihan retainer clear-plastic, antara lain :

    1. Hampir tidak terlihat, jadi pasien lebih percaya diri saat memakainya.
    2. Tipis sehingga lebih nyaman.
    3. Tidak mempengaruhi cara berbicara.

    Kekurangan retainer clear-plastic, antara lain :

    1. Tidak dapat disesuaikan jika Anda perlu memperbaiki lengkung gigi.
    2. Jika retak atau pecah, tidak dapat diperbaiki.
    3. Dapat berubah bentuk jika terkena panas.
    4. Dapat berubah warna seiring berjalan waktu.
    5. Gigi atas dan bawah tidak dapat bersentuhan secara alami.
  2. Retainer Permanen

    Retainer permanen terdiri dari sebuah kawat tebal atau lebih dari satu kawat yang disatukan kemudian dilengkungkan dan disesuaikan dengan bentuk gigi yang sudah rapih pasca perawatan ortodonti. Kawat disemen pada bagian dalam gigi depan pasien agar tidak bergerak. Retainer ini paling sering digunakan pada gigi rahang bawah. Retainer permanen tidak dapat dilepas pasang oleh pasien sendiri, tetapi harus dilakukan oleh ortodontis. Retainer permanen sering digunakan pada gigi yang sangat besar kemungkinannya untuk relapse atau pada pasien yang sulit untuk kooperatif/ mengikuti petunjuk penggunaan retainer removable (seperti, anak kecil).

    gambar retainer permanen

    Kelebihan retainer permanen, antara lain:

    1. Pasien tidak perlu melepas pasang retainer sendiri.
    2. Retainer tidak terlihat.
    3. Tidak mempengaruhi cara berbicara.
    4. Tidak dapat hilang.
    5. Tahan lama.

    Kekurangan retainer permanen, antara lain:

    1. Pasien butuh usaha lebih untuk membersihkan retainer.
    2. Kawat logam dapat mengiritasi lidah.

     

    Masing-masing retainer mempunyai kelebihan dan kekurangan. Ortodontis akan merekomendasikan jenis retainer yang terbaik untuk setiap kondisi pasien dan kemampuan pasien dalam mengikuti instruksi pemakaian retainer. Karena dari awal perawatan ortodonti sampai pemakaian retainer berjangka waktu lama dan biaya yang tidak murah, penting untuk memilih tipe retainer yang terbaik dan nyaman untuk Anda. Jangan ragu untuk mengkonsultasikan keluhan dan masalah Anda dengan ortodontis di klinik kami.


ToothSignature Klinik Gigi Kelapa Gading Jakarta

Tooth Signature adalah Klinik Gigi Kelapa Gading, Jakarta Utara, yang menyediakan layanan Spesialis Ortodonti dari Dokter Gigi - Dokter Gigi berpengalaman, lulusan terbaik dari berbagai Universitas Ternama di Indonesia.

Cari Spesialis Ortodonti Jakarta ?
Tooth Signature tempatnya

Lokasi

Cabang Jakarta
Jl. Bulevard Raya RA19 no. 10 Kelapa Gading, Jakarta Utara

Cabang Tangerang
Ruko 1B, Jl Kelapa Gading Selatan, Blok BH10/20, Tangerang

Cabang Bekasi
Jl. Bulevard Hijau Blok B1 no 31, Harapan Indah- Bekasi Barat

Designed and optimized by SimpleBetter 2017. All Right Reserved