20/Aug/2019

Setelah kemarin ini cukup viral pemberitaan mengenai penggunaan plester mulut untuk mencegah bernafas melalui mulut pada saat tidur oleh salah satu artis, kali ini Tooth Signature Dental akan sedikit berbagi informasi mengenai mouth breathing, terutama mengenai dampaknya dalam hal kesehatan gigi dan mulut.

 

Pertama kali, tentunya kita harus mengetahui dahulu, apakah definisi dari mouth breathing?

Mouth breathing adalah kebiasaan bernapas melalui mulut yang pada normalnya dilakukan melalui hidung.

 

Apa sih yang menyebabkan hal tersebut?

Hal yang menyebabkan keadaan tersebut adalah gangguan pertumbuhan maupun fungsi dari rongga hidung. Gangguan dapat berupa :

  • infeksi (contoh paling sering adalah flu) dan inflamasi mukosa hidung
  • alergi kronis
  • rhinitis
  • pembesaran adenoid atau tonsil atau polip hidung, trauma pada hidung, tumor jinak lokalisata sehingga menyebabkan tersumbatnya hidung.

 

polip pada hidung
polip pada hidung
  • Deviasi septum nasal
  • Abnormalitas dari saat kelahiran seperti celah langit-langit mulut atau sindroma Pierre Robin

Gangguan-gangguan di atas cenderung menyebabkan tersumbatnya hidung yang menyebabkan seseorang membiasakan dirinya bernapas melalui mulut.

 

Bagaimana tanda-tanda dan cara mengetahui anak/orang dewasa bernapas melalui mulut? Dapat diperiksakan dengan beberapa cara :

  • Observasi : pada orang yang bernapas dengan mulut, bibir akan terlihat terbuka sepanjang waktu, wajah anak terlihat ciri-ciri “adenoid face” yaitu mata terlihat cekung, wajah terlihat panjang, mulut terbuka, gigi depan maju, lubang hidung sempit, lengkung gigi sempit, palatum/langit- langit mulut dalam
  • Meminta anak untuk menarik napas dalam melalui hidung : tidak akan ada perubahan bentuk atau ukuran pada cuping hidung
  • Tes kaca / tes kabut : dilakukan menggunakan kaca mulut dua sisi diletakkan pada bibir atas, jika udara terdapat pada kaca bagian atas, maka dia bernapas melalui hidung, jika sebaliknya, maka anak bernapas melalui mulut
  • Massler’s water holding test : anak diminta untuk menahan air penuh di dalam mulut, pada pasien yg bernapas dengan mulut tidak akan tahan lama menahannya
  • Jwemen’s butterfly test : letakkan sedikit kapas di bawah lubang hidung, jika pada hembusan napas serat kapas terkibar ke arah bawah, maka pasien bernapas melalui hidung, sebaliknya jika terkibar ke arah atas maka pasien bernapas melalui mulut

 

wajah anak mouth breathing

Wajah seorang anak yang memiliki kebiasaan mouth breathing, ditunjukkan dengan mulut yang terbuka, gigi depan maju atau berjejal, palatum dalam, mata terlihat cekung,  wajah terlihat panjang/ long-face, lubang hidung kecil

 

Perbedaan lengkung rahang pada orang normal dengan lengkung rahang anak dengan mouth breathing, terlihat lengkung giginya lebih sempit dan palatumnya dalam.

 

 

Apakah efek dari mouth breathing?

Dalam jangka pendek, bernapas melalui mulut tidak menunjukkan efek berbahaya, namun bila dilakukan dalam jangka panjang dapat menyebabkan beberapa hal merugikan terutama pada anak yang sedang dalam masa pertumbuhan.

Secara klinis, anak akan terlihat wajah adenoid, bibir tidak menutup sempurna, bibir terlihat pendek dan tebal, dagu terlihat mundur, ujung hidung mengarah ke atas, wajah sempit dan panjang, ekspresi “loss / bengong”, dan nose brigde akan terlihat datar.

 

Bagaimana Tanda-tanda klinis intraoral (dalam mulut) seseorang dengan kebisaan mouth breathing yang berkepanjangan

Bila keadaan bernapas dengan mulut dibiarkan sejak kecil dari sejak seorang anak dalam masa pertumbuhan, dapat mengakibatkan gangguan keseimbangan pada susunan gigi dan mulut dan rahang yang dinamakan maloklusi. Terlihat perubahan susunan gigi dan rahang dibandingkan kondisi normal seperti :

  • rahang atas sempit disertai palatum (langit-langit mulut) yang dalam

Palatum dalam pada pasien dengan mouth breathing

  • gigi berjejal yang disebabkan karena rahang atas yang sempit
  • gigi depan atas maju

Gigi depan maju disertai crossbite posterior pada penderita mouth breathing

 

  • open bite anterior ( gigitan terbuka pada bagian depan)
crossbite anterior pada penderita mouth-breathing (sumber: www.entokey.com)

Selain menyebabkan gangguan susunan gigi dan bentuk rahang, kebiasaan bernafas melalui mulut dapat juga mempengaruhi kesehatan gigi dan jaringan mulut, baik pada orang dewasa maupun anak- anak, yaitu:

  • meningkatnya jumlah gigi berlubang
  • semakin banyak plak gigi
  • bau mulut/gingivitis
  • radang pada gusi (gingivitis)

keadaan-keadaan di atas diakibatkan karena pada seseorang dengan mouth breathing, mulut akan menjadi sangat kering, shingga air liur/ ludah tidak dapat  menjalankan fungsinya sebagai efek self cleansing dalam mulut dan mematikan bakteri

 

Bagaimana perawatannya?

Perawatan pada mouth breathing tergantung pada penyebab utamanya. Misalkan apabila penyebabnya karena alergi atau inflamasi, biasanya dokter akan meresepkan antihistamin, atau nasal decongestant. Bila disebabkan karena tonsil atau adenoid maka dokter akan mengoperasi untuk menghilangkan tonsil dan adenoid tersebut. Pada anak-anak dengan kebiasaan mouth breathing, dapat segera ditangani dengan dokter spesialis THT dan dokter spesialis anak sehingga dokter dapat segera mengetahui penyebab mouth breathing dan melakukan perawatan untuk menghilangkan penyebabnya. Sehingga tidak mengganggu proses pertumbuhan dan kesehatan anak.

 

Bila penyebab sudah dihilangkan , kebiasaan mouth breathing sudah diatasi namun efek permanen dari mouth breathing sudah terjadi, seperti maloklusi (gigi berjejal, lengkung rahang sempit, gigi depan maju) apakah yang harus dilakukan? Disinilah peran kami sebagai dokter gigi spesialis ortodonti/ ortodontis untuk melakukan perawatan untuk memperbaiki maloklusi yang telah terjadi.


pasang-kawat-gigi.jpg
20/Aug/2019

Sekarang ini perawatan ortodonti sudah menjadi sangat umum bahkan terkesan ‘dijual bebas’ , seakan-akan siapapun orangnya dapat melakukannya asalkan memiliki alat-alat yang dibutuhkan. Bukan hanya dokter gigi umum, bahkan tukang gigi atau toko behel online pun  menyediakan jasa perawatan ortodonti tersebut. Namun apakah perawatan ortodonti yang dilakukan sudah ideal dari aspek keilmuan seperti diagnosis yang tepat, rencana perawatan yang benar serta tindakan perawatan ortodonti yang dilakukan secara higienis dan baik masih dipertanyakan.

Tujuan perawatan ortodonti/behel tidaklah sesederhana mendapatkan ‘gigi rapi’ saja namun juga mendapatkan hubungan gigi geligi atas terhadap bawah yang harmonis sehingga dapat menunjang fungsi stomatognati seperti berbicara, mengunyah, menelan,dll. Untuk mendapatkan tujuan tersebut perawatan harus dilakukan secara hati-hati dan banyak aspek yang perlu dipertimbangkan seperti keadaan/kesehatan jaringan penyangga gigi, anatomi gigi dan mulut pasien, keadaan tumbuh kembang pasien (apabila pasien masih dalam masa pertumbuhan), posisi rahang dan gigi pasien yang dapat terlihat dari rontgen sefalometri (sehingga diperlukan kemampuan menganalisa foto rontgen beserta mengetahui normal/tidak normalnya posisi gigi dan rahang), etiologi/ penyebab maloklusi pada pasien (sehingga mempengaruhi rencana perawatan yang akan dilakukan), biomekanika pergerakkan gigi, keadaan sendi temporomandibular dari pasien, sifat-sifat dari material/bahan dan alat ortodonti digunakan, dan lain-lain

Sudah banyak contoh kasus perawatan yang gagal atau bahkan bertambah parah yang dilakukan oleh oknum yang tidak berpengalaman dapatlah memberikan gambaran kepada kita bahwa sangatlah penting perawatan orto/ behel dilakukan oleh seseorang dengan keahlian serta pengalaman dan pengetahuan yang mumpuni dalam bidang ortodonti, yaitu seorang dokter gigi spesialis ortodonti.

Seorang dokter gigi spesialis ortodonti/ ortodontis telah menjalani suatu program pendidikan khusus yang ekstensif, pelatihan-pelatihan khusus dan memiliki pengalaman menghadapi berbagai kasus ortodonti dengan berbagai macam jenis dan berbagai tingkat kesulitannya. Selain telah menyelesaikan program studi spesialisasi ortodonti yang cukup lama, seorang spesialis ortodonti juga diwajibkan mengikuti seminar-seminar dan pelatihan-pelatihan secara regular agar mengikuti perkembangan pengetahuan dan teknologi terbaru di bidang ortodonti. Dari penjelasan di atas anda dapat yakin bahwa anda ditangani oleh seseorang yang telah memiliki skill yang dibutuhkan dan juga profesional.

Seorang dokter gigi umum apalagi tukang gigi sayangnya tidak memiliki kompetensi dan pengetahuan yang mencukupi untuk dapat melakukan perawatan ortodonti. Kursus-kursus bidang ortodonti yang mungkin diikuti oleh dokter gigi umum hanya kursus selama 1 atau 2 hari saja. Mungkin dalam prakteknya banyak dokter gigi umum yang menawarkan biaya perawatan yang tampak lebih murah, namun bila ada yang dapat merawat gigi anda dengan lebih profesional, mengapa menghabiskan waktu dan biaya yang anda miliki dengan memasang behel pada seseorang yang kurang berkompeten, dengan risiko hasil perawatan yang tidak acceptable dan terpaksa harus dirawat ulang? Tentunya hal ini akan membuang biaya dan waktu yang lebih banyak.


cabut-gigi.jpg
20/Aug/2019

Anda mungkin sering mendengar mengenai teman atau saudara yang sedang menjalani perawatan ortodonti dan mereka menceritakan kepada anda bahwa ada satu atau beberapa gigi yang dicabut untuk keperluan perawatan ortodonti. Beberapa orang yang mendengar mengenai hal ini mungkin kemudian menjadi takut untuk memulai menjalani perawatan ortodonti/ behel. Apakah itu termasuk anda? Oops.. jangan takut dulu ya.. melalui artikel ini kami akan coba jelaskan mengenai perlukah pencabutan dalam perawatan ortodonti/behel.

Beberapa pasien kadang tidak mengerti mengapa gigi yang sehat harus dicabut untuk mendapatkan perawatan ortodonti yang baik. Sayangnya pada beberapa kasus, pencabutan ini terkadang tidak dapat dihindari dan harus dilakukan. Walaupun kami para ortodontis sebisa mungkin menghindari adanya pencabutan dan mengusahakan pencabutan sebagai solusi terakhir, pada beberapa kasus, pencabutan gigi permanen harus dilakukan untuk mendapatkan hasil yang paling sehat, paling baik secara estetik dan paling stabil. Jangan khawatir karena keputusan adanya pencabutan sudah dianalisa secara mendalam melalui serangkaian pemeriksaan (klinis,fungsional dan radiografi) dan ortodontis hanya merencanakan pencabutan sebagai sebagai jalan keluar terakhir.

Beberapa kasus yang mungkin memerlukan pencabutan gigi adalah:

Gigi berjejal parah (severe crowding)
Gigi dapat tumbuh berjejal bila ruangan di dalam lengkung gigi tidak cukup untuk tumbuhnya gigi permanen/gigi tetap. Jika terdapat kekurangan ruang, gigi permanen yang akan tumbuh, mau tidak mau akan keluar/ tumbuh pada posisi yang tidak beraturan tergantung di posisi mana gigi tersebut “menemukan” ruangan, dan biasanya gigi akan tumbuh di luar lengkung gigi yang benar. Pada kasus ini pencabutan satu atau beberapa gigi dapat membantu mendapatkan ruangan sehingga gigi-gigi lain dapat digerakkan ke lengkung gigi yang benar dengan perawatan ortodonti

Gigi depan maju
Gigi yang maju dapat menimbulkan masalah untuk penampilan atau estetika seseorang, selain itu gigi depan sangat maju juga cenderung mudah terjadi kerusakan (misalkan karena benturan saat kecelakaan atau karena olahraga). Bila tidak ada ruangan untuk memundurkan gigi depan, pencabutan gigi permanen (biasanya gigi premolar/ geraham kecil) akan menciptakan ruangan yang diperlukan untuk merapikan dan memundurkan gigi depan tersebut ke posisi yang benar dan lebih estetik.

Asimetri dentofasial (ketidaksimetrisan dentofasial)
Tidak ada seseorang yang memiliki sisi kiri dan kanan yang sangat simetris, karenanya adalah normal bila sisi kiri dan kanan wajah agak berbeda. Namun ketika terjadi ketidaksimetrisan dentofasial yang signifikan, hal ini dapat menimbulkan masalah fungsional maupun estetis. Bila terjadi ketidakmetrisan pada gigi (misalkan garis tengah gigi yang tidak simetris dengan garis tengah wajah, ataupun ketidaksimetrisan lengkung gigi atau ketinggian bidang oklusal) , perawatan ortodonti dengan behel disertai dengan pencabutan gigi akan memberikan hasil perawatan yang baik dan keseimbangan pada gigi dan wajah. Namun bila asimetri terjadi pada tulang, pasien lebih disarankan untuk dilakukan tindakan pembedahan.

cabut gigiAdanya gigi berlebih
Gigi berlebih dapat muncul pada beberapa pasien. Adanya gigi berlebih ini akan menyebabkan gangguan untuk pertumbuhan gigi-gigi lain. Ruangan yang ada pada rahang tidak dapat mengakomodasi adanya gigi berlebih ini sehingga menyebabkan gigi-gigi yang lain menjadi tumbuh berjejal.

Gigi impaksi (tertanam di dalam tulang)
Terkadang terdapat satu atau lebih gigi yang tidak dapat tumbuh keluar dengan sempurna sehingga “tertinggal” di dalam tulang dan gusi. Gigi ini tidak dapat tumbuh keluar ke posisi normal.
Posisi gigi ini dapat terlihat melalui pemeriksaan radiografi/ rontgen. Posisi gigi impaksi ini bisa berada dalam kondisi miring ataupun horizontal. bila posisi sudut gigi relatif normal, ortodontis dapat “membawa” gigi tersebut ke posisi yang seharusnya, namun bila posisi gigi terlalu ekstrim, terkadang ekstraksi/ pencabutan adalah jalan keluar yang terbaik.

Apa Yang Terjadi Jika Suatu Kasus Ortodonti Perlu Pencabutan Namun Tidak Dilakukan

Penting untuk pasien mengerti bahwa adanya pencabutan adalah jalan terakhir yang perlu diambil seorang ortodontis setelah mempertimbangkan suatu kasus dan kemungkinan lternative perawatan yang lain. Seorang ortodontis tidak akan menyarankan pencabutan kecuali itu untuk keberhasilan suatu perawatan.
Memaksakan suatu perawatan yang memang seharusnya dilakukan pencabutan menjadi tidak dicabut akan menyebabkan masalah estetis, dan mendorong gigi melampaui tulang alveolar yang akan menyebabkan resesi gusi dan ketidakstabilan hasil perawatan. Suatu contoh jika prosedur perawatan ortodonti dilakukan pada kasus gigi berjejal yang parah tanpa dilakukan pencabutan, maka gigi depan akan menjadi maju sehingga profil wajah pasien menjadi tidak estetis

Dari penjelasan di atas tentunya sudah cukup jelas ya kalau pada kasus tertentu, terkadang pencabutan gigi memang diperlukan untuk mendapatkan hasil perawatan yang paling ideal, memberikan estetika yang terbaik dan paling stabil. Walaupun terdengar sedikit menakutkan, jangan khawatir karena sebelum memutuskan adanya pencabutan, ortodontis kami tentunya sudah melakukan pemeriksaan menyeluruh sebelumnya pada kasus yang ada dan mengusahakan sebisa mungkin suatu perawatan dilakukan tanpa pencabutan. Jadi pencabutan gigi hanya dilakukan sebagai jalan terakhir untuk mendapatkan perawatan yang terbaik.


gambar-foto-retainer.png
20/Aug/2019

Setelah perawatan ortodonti selesai, Anda akan membutuhkan retainer untuk menjaga gigi Anda yang sudah rapih untuk berada tetap pada tempatnya. Retainer merupakan alat yang dibuat khusus untuk gigi Anda untuk menstabilkan gigi Anda pada gusi dan tulang rahang pasca perawatan ortodonti. Mengapa retainer sangat dibutuhkan? Karena secara natural, gigi terus bergerak dinamis saat digunakan tiap hari (seperti saat mengunyah dan berbicara), efeknya gigi dapat kembali bergerak ke posisi awal sebelum perawatan ortodonti (relapse), tentu jika ini terjadi pada gigi Anda yang sudah rapih pasca perawatan ortodonti pasti akan sangat merugikan baik dari segi waktu, usaha, dan biaya. Karena itu, diperlukan retainer untuk menjaga dan menstabilkan gigi Anda. Terlebih lagi gigi-gigi pasca perawatan ortodonti lebih “rentan” bergerak dibandingkan gigi yang tidak pernah dirawat ortodonti dan jika sudah relapse perlu perawatan ortodonti ulang untuk memperbaikinya.

Ada dua tipe dasar dari retainer: removable (lepas pasang) dan permanen. Ortodontis akan membantu memilih jenis retainer yang tepat sesuai perawatan dan kondisi pasien. Pasien mungkin hanya diberi satu jenis, atau bisa saja membutuhkan kedua jenis retainer untuk menjaga stabilitas giginya dengan maksimal.

jenis retainer
jenis-jenis retainer
  1. Retainer Removable

    Retainer removable terdiri dari retainer Hawley dan retainer “clear-plastic”. Secara umum, keuntungan dan kekurangan retainer removable (lepas pasang) adalah mudah dilepas ketika Anda ingin makan,berolahraga dan menyikat gigi. Retainer juga relatif mudah dan nyaman untuk didapatkan.

    Di sisi lain, kekurangannya adalah dapat hilang atau terbuang saat sedang tidak digunakan, terutama jika tidak disimpan pada tempat khusus. Jika Anda tidak rajin membersihkan, retainer dapat menjadi tempat bakteri berkembang biak. Kemudian, masalah yang sering terjadi adalah retainer removable perlu kesadaran dan kerajinan pasien untuk keberhasilannya menjaga hasil perawatan ortodonti. Pasien harus menggunakan retainer sesuai instruksi ortodonti, dan jika retainer hilang harus segera dibuatkan yang baru. Jika tidak, gigi akan relapse dan berubah posisi.  Tentunya kekurangan dari retainer lepasan bisa dihindari jika pasien kooperatif dalam menjaga dan mengikuti instruksi ortodontis. Kedua jenis retainer removable juga harus dibersihkan dengan penyikatan ringan setiap hari. Jika diperlukan, ortodontis juga dapat merekomendasikan untuk merendamnya.

    1.1 Retainer Hawley

    Disebut juga retainer kawat, retainer ini terbuat dari kawat logam tipis dan akrilik yang dibentuk agar sesuai dengan langit-langit mulut pasien atau di sepanjang bagian dalam rahang bawah Anda. Kawat logamnya melintas di permukaan luar gigi pasien untuk menjaga kesejajaran gigi.

    gambar foto retainer hawley

    Kelebihan retainer hawley, antara lain:

    1. Kawatnya dapat disesuaikan saat pemasangan sehingga lebih pas, dan jika gigi pasien masih perlu sedikit dikoreksi dapat dilakukan dengan retainer hawley.
    2. Tahan lama dan dapat bertahan bertahun-tahun jika digunakan dan dirawat dengan benar.
    3. Dapat diperbaiki jika rusak.
    4. Retainer menyentuh gigi atas dan bawah dengan tekanan yang ringan sehingga nyaman saat digunakan.

    Kekurangan retainer hawley, antara lain:

    1. Dapat mempengaruhi bicara.
    2. Kawat retainer terlihat jelas saat berbicara/tersenyum.
    3. Pada pemakaian awal, kawatnya dapat mengiritasi bibir atau pipi.

    1.2 Retainer “clear-plastic”Retainer ini dicetak agar sesuai dengan posisi dan lengkung gigi pasien. Untuk membuat retainer jenis ini, perlu dilakukan pencetakan gigi. Setelah itu, plastik atau poliuretan yang sangat tipis dipanaskan dan divakum pada cetakan.

    retainer clear plastic

    Kelebihan retainer clear-plastic, antara lain :

    1. Hampir tidak terlihat, jadi pasien lebih percaya diri saat memakainya.
    2. Tipis sehingga lebih nyaman.
    3. Tidak mempengaruhi cara berbicara.

    Kekurangan retainer clear-plastic, antara lain :

    1. Tidak dapat disesuaikan jika Anda perlu memperbaiki lengkung gigi.
    2. Jika retak atau pecah, tidak dapat diperbaiki.
    3. Dapat berubah bentuk jika terkena panas.
    4. Dapat berubah warna seiring berjalan waktu.
    5. Gigi atas dan bawah tidak dapat bersentuhan secara alami.
  2. Retainer Permanen

    Retainer permanen terdiri dari sebuah kawat tebal atau lebih dari satu kawat yang disatukan kemudian dilengkungkan dan disesuaikan dengan bentuk gigi yang sudah rapih pasca perawatan ortodonti. Kawat disemen pada bagian dalam gigi depan pasien agar tidak bergerak. Retainer ini paling sering digunakan pada gigi rahang bawah. Retainer permanen tidak dapat dilepas pasang oleh pasien sendiri, tetapi harus dilakukan oleh ortodontis. Retainer permanen sering digunakan pada gigi yang sangat besar kemungkinannya untuk relapse atau pada pasien yang sulit untuk kooperatif/ mengikuti petunjuk penggunaan retainer removable (seperti, anak kecil).

    gambar retainer permanen

    Kelebihan retainer permanen, antara lain:

    1. Pasien tidak perlu melepas pasang retainer sendiri.
    2. Retainer tidak terlihat.
    3. Tidak mempengaruhi cara berbicara.
    4. Tidak dapat hilang.
    5. Tahan lama.

    Kekurangan retainer permanen, antara lain:

    1. Pasien butuh usaha lebih untuk membersihkan retainer.
    2. Kawat logam dapat mengiritasi lidah.

     

    Masing-masing retainer mempunyai kelebihan dan kekurangan. Ortodontis akan merekomendasikan jenis retainer yang terbaik untuk setiap kondisi pasien dan kemampuan pasien dalam mengikuti instruksi pemakaian retainer. Karena dari awal perawatan ortodonti sampai pemakaian retainer berjangka waktu lama dan biaya yang tidak murah, penting untuk memilih tipe retainer yang terbaik dan nyaman untuk Anda. Jangan ragu untuk mengkonsultasikan keluhan dan masalah Anda dengan ortodontis di klinik kami.


Screenshot11.png
20/Aug/2019

Prosedur Gingivektomi / Crown Lengthening dapat dilakukan oleh dokter gigi atau spesialis periodonti (jaringan penyangga gigi). Waktu pengerjaan yang dibutuhkan  tergantung dari jumlah / area yang dikerjakan (1 gigi atau lebih tergantung dari kebutuhan atau keadaan gigi pasien) dan alat yang digunakan. Selain itu pada beberapa kasus terkadang memerlukan pembuangan tulang penyangga gigi sehingga waktu yang diperlukan lebih lama. Sebelum prosedur ini dilakukan pasien disarankan untuk menjaga kebersihan mulutnya, dan dilakukan pembersihan plak dan kalkulus.

Alat elektrosurgeri servotome di Tooth Signature Dental (source: dokumentasi Tooth Signature)
Alat elektrosurgeri servotome di Tooth Signature Dental (source: dokumentasi Tooth Signature)

 

1. Anestesi lokal pada area operasi

tahap 1 crown lengthening

Tahap ini berguna untuk memberi rasa baal sehingga tidak sakit dan lebih nyaman saat prosedur dilakukan

 

2. Memberi tanda pada area yang akan dipotong sebagai panduan

Sebelum dilakukan pemotongan baik dengan scalpel (pisau bedah) , sinar laser, atau elektrosurgeri gusi diberi tanda bagian mana yang akan dibuang. Bisa menggunakan probe/ pen khusus rongga mulut

 

3. Pemotongan Gusi

pemotongan gusi (source: dokumentasi tooth signature)
pemotongan gusi (source: dokumentasi tooth signature)

Pemotongan gusi dengan membentuk sudut 45 derajat terhadap sumbu gigi  dan kemudian dibentuk sesuai panduan yang sudah dibuat. Setelah itu dilakukan pembuangan tulang jika diperlukan.

 

4. Penjahitan dan penutupan luka dengan pek periodontal

Tahap ini dilakukan jika menggunakan scalpel (pisau bedah) dan atau dibutuhkan pembuangan tulang. Bila menggunakan elektrosurgeri atau laser tidak dibutuhkan penjahitan karena luka dan perdarahan minimal

 

BEFORE AND AFTER GINGIVEKTOMI

Foto sebelum dan sesudah gingivektomi. Gambar kanan adalah sesaat sesudah prosedur gingivektomi, terlihat perdarahan gusi sangat minimal. (source: dokumentasi Tooth Signature Dental)
Foto sebelum dan sesudah gingivektomi. Gambar kanan adalah sesaat sesudah prosedur gingivektomi, terlihat perdarahan gusi sangat minimal. (source: dokumentasi Tooth Signature Dental)

 

Gingivektomi juga bisa dilakukan pada saat masih menggunakan behel/ kawat gigi pada gusi yang mengalami hyperplasia/ pembesaran gusi (Kiri: sebelum gingivektomi, kanan sesaat setelah gingivektomi) source: dokumentasi pribadi Tooth Signature Dental
Gingivektomi juga bisa dilakukan pada saat masih menggunakan behel/ kawat gigi pada gusi yang mengalami hyperplasia/ pembesaran gusi (Kiri: sebelum gingivektomi, kanan sesaat setelah gingivektomi) source: dokumentasi pribadi Tooth Signature Dental

 

Untuk appointment dan informasi lebih lanjut silakan hubungi kontak berikut:

Whatsapp  : 0899-4880-433

Line             : toothsignature

Call              : 0896-0194-4252


Screenshot7.png
20/Aug/2019

Gingivektomi berasal dari istilah “gingiva” yang artinya gusi dan “ectomy” yang artinya pembuangan bagian dari tubuh. Gingivektomi berarti  pembuangan jaringan gusi, tindakan ini memerlukan pembedahan. Awalnya gingivektomi digunakan sebagai perawatan untuk penyakit gusi yaitu dengan membuang jaringan gusi yang bermasalah contohnya pada poket gingiva atau hiperplasia gingiva (bertumbuhan berlebih dari gusi).

Sekarang ini, gingivektomi juga digunakan untuk kepentingan estetik dental dengan cara memperbaiki bentuk gusi sehingga saat senyum penampilan menjadi lebih cantik. Prosedur ini bisa disebut juga dengan crown lengthening. Contohnya pada kasus “gummy smile” dimana ada bagian mahkota gigi yang tertutup oleh gusi sehingga gigi terlihat lebih pendek dibandingkan gigi lainnya. “Gummy smile” umumnya terjadi pada gigi depan atas sehingga sangat mempengaruhi penampilan.

Selain itu, gingivektomi/ crown lengthening bisa juga digunakan sebelum tahap pembuatan crown (mahkota selubung) atau veneer.  Prosedur ini dilakukan untuk memperoleh struktur dan permukaanmahkota gigi lebih luas sehingga hasil akhirnya didapat bentuk crown (mahkota selubung) atau veneer yang baik. Selain untuk penampilan, gingivektomi juga penting untuk kesehatan gusi agar tidak banyak plak / sisa makanan yang terjebak pada gusi (poket gingiva).

hasil gingivektomi
Setelah gingivektomi gusi tampak lebih sehat dan penampilan lebih baik
(Sumber gambar : jdavidcrossdds.com)

 

Memperbaiki penampilan / senyuman dengan crown lengthening
Memperbaiki penampilan / senyuman dengan crown lengthening

 

Crown lengthening dalam pembuatan crown (mahkota selubung) dan veneer
Crown lengthening dalam pembuatan crown (mahkota selubung)dan veneer

 

Prosedur gingivektomi ini bisa dilakukan menggunakan tiga cara yaitu scalpel (pisau bedah) , sinar laser, atau elektrosurgeri. Ketiga cara itu sama-sama masih digunakan tapi ada beberapa perbedaan seperti waktu pengerjaan, kesulitan prosedur (perdarahan,asap, bau), waktu penyembuhan.

Alat yang digunakan Kekurangan Kelebihan
Scalpel (pisau bedah)
  • Perdarahan sulit di control sehingga area operasi kurang jelas
  • Memerlukan anestesi
  • Luka tidak steril
  • Biaya lebih murah
  • Mudah digunakan
  • Pengerjaan lebih cepat dibandingkan laser
Elektrosurgeri
  • Memerlukan anestesi
  • Saat pengerjaan ada bau terbakar
  • Untuk beberapa saat ada rasa daging terbakar di dalam mulut
  • Pemotongan jaringan  cepat, jika tidak hati-hati dapat terpotong berlebihan
  • Tidak bisa digunakan disekitar implant
  • Biaya lebih murah dibanding laser
  • Hasil potongan lebih halus
  • Memotong lebih cepat dibanding laser
  • Perdarahan minimal
  • Luka minimal, hampir tidak ada rasa sakit
  • Lebih mudah untuk contouring(membentuk gusi) terutama pada area sempit
Laser
  • Harga lebih mahal dibanding elektrosurgeri dan scalpel (pisau bedah)
  • Memotong jaringan lebih lama dibanding scalpel (pisau bedah)  dan elektrosurgeri
  • Sinar laser berbahaya (perlu perlindungan mata)
  • Tanpa anestesi atau anestesi yang dibutuhkan lebih sedikit
  • Panas yang dihasilkan lebih sedikit dibanding elektrosurgeri
  • Bisa digunakan disekitar implant
  • Perdarahan minimal
  • Penyembuhan lebih cepat dibandingkan elektrosurgeri

Di Tooth Signature Dental kami memiliki alat elektrosurgery untuk prosedur gingivektomi ini, disertai dengan staff dokter gigi yang sudah berpengalaman melakukan berbagai prosedur gingivektomi untuk berbagai indikasi perawatan yang memerlukan perawatan tersebut.
Untuk appointment dan informasi lebih lanjut silakan hubungi kontak berikut:
Whatsapp : 0899-4880-433
Line : toothsignature
Call : 0896-0194-4252


bracket-dilepas-dengan-alat-khusus.png
20/Aug/2019

Setelah berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun pemakaian behel, pastinya senang bila tiba saatnya penjadwalan untuk dilakukan pelepasan behel. Namun anda mungkin bertanya-tanya, bagaimana prosedurnya? Apakah akan terasa sakit? Berapa lamakah prosesnya?
Melalui artikel ini akan kami coba jelaskan ya

Prosedur Pelepasan Behel :

  1. Melepaskan perlekatan behel dari permukaan gigi
    Pada proses pelepasan behel/ debonding behel ini ortodontis akan mulai melepaskan behel satu persatu dengan suatu tang khusus untuk melepaskan behel. Apakah akan terasa sakit? Secara umum dapat dikatakan bahwa proses ini tidak akan menimbulkan rasa sakit, pasien hanya akan merasakan sedikit penekanan pada gigi pada saat behel sedang dilepaskan.  Pada saat behel/ bracket dilepas, akan sedikit terdengar suara berderak, namun hal ini normal karena ini adalah suara lem/ semen terlepas dari antara gigi dan behel.

    bracket-dilepas-dengan-alat-khusus
    Gambar 1. Bracket dilepas dengan alat khusus
    (sumber: dokumentasi tooth signature dental)

  2. Pembersihan lem atau semen dari permukaan gigi
    Setelah semua behel terlepas, semen/lem yang masih tersisa pada permukaan gigi akan dihilangkan dengan alat khusus (adhesive removal plier) dan kemudian permukaan email gigi akan dipoles dengan bur poles.

    permukaan gigi dipoles
    Gambar 2. Permukaan gigi dipoles dengan bur boles
    (sumber: dokumentasi tooth signature dental)

  3. Pembersihan karang gigi / scaling
    Setelah itu dilakukan prosedur pembersihan karang gigi untuk memastikan tidak ada karang gigi yang menempel pada permukaan gigi.

    proses scaling gigi
    Gambar 3. Proses pembersihan karang gigi pasca pelepasan behel
    (sumber: dokumentasi tooth signature dental)

  4. Pencetakkan gigi untuk pembuatan retainer
    Fase perawatan ortodonti belum selesai sepenuhnya sampai pasien memakai retainer. Supaya hasil perawatan ortodonti tetap terjaga dan tidak terjadi pergerakkan gigi yang tidak diinginkan pasca perawatan ortodonti, pasien perlu memakai retainer. Tentunya anda tidak mau biaya maupun waktu yang sudah anda investasikan untuk merapikan gigi terbuang sia-sia bukan?Retainer adalah suatu alat custom-made (dibuat sesuai dengan gigi pasien secara spesifik) yang dipakai untuk menahan posisi gigi setelah perawatan ortodonti/ behel dilepas.Pemakaian retainer setelah perawatan ortodonti adalah hal yang wajib, namun jangan kuatir anda tidak perlu lagi melakukan kontrol berkala setiap bulannya seperti pada saat masih melakukan perawatan ortodonti/ behel. Beberap jenis retainer dapat dilepas- pasang/ removable dan sangat nyaman dipakai. Mengenai jenis-jenis retainer, cara pemakaian dan perawatannya akan dijelaskan di blog yang lain yaa.

    Setelah proses pelepasan behel selesai, maka pasien akan dilakukan pencetakkan dengan menggunakan sendok cetak dan bahan cetak alginate. Pasien mungkin sudah tidak asing lagi dengan prosedur ini karena di awal perawatan pun pasien pernah dilakukan pencetakkan untuk pembuatan model studi.

    Dari proses pelepasan behel hingga proses pencetakkan gigi rahang atas dan bawah kira-kira memakan waktu sekitar 30-45 menit.

    proses pencetakkan pada rahang bawah
    Gambar 4. Proses pencetakan pada rahang bawah
    (sumber: dokumentasi Tooth signature Dental)

    Hasil cetakan nanti-nya akan dicor dan dibawa ke laboratorium dental untuk proses pembuatan retainer. Setelah retainer selesai dibuat, pasien akan dihubungi kembali untuk dilakukan insersi / pemasangan retainer. Biasanya pembuatan retainer tidak lama, berkisar antara 1-5 hari dari saat pencetakkan dikarenakan pasien harus segera memakai retainer pasca pelepasan behel sebab dikhawatirkan terjadi perubahan posisi gigi yang tidak diinginkan.

    jenis retainer gigi
    Gambar 5. Contoh salah satu jenis retainer, retainer essix
    (sumber: tlortho.com)

    pemakaian retainer essix transparan
    Gambar 6. Contoh pemakaian retainer essix/ transparan
    (sumber: dokumentasi tooth signature dental)

  5. Insersi retainer
    Pada kunjungan selanjutnya pasien datang untuk pengambilan dan pemasangan retainer. Pada kunjungan ini pasien akan diajarkan mengenai cara pemakaian atau pelepasan retainer serta bagaimana cara merawat dan membersihkan retainer.

Cek video berikut ya untuk melihat proses pelepasan behel

Selamat, Anda telah sampai pada fase terakhir perawatan ortodonti dan mendapatkan senyum yang anda idamkan!


spesialis-konservasi-gigi.jpg
20/Aug/2019

Pengertian konservasi gigi ialah usaha untuk merawat & mempertahankan gigi sebisa mungkin supaya kembali normal, baik dari sisi fungsi maupun bentuknya. Prakteknya seperti perawatan dan pencegahan gigi berlubang, penambalan gigi berlubang, perawatan saraf gigi yang mati, dan lain sebagainya. Yang dapat menangani masalah gigi ini tidak sembarang dokter gigi, ada spesialisasi khusus yang harus ditekuni. Dokter spesialis konservasi gigi atau biasa disebut Endodontis adalah mereka yang telah belajar secara khusus mengenai metode konservasi gigi ini.

Jadi, dokter gigi spesialis konservasi atau endodontist adalah dokter gigi yang spesialisasinya merawat atau menyelamatkan gigi yang sudah rusak untuk dapat dipertahankan selama mungkin di dalam rongga mulut dan untuk dapat berfungsi kembali dengan baik.

Asal kata “endodontik” berasal dari bahasa yunani “endo” yang berarti bagian dalam dan “odont” yang berarti gigi. Jadi seorang Endodontis dalam bidang spesialisasi giginya banyak berhubungan dengan perawatan bagian dalam gigi yaitu perawatan pulpa/ jaringan lunak di dalam gigi atau lebih dikenal dengan perawatan saluran akar / root canal treatment.

Seseorang disebut sebagai dokter gigi spesialis konservasi gigi ketika telah menyelesaikan program pendidikan dan profesi sebagai dokter gigi umum selama lebih kurang 5-6 tahun dan kemudian melanjutkan program spesialis konservasi gigi selama 2-3 tahun.

 

Kapan Harus Memilih Perawatan Dengan Dokter Gigi Spesialis Konservasi Gigi / Endodontis?

Kadang pada beberapa kasus gigi yang sakit, sulit dilakukan diagnosa dan perawatan yang akurat. Pada saat inilah anda sebaiknya memilih melakukan perawatan ke endodontist. seorang endodontis mampu melakukan perawatan saluran akar secara lebih ahli, membuat perawatan gigi senyaman mungkin dan mampu memprediksi masalah-masalah tak terduga yang mungkin timbul selama perawatan gigi.

Keuntungan melakukan perawatan gigi yang rusak ke endodontis:

  • Keterampilan klinis dan keahlian yang lebih terasah
  • Peralatan yang lebih memadai
  • Kemampuan mendiagnosa lebih akurat
  • Tingkat keberhasilan perawatan lebih tinggi

Hubungi Endodontist di Klinik Gigi Kelapa Gading Tooth Signature

Biaya konservasi gigi ini berbeda-beda, tergantung tingkat keparahan kasus yang ditangani. Setiap kasus memerlukan penanganan yang berbeda, sehingga besarnya biaya konservasi gigi yang diperlukan tentunya berbeda-beda. Silahkan berkonsultasi dengan dokter spesialis konservasi gigi untuk menentukan langkah apa yang harus diambil beserta biayanya.

Buat janji temu dengan dokter spesialis kami sekarang dari Tooth Signature disini

Call: 0896-0194-4252
WA : 0899-4880-433
Line: toothsignature


prosedur-pemasangan-veneer-gigi.jpg
20/Aug/2019

Apa Itu Veneer

Saat ini banyak orang khususnya wanita yang sadar akan keindahan bentuk gigi. Berbagai cara dilakukan untuk mendapatkan gigi rapi dan senyum menawan. Mulai dari memasang kawat gigi hingga melakukan pemutihan gigi atau bleaching, tetapi prosedur tersebut seringkali memakan waktu sehingga dicarilah cara yang lebih cepat. Salah satu cara cepat yang tengah digemari adalah veneer gigi. Apa itu Veneer gigi?

harga veneer gigi di klinik gigi kelapa gading
pasang veneer gigi

Veneer gigi adalah lapisan tipis menyerupai bentuk gigi yang dibuat untuk melapisi bagian depan gigi manusia. Tujuan memasang veneer gigi untuk menutupi warna gigi yang kuning sehingga gigi jadi tampak putih, menutup celah antara gigi, memperbaiki gigi yang patah, meratakan posisi gigi yang sedikit tidak rapi sehingga membuat senyum lebih indah nan mempesona.

Keuntungan & Efek Samping

Keuntungan veneer gigi yaitu gigi akan terlihat rapi dengan cara lebih cepat, warna gigi menjadi tampak lebih putih, hasil perawatan lebih natural dan tahan lama. Meningkatkan rasa percaya diri karena senyum akan menjadi semakin baik dengan melakukan veneer gigi, membuat gigi terlihat lebih proporsional, tidak membutuhkan proses pemutihan seperti bleaching, Veneer gigi terbuat dari bahan yang kuat dan tahan lama, sehingga tetap menikmati berbagai aktivitas di dalam mulut tanpa perlu merasa khawatir.

Kerugian Veneer Gigi yaitu diperlukan pengikisan permukaan gigi hingga 0.5mm secara permanen, veneer gigi bisa terlepas walaupun sangat jarang terjadi. Untuk meminimalisir kejadian tersebut, pasien dilarang menggigit kuku, mengunyah pensil, es atau benda keras lain, karena benda-benda tersebut memberikan tekanan yang cukup besar bagi gigi.  Gigi berlubang masih mungkin terjadi pada veneer gigi sehingga pasien harus selalu mejaga kesehatan gigi dengan baik. Apabila pasien suka menggertakan gigi saat tidur maupun saat aktivitas sehari-hari juga tidak cocok menggunakan veneer karena dapat menyebabkan veneer retak. Jadi intinya pasang veneer gigi tidak sakit, tapi perlu perawatan ekstra, karena jika tidak veneer gigi bisa retak

2 Macam Veneer

Berdasarkan bahan lapisannya, terdapat dua jenis veneer, yaitu veneer langsung (direct) dan tidak langsung (indirect). Veneer direct (Composite Veneer) terbuat dari bahan resin komposit. Proses pengerjaan veneer direct bisa langsung dipasang setelah melakukan konsultasi dengan dokter gigi. Veneer ini menggunakan bahan yang biasa digunakan untuk menambal gigi. Veneer direct / veneer komposit ini biasanya tahan sekitar 2-5 tahun.

Sedangkan veneer indirect (Porcelain Veneer) dibuat dari bahan yang lebih kuat, seperti porselen atau keramik. Proses pembuatannya memerlukan lebih dari sekali kunjungan karena harus melewati tahapan konsultasi, pengasahan gigi, pencetakan gigi, dan setelah itu hasil cetakan gigi dibuat di laboratorium sesuai instruksi dokter gigi. Veneer indirect / veneer porselen ini dapat tahan hingga 15 tahun jika dirawat dengan baik

Durasi pemasangan veneer pun juga berbeda-beda tergantung kepada kondisi gigi dan tingkat kerumitannya. Biasanya veneer direct memakan waktu lebih dari dua jam karena dikerjakan saat itu juga, mulai dari proses pengasahan gigi dan pengukirannya. Adapun untuk veneer indirect memakan waktu antara satu hingga dua jam atau 15 hingga 20 menit untuk satu gigi. Lamanya durasi pemasangan veneer tergantung pada jumlah gigi yang akan dipasang veneer. Biasanya gigi yang di veneer adalah gigi yang terlihat saat senyum (sebatas smile line), yaitu 8 gigi atas dan 8 gigi bawah.

Kelebihan dan kekurangan veneer direct yaitu lebih ekonomis dan praktis karena dengan sekali kunjungan ke dokter gigi veneer langsung terpasang hingga selesai. Kekurangannya adalah bahan resin komposit mudah menyerap warna sehingga mudah berubah warna dan ketahanannya tidak selama yang porcelain, hasil akhir veneer direct tidak sebaik veneer porselen, perlu pemolesan secara teratur agar gigi tetap terlihat putih dan terawat. Sedangkan kelebihan dan kekurangan veneer indirect yaitu bahan porcelain memiliki ketahananan yang lebih baik, lebih stabil  dan tidak menyerap makanan sehingga tidak cepat berubah warnanya, dan paling awet dibandingkan dengan jenis veneer lainnya, tetapi dari segi harga lebih mahal dibandingkan dengan bahan resin komposit pada veneer direct.

Prosedur Pemasangan Veneer

Prosedur secara umum pemasangan veneer indirect sebagai berikut. Pada kunjungan pertama konsultasikan masalah gigi kepada dokter gigi. Selanjutnya dokter gigi akan memeriksa kondisi gigi dan mulut serta memberikan informasi mengenai kelebihan dan kekurangan veneer, prosedur veneer, dan cara merawat gigi yang telah di veneer. Setelah pemeriksaan kondisi gigi dan mulut, dokter gigi akan melakukan pencetakan gigi untuk dijadikan model study dan pembuatan mock up menggunakan wax untuk mengetahui perkiraan hasil akhir veneer. Pada kunjungan kedua, dokter gigi akan mencobakan mock up sebelum gigi diasah sehingga pasien dapat memperkirakan hasil veneer. Apablia sudah setuju dengan bentuk mock up, maka akan dilakukan pengikisan permukaan gigi sebanyak 0,5mm. Selanjutnya akan dilakukan pencetakan akhir yang digunakan untuk pembuatan veneer porcelain di laboratorium. Proses ini membutuhkan waktu sekitar 1 sampai 2 minggu, tergantung dari jumlah veneer. Pada kunjungan ketiga, dokter gigi akan merekatkan veneer pada permukaan gigi menggunakan bahan khusus. Proses pemasangan dimulai dengan pembersihan permukaan gigi. Selanjutnya veneer pocelain dicoba terlebih dahulu. Apablia telah sesuai, permukaan gigi dan veneer dibersihkan dan dilakukan sementasi veneer menggunakan bahan perekat dan sinar. Seminggu setelah pemasangan veneer sebaiknya kontrol ke dokter gigi untuk memastikan bahwa tidak ada masalah setelah pemasangan.

tahapan proses veneer gigi
prosedur pemasangan veneer murah

Merawat Veneer & Pantangan Veneer Gigi

Berikut ini tips merawat gigi yang telah di veneer, menyikat gigi rajin 2 kali sehari pagi dan malam sebelum tidur, disarankan setelah menyikat gigi menggunakan dental floss atau benang gigi untuk membersihkan sela-sela gigi, selain itu dianjurkan rutin memeriksakan kesehatan gigi dan gusi ke dokter gigi setiap 6 bulan sekali agar struktur dan kondisi veneer gigi lebih tahan lama. Sementara pantangan veneer gigi adalah mengurangi konsumsi makanan yang dapat meninggalkan noda seperti seperti soda, wine, teh, rokok, dan kopi, hindari makanan bertekstur keras karena veneer gigi beresiko pecah bila terbentur keras.

Harga Veneer Gigi di Jakarta

Harga veneer gigi dihitung per gigi, harganya ditentukan dari jenis veneer yang ingin dipakai, apakah direct veneer / veneer komposit atau indirect veneer / veneer porselen serta berapa banyak gigi yang akan diveneer. Veneer komposit jelas lebih murah karena sifatnya yang kurang tahan lama. Harga veneer gigi komposit ini sekitar 1 sampai 2 juta rupiah per gigi. Sementara harga veneer porselen gigi sekitar 3 sampai 9 juta per gigi. Harga veneer gigi porselen memang mahal, tapi mengingat ketahanannya yang bisa dipakai sampai 15 tahun, saya rasa harganya bisa dibilang murah

Untuk informasi lebih lanjut mengenai pembuatan veneer gigi dan appointment dengan dokter spesialis konservasi bisa hubungi kontak kami:
Call: 0896-0194-4252
WA : 0899-4880-433
Line: toothsignature

 

 

 

 


prosedur-pencetakkan-gigi.jpg
20/Aug/2019

Bila anda saat ini sedang mempertimbangkan untuk melakukan perawatan ortodonti untuk merapikan gigi, mungkin anda masih belum paham apa kira-kira yang harus dilakukan atau bagaimana prosedurnya sampai perangkat behel/ kawat gigi dapat dipasang di gigi anda.

Berikut kami coba berikan penjelasan mengenai prosedur sebelum perawatan ortodonti dapat dimulai. Semoga informasi ini dapat bermanfaat ya.

  1. Konsultasi

Dokter gigi spesialis ortodonti/ orthodontist yang akan menangani kasus anda akan membantu dalam konsultasi dan pemeriksaan awal. Anda dapat memberitahu keluhan utama mengapa anda ingin merapikan gigi, dan juga keluhan-keluhan lain yang ada menyangkut gigi dan mulut anda. Bila anda memiliki pertanyaan seputar perawatan ortodonti dan biaya-biaya yang perlu dikeluarkan, jangan ragu untuk menanyakannya, karena inilah kesempatan terbaik untuk menanyakannya.

konsultasi dan pemeriksaan gigi
konsultasi dan pemeriksaan awal

 

  1. Pemeriksaan awal

Setelah berkonsultasi, dokter akan melakukan pemeriksaan awal yang terdiri dari pemeriksaan ektraoral ( pemeriksaan sekitar mulut dan wajah), pemeriksaan intraoral (pemeriksaan dalam mulut) dan pemeriksaan fungsional seperti fungsi buka-mulut pasien (apakah ada keterbatasan dalam pergerakan sendi temporomandibular), pola penelanan, pengunyahan dan pengucapan.

 

  1. Pencetakkan gigi geligi, foto intraoral dan ektraoral/wajah

Setelah dilakukan pemeriksaan, maka gigi anda akan dicetak dengan bahan cetak khusus yaitu alginate yang ditempatkan pada tray/ sendok cetak. Sendok cetak akan ditempatkan di mulut dan didiamkan selama kurang lebih satu menit sampai alginat mengeras kemudian dikeluarkan dari dalam mulut. Hasil cetakan kemudian dicor dengan gips sehingga kemudian didapatkan model studi sebagai sarana dokter menganalisa dan membuat rencana perawatan ortodonti. Model studi ini juga berguna untuk mengetahui perkembangan perawatan ortodonti yang sedang berjalan nantinya.

prosedur pencetakkan gigi
prosedur pencetakkan gigi

 

model-pencetakkan-gigi-pasien-tooth-signature-1
model-pencetakkan-gigi-pasien-tooth-signature-2

Model studi pasien yang didapatkan dari pencetakkan gigi (sumber: dokumentasi Tooth Signature Dental)

 

Setelah itu akan dilakukan foto ekstraoral dan intraoral pada pasien dari berbagai sisi. Hasil dari pencetakan dan foto tersebut berfungsi sebagai medical record dan sarana perbandingan sebelum dan setelah perawatan ortodonti dilakukan.

foto intraoral
foto intraoral (sumber: dokumentasi Tooth Signature Dental)

 

foto ekstraoral tooth signature kelapa gading
Foto ekstraoral (sumber: dokumentasi Tooth Signature Dental)

 

  1. Foto rontgen

Setelah dilakukan pemeriksaan dan pencetakkan, maka pasien akan dilakukan foto rontgen panoramik dan sefalometri.

contoh foto panoramik gigi
contoh foto panoramik gigi (sumber: dokumentasi Tooth Signature Dental)

Foto panoramik penting untuk dapat memberikan informasi secara menyeluruh mengenai keadaan tulang rahang, akar gigi, sendi rahang, dan mengevaluasi ada tidaknya gigi yang hilang, impaksi atau gigi berlebih / supernumerary teeth yang tidak dapat terlihat hanya dengan pemeriksaan klinis/ pemeriksaan intraoral

contoh foto sefalometri dokumentasi Tooth Signature Dental Klinik gigi kelapa gading
contoh foto sefalometri (sumber: dokumentasi Tooth Signature Dental)

Foto sefalometri memberikan informasi mengenai posisi rahang dan gigi depan, selain itu juga untuk dapat memonitor pertumbuhan pada pasien dalam usia pertumbuhan. Foto sefalometri ini akan dianalisa lebih lanjut sebagai pertimbangan yang sangat penting dalam penentuan rencana perawatan. Foto ini akan dianalisa melalui suatu program komputer khusus.

analisa foto rontgen sefalometri (sumber: dokumentasi Tooth Signature klinik gigi kelapa gading)
analisa foto rontgen sefalometri (sumber: dokumentasi Tooth Signature Dental)

Gambar 8. analisa foto rontgen sefalometri (sumber: dokumentasi Tooth Signature Dental)

 

Setelah langkah-langkah tersebut di atas dilakukan maka pada pertemuan selanjutnya ortodontis akan memberikan penjelasan singkat mengenai hasil analisa yang telah dilakukan serta rencana perawatan yang akan dilakukan, dan selanjutnya behel sudah dapat dipasang.

 

Melalui penjelasan di atas, semoga anda mendapatkan gambaran dan informasi yang bermanfaat mengenai perawatan ortodonti yaa. Untuk informasi lebih lanjut anda dapat menghubungi kontak kami


ToothSignature Klinik Gigi Kelapa Gading Jakarta

Tooth Signature adalah Klinik Gigi Kelapa Gading, Jakarta Utara, yang menyediakan layanan Spesialis Ortodonti dari Dokter Gigi - Dokter Gigi berpengalaman, lulusan terbaik dari berbagai Universitas Ternama di Indonesia.

Cari Spesialis Ortodonti Jakarta ?
Tooth Signature tempatnya

Lokasi

Tooth Signature
Jl. Bulevard Raya RA19 no. 10 Kelapa Gading, Jakarta Utara

Cabang Bekasi
Jl. Bulevard Hijau Blok B1 no 31, Harapan Indah- Bekasi Barat

Designed and optimized by SimpleBetter 2017. All Right Reserved