Please wait...

penggunaan-karet-elastis-kawat-gigi.jpg
18/Jul/2018

MENGENAL ELASTIK INTER-ARCH ( RUBBER BAND) DALAM PERAWATAN ORTODONTI

pengunaan karet elastis kawat gigi
penggunaan karet elastis kawat gigi

Mungkin anda pernah melihat seorang pemakai behel / kawat gigi / braces yang sedang tertawa lebar, kemudian tiba-tiba anda menyadari ada seperti karet yang menyantol dari gigi atas ke gigi bawah orang tersebut, lalu anda bertanya-tanya benda apakah itu? Ya, itu adalah elastik inter-arch atau disebut juga rubber band (Karet Elastis)

Apa sebenarnya elastik inter-arch / karet elastis ini dan apa fungsinya? Akan kita bahas di bawah ini ya.
Elastik inter-arch adalah sejenis karet berukuran cukup lebar dibandingkan dengan karet o-ring (yang biasa dipakai untuk menahan kawat pada bracket), karet ini memiliki berbagai macam warna dan ukuran.

Kegunaan elastik inter-arch / karet elastis ini secara umum adalah
– Memperbaiki posisi gigitan antara gigi geligi rahang atas dan bawah agar berkontak dengan baik saat kedua rahang dikatupkan
– Membantu penutupan ruangan
– Memperbaiki gigitan silang ( cross-bite)
– Memperbaiki garis tengah gigi yang bergeser agar didapatkan garis tengah gigi atas dan bawah yang sejajar

Bagaimana pemakaiannya?
Karet elastis dipakaikan sendiri oleh pasien dengan cara mengaitkan elastik ke bagian hook pada bracket pada gigi atas ke gigi bawah sesuai instruksi dari ortodontis. Pasien dapat mengaitkan karet elastik ini dengan alat bantu khusus ataupun langsung dengan jari tangan

Berikut video contoh pemasangan karet elastik :

Kapan digunakannya?
Ortodontis yang bersangkutan yang akan memutuskan kapan elastik ini akan mulai dipakai di suatu fase perawatan ortodonti. Instruksi penggunaan elastik ini secara umum adalah dipakai setiap saat (kecuali pada saat sikat gigi) atau pada saat tidur saja.

Pemakaian setiap saat biasanya diinstruksikan bila diinginkan adanya pergerakkan gigi, sedangkan pemakaian saat tidur/ malam diinstruksikan hanya untuk menahan suatu posisi gigi. Perbedaan di antara kedua instruksi tersebut sangat signifikan, karena pergerakkan gigi hanya terjadi bila ada gaya (force) yang konstan. Jadi bila pasien memakai karet elastis kawat gigi kurang dari waktu yang diinstruksikan, maka pergerakkan gigi tidak akan terjadi sehingga kan memperlambat progres perawatan.

Bagaimana dengan pemakaian karet elastis saat makan? Bila dirasakan sulit untuk melakukan gerakan mengunyah, elastik dapat dilepas saat makan, dan kemudian dipakai lagi setelah selesai makan. Namun pemakaian elastik saat sedang makan sebenarnya dapat membuat pergerakan gigi menjadi lebih cepat karena adanya force tambahan dari peregangan elastik pada saat gerakan buka-tutup mulut.

Beberapa jenis pemakaian elastik
– Elastik class II: digunakan pada kasus dengan gigi depan atas jauh lebih maju daripada gigi depan bawah

karet elastis behel kelas II
karet elastis behel kelas II

– Elastik class III : digunakan pada kasus gigi depan bawah lebih maju daripada gigi depan atas (cameh)

penggunaan elastic rubber band class III
penggunaan elastic rubber band class III

– Vertikal elastik gigi belakang: digunakan untuk merapatkan kontak antara gigi geligi belakang pada rahang atas terhadap rahang bawah, dapat berbentuk kotak , segitiga atau zig zag

vertikal elastik gigi belakang
vertikal elastik gigi belakang

vertikal elastik segitiga gigi belakang
vertikal elastik segitiga gigi belakang

– Box elastik gigi depan: digunakan pada kasus gigitan terbuka pada gigi depan (open bite anterior)

box elastik gigi depan
box elastik gigi depan

– Cross elastik gigi depan : digunakan untuk memperbaiki garis tengah gigi sehingga sejajar antara atas dan bawah

cross elastik gigi depan
cross elastik gigi depan

– Cross elastik gigi belakang : digunakan untuk memperbaiki gigitan silang di gigi belakang ( cross bite posterior)

Apa yang dirasakan pada saat penggunaan karet elastik ini?
Gaya/ force yang dihasilkan dari penggunaan karet elastis dapat menimbulkan sedikit rasa sakit dan kurang nyaman. Namun jangan kuatir karena hal ini berarti gigi anda sedang bergerak kearah yang diinginkan. Dengan pemakaian rutin, beberapa pasien mengaku merasa terbiasa dan beradaptasi dengan pemakaian elastik ini.

Perlu diingat bahwa kooperatif dan kedisiplinan pasien dalam memakai dan mengikuti instruksi dari ortodontis sangatlah diperlukan karena elastik ini harus dipakaikan sendiri oleh pasien. Karena elastisitas dan kekuatan tarikan dari karet akan berkurang selama pemakaian sepanjang hari, maka karet elastis setidaknya harus diganti sekali sehari. Untuk itu ortodontis akan memberikan sepaket karet elastik agar pasien dapat mengganti setiap harinya.


komponen-komponen-braces-behel-kawat-gigi.jpg
18/Jul/2018

Banyak dari anda mungkin sudah tidak asing lagi dengan yang namanya behel / braces atau kawat gigi. Namun tahukah anda bahwa alat bantu merapikan gigi ini memiliki komponen atau bagian-bagian yang tidak terpisahkan sehingga dapat berfungsi dengan semestinya?apa sajakah komponen-komponen tersebut? Kita simak yuk!

komponen-komponen dalam braces / behel / kawat gigi
komponen-komponen dalam braces / behel / kawat gigi
  1. Bracket
    Adalah bagian dari braces yang menempel pada permukaan gigi. Pada bagian tengahnya terdapat celah/ slot untuk dilalui kawat gigi/ archwire. Bracket dapat terbuat dari bahan metal/ stainless steel, porselain, komposit atau kombinasi stainless steel – porcelain.Penempatan bracket pada permukaan gigi oleh dokter gigi spesialis orto memerlukan tingkat ketelitian dan presisi yang tinggi, karena itu dokter akan menggunakan alat bantu bernama Bracket gauge pada saat penempatannya.Jarak dan ketinggian untuk penempatan bracket tersebut sudah diperhitungkan sedemikian rupa supaya dapat memperbaiki posisi gigi yang berotasi/miring, posisi gigi yang lebih tinggi atau rendah,dll.  Penempatan ketinggian bracket pada setiap gigi juga unik dan harus serasi untuk sisi kiri dan kanan. Misalkan: ketinggian penempatan ketinggian bracket pada gigi seri akan berbeda dengan gigi taring karena permukaan insisal  gigi taring harus lebih panjang dibanding gigi seri. Demikian juga penempatan bracket pada gigi seri atau geraham kiri harus sama dengan gigi seri atau geraham kanan, sehingga tidak terjadi kemiringan bidang gigitan/ oklusal.Pada bracket untuk gigi taring dan gigi premolar ( geraham kecil) kadang dijumpai hook (antena kecil) pada bagian sudut bracket, sebagai tempat untuk mengait karet elastik inter-arch atau power chain
  2. Buccal tube
    Adalah jenis bracket yang menempel pada gigi geraham besar/ molar. Bracket ini berukuran lebih besar, menyesuaikan dengan ukuran gigi geraham yang besar serta bentuk yang berbeda dengan bracket gigi seri – premolar.  Buccal tube memiliki pengait dan terdapat tube yang dapat dilalui kawat gigi
  3. Archwire/ kawat gigi
    Kawat tipis yang ditempatkan pada slot bracket sampai ke buccal tube (bracket terakhir). Kawat ini terdiri dari beberapa jenis bahan serta ukuran. Biasanya pada saat awal pemasangan behel, kawat yang digunakan adalah kawat lentur dengan diameter kecil, kemudian secara bergradual kawat yang digunakan menjadi lebih besarKawat dengan bahan nickel titanium: kawat dengan bahan ini biasanya digunakan diawal perawatan, karena sifat dari kawat ini lentur dan dapat melekuk mengikuti posisi gigi dan membawa gigi tersebut pada lengkung gigi yang benarKawat dengan bahan stainless steel: kawat dengan bahan ini biasanya digunakan apabila akan dilakukan penarikan gigi karena dibutuhkan sifat kawat yang kaku sebagai “rel” agar gigi yang sedang digerakkan dapat bergerak dengan terkontrol. Kawat ini juga dapat ditekuk sesuai dengan keinginan dokter apabila dokter memerlukan pergerakkan gigi tertentuKawat dengan bahan copper – nickel titanium : hampir serupa dengan kawat nickel titanium, kawat ini juga digunakan di awal perawatan namun dengan keunggulan force/ kekuatan yang dikenakan untuk menggerakkan gigi lebih ringan daripada nickel titanium biasa sehingga rasa sakit yang dirasakan lebih rendah.Selain perbedaan dari bahan, kawat juga memiliki berbagai ukuran penampang ( bulat dan persegi) yang semuanya memiliki kegunaannya masing-masing
  4. O-ring/ elastomeric ring
    adalah karet yang menahan kawat gigi pada slot bracket. O-ring terdiri dari berbagai macam warna, namun ada juga yang berwarna bening. 0-ring diganti pada saat kontrol berkala
  5. Power chain/ elastomeric chain
    Adalah karet yang digunakan pada saat proses penarikan gigi atau penutupan ruangan. Pada dasarnya power chain berbentuk seperti kumpulan o-ring yang disambungkan membentuk rantai. Power chain ini dapat dipasangkan di sekeliling bracket, di hook pada gigi taring atau pada mini screw tergantung dari pergerakkan yang diinginkan oleh ortodontis.Sama seperti o-ring, power chain juga memiliki berbagai pilihan warna dan ukuran. Ortodontis akan memilih ukuran mana yang sesuai dengan rencana perawatan yang diinginkanContoh ukuran power chain adalah:

    • Closed : adalah jenis power chain dengan tidak ada jarak antar lingkaran
    • Short: jenis power chain dengan jarak yang pendek antar lingkaran
    • Long: jenis power chain dengan jarak yang panjang antar lingkaran

    Seringkali pasien menanyakan kepada ortodontis apakah boleh memakai power chain diseluruh bracket gigi-giginya dengan alasan supaya terlihat lebih ‘fashionable’, namun harap diperhatikan bahwa keputusan penggunaan power chain adalah sepenuhnya di tangan ortodontis, karena penggunaan power chain yang tidak tepat malah akan memperburuk hasil perawatan dan menyebabkan pergerakkan gigi yang tidak diinginkan.
    Untuk penjelasan lebih lanjut mengenai hal ini akan dibahas di artikel lain ya.

  6. Open-coil dan closed coil springOpen coil spring adalah kawat melingkar yang diletakkan melingkupi archwire/kawat gigi dan diposisikan diantara 2 bracket, digunakan untuk membuka ruangan diantara 2 gigi atau lebih atau untuk mendorong gigi ke arah yang diinginkanClosed coil spring adalah kawat melingkar yang dikaitkan ke hook pada bracket yang satu ke hook pada bracket yang lain. Tidak terbatas pada hook, closed coil juga dapat dikaitkan ke mini screw. (pembahasan mengenai mini screw akan menyusul  di blog selanjutnya yaa..) Berkebalikan dengan open coil spring, closed coil spring digunakan untuk menutup ruangan yang ada atau untuk mendekatkan jarak 2 gigi atau lebih
  7. Gambar elastik dan alat bantu memasang elastik
    gambar elastik pada pemasangan kawat gigi / behel / bracesalat bantu memasang elastik pada behel / bracesElastik inter-arch
    Karet ini biasanya digunakan dengan cara dikaitkan di gigi/bracket pada rahang atas ke gigi/bracket pada rahang bawah dan tujuan penggunaannya adalah memberikan gaya (force) pada gigi dan rahang untuk memperbaiki posisi gigitan dari gigi geligi pada rahang atas terhadap rahang bawah pada saat kedua rahang dikatupkan agar dapat berkontak dengan rapat dan nyaman.Karena karet ini perlu dipasang oleh pasien sendiri dan diganti setiap harinya oleh pasien, maka kooperatif dan kedisiplinan pasien dalam mengikuti instruksi dari ortodontis sangat diperlukan.Ada berbagai macam ukuran dari elastik inter-arch. Selain ukuran, cara penempatan elastik inter-arch juga bervariasi, disini ortodontis yang akan memutuskan ukuran dan cara penempatan elastik inter-arch yang sesuai dengan pergerakan gigi yang diinginkanInstruksi penggunaan elastik ini secara umum adalah dipakai setiap saat (kecuali pada saat sikat gigi) atau pada saat tidur saja. Pemakaian setiap saat biasanya diinstruksikan bila diinginkan adanya pergerakkan gigi, sedangkan pemakaian saat tidur/ malam diinstruksikan hanya untuk menahan suatu posisi gigi. Perbedaan di antara kedua instruksi tersebut sangat signifikan, karena pergerakkan gigi hanya terjadi bila ada gaya (force) yang konstan. Jadi bila pasien memakai elastik kurang dari waktu yang diinstruksikan, maka pergerakkan gigi tidak akan terjadi sehingga akan memperlambat progres perawatan.

shutterstock_118733071-1200x800.jpg
18/Jul/2018

Tidak seperti perawatan gigi yang lain pada umumnya, perawatan ortodonti/ behel adalah perawatan yang memerlukan waktu yang cukup lama sampai dapat dikatakan selesai. Selain itu diperlukan kerjasama dan disiplin yang baik dari pasien untuk dapat melakukan kontrol/ kunjungan rutin ke ortodontis yang bersangkutan.

Mengapa perlu kontrol kawat gigi / behel secara rutin dan berkala?

Secara umum dapat dijelaskan sebagai berikut:

Gigi dapat bergerak karena adanya tekanan (force) yang diberikan oleh kawat (archwire). Kawat yang digunakan sekarang ini bersifat fleksibel dan dapat kembali ke bentuknya semula, sehingga dapat memberikan tekanan yang ringan dan kontinu pada gigi.

mengapa perlu kontrol behel secara berkala
pasang kawat gigi harus kontrol secara berkala

Tekanan yang diberikan ke gigi melalui kawat ini lama kelamaan akan berkurang dengan berjalannya waktu karena karet o-ring yang memegang kawat pada bracket menjadi lemah dan semakin melar. Karet akan berkurang kekuatan untuk “memegang” kawat pada bracket karena berada pada kondisi mulut kita dalam jangka waktu yang lama, terkena perubahan suhu panas dan dingin, serta karena karet diregangkan melebihi ukuran awalnya sehingga lama kelamaan menjadi getas dan tidak elastik lagi.

Walaupun pada penggunaan bracket self ligating ( bracket yang memiliki “kunci” tersendiri yang menahan kawat pada bracket sehingga tidak perlu menggunakan karet o-ring), kontrol rutin juga harus dilakukan karena kawat pun perlu diganti dari kawat jenis lentur dengan penampang kecil menjadi kawat yang lebih besar dan kaku sesuai dengan tahapan perawatan yang sedang berjalan.

 

Kontrol /kunjungan behel diperlukan untuk:

  • mengganti karet o-ring
  • mengganti arch-wire/ kawat
  • menambahkan alat lain pada behel sebagai penunjang rencana perawatan
  • melakukan pembersihan plak dan karang gigi terutama pada bagian yang sulit dijangkau pada saat menyikat gigi
  • mengevaluasi progres /hasil perawatan dari pergerakkan gigi yang sedang terjadi
  • melanjutkan ke tahap perawatan selanjutnya

Karena pergerakkan gigi memerlukan waktu kira-kira minimal 3 minggu, maka kontrol behel secara berkala dilakukan setiap 3-8 minggu. Tidak seperti  durasi (chair time) pada saat pemasangan behel yang memakan waktu cukup lama, durasi /chair time pada saat kontrol rutin perawatan ortodonti berkisar sekitar 15-30 menit saja.

Harus diingat bahwa pasien sebaiknya mengikuti anjuran dokter untuk datang pada saat kontrol yang sudah dijadwalkan . Apabila pasien tidak datang kontrol dalam jangka  waktu yang lama sehingga ada pergerakkan gigi yang tidak diinginkan maka perawatan pada pasien tersebut juga akan semakin lama untuk diselesaikan.


ToothSignature Klinik Gigi Kelapa Gading Jakarta

Tooth Signature adalah Klinik Gigi Kelapa Gading, Jakarta Utara, yang menyediakan layanan Spesialis Ortodonti dari Dokter Gigi - Dokter Gigi berpengalaman, lulusan terbaik dari berbagai Universitas Ternama di Indonesia.

Cari Spesialis Ortodonti Jakarta ?
Tooth Signature tempatnya

Created and optimized by SimpleBetter 2017. All Right Reserved