Please wait...

MENGENAL KOMPONEN BRACES / BEHEL SECARA UMUM

July 13, 2017 by admin26
komponen-komponen-braces-behel-kawat-gigi.jpg

Banyak dari anda mungkin sudah tidak asing lagi dengan yang namanya behel / braces atau kawat gigi. Namun tahukah anda bahwa alat bantu merapikan gigi ini memiliki komponen atau bagian-bagian yang tidak terpisahkan sehingga dapat berfungsi dengan semestinya?apa sajakah komponen-komponen tersebut? Kita simak yuk!

komponen-komponen dalam braces / behel / kawat gigi
komponen-komponen dalam braces / behel / kawat gigi
  1. Bracket
    Adalah bagian dari braces yang menempel pada permukaan gigi. Pada bagian tengahnya terdapat celah/ slot untuk dilalui kawat gigi/ archwire. Bracket dapat terbuat dari bahan metal/ stainless steel, porselain, komposit atau kombinasi stainless steel – porcelain.Penempatan bracket pada permukaan gigi oleh dokter gigi spesialis orto memerlukan tingkat ketelitian dan presisi yang tinggi, karena itu dokter akan menggunakan alat bantu bernama Bracket gauge pada saat penempatannya.Jarak dan ketinggian untuk penempatan bracket tersebut sudah diperhitungkan sedemikian rupa supaya dapat memperbaiki posisi gigi yang berotasi/miring, posisi gigi yang lebih tinggi atau rendah,dll.  Penempatan ketinggian bracket pada setiap gigi juga unik dan harus serasi untuk sisi kiri dan kanan. Misalkan: ketinggian penempatan ketinggian bracket pada gigi seri akan berbeda dengan gigi taring karena permukaan insisal  gigi taring harus lebih panjang dibanding gigi seri. Demikian juga penempatan bracket pada gigi seri atau geraham kiri harus sama dengan gigi seri atau geraham kanan, sehingga tidak terjadi kemiringan bidang gigitan/ oklusal.Pada bracket untuk gigi taring dan gigi premolar ( geraham kecil) kadang dijumpai hook (antena kecil) pada bagian sudut bracket, sebagai tempat untuk mengait karet elastik inter-arch atau power chain
  2. Buccal tube
    Adalah jenis bracket yang menempel pada gigi geraham besar/ molar. Bracket ini berukuran lebih besar, menyesuaikan dengan ukuran gigi geraham yang besar serta bentuk yang berbeda dengan bracket gigi seri – premolar.  Buccal tube memiliki pengait dan terdapat tube yang dapat dilalui kawat gigi
  3. Archwire/ kawat gigi
    Kawat tipis yang ditempatkan pada slot bracket sampai ke buccal tube (bracket terakhir). Kawat ini terdiri dari beberapa jenis bahan serta ukuran. Biasanya pada saat awal pemasangan behel, kawat yang digunakan adalah kawat lentur dengan diameter kecil, kemudian secara bergradual kawat yang digunakan menjadi lebih besarKawat dengan bahan nickel titanium: kawat dengan bahan ini biasanya digunakan diawal perawatan, karena sifat dari kawat ini lentur dan dapat melekuk mengikuti posisi gigi dan membawa gigi tersebut pada lengkung gigi yang benarKawat dengan bahan stainless steel: kawat dengan bahan ini biasanya digunakan apabila akan dilakukan penarikan gigi karena dibutuhkan sifat kawat yang kaku sebagai “rel” agar gigi yang sedang digerakkan dapat bergerak dengan terkontrol. Kawat ini juga dapat ditekuk sesuai dengan keinginan dokter apabila dokter memerlukan pergerakkan gigi tertentuKawat dengan bahan copper – nickel titanium : hampir serupa dengan kawat nickel titanium, kawat ini juga digunakan di awal perawatan namun dengan keunggulan force/ kekuatan yang dikenakan untuk menggerakkan gigi lebih ringan daripada nickel titanium biasa sehingga rasa sakit yang dirasakan lebih rendah.Selain perbedaan dari bahan, kawat juga memiliki berbagai ukuran penampang ( bulat dan persegi) yang semuanya memiliki kegunaannya masing-masing
  4. O-ring/ elastomeric ring
    adalah karet yang menahan kawat gigi pada slot bracket. O-ring terdiri dari berbagai macam warna, namun ada juga yang berwarna bening. 0-ring diganti pada saat kontrol berkala
  5. Power chain/ elastomeric chain
    Adalah karet yang digunakan pada saat proses penarikan gigi atau penutupan ruangan. Pada dasarnya power chain berbentuk seperti kumpulan o-ring yang disambungkan membentuk rantai. Power chain ini dapat dipasangkan di sekeliling bracket, di hook pada gigi taring atau pada mini screw tergantung dari pergerakkan yang diinginkan oleh ortodontis.Sama seperti o-ring, power chain juga memiliki berbagai pilihan warna dan ukuran. Ortodontis akan memilih ukuran mana yang sesuai dengan rencana perawatan yang diinginkanContoh ukuran power chain adalah:

    • Closed : adalah jenis power chain dengan tidak ada jarak antar lingkaran
    • Short: jenis power chain dengan jarak yang pendek antar lingkaran
    • Long: jenis power chain dengan jarak yang panjang antar lingkaran

    Seringkali pasien menanyakan kepada ortodontis apakah boleh memakai power chain diseluruh bracket gigi-giginya dengan alasan supaya terlihat lebih ‘fashionable’, namun harap diperhatikan bahwa keputusan penggunaan power chain adalah sepenuhnya di tangan ortodontis, karena penggunaan power chain yang tidak tepat malah akan memperburuk hasil perawatan dan menyebabkan pergerakkan gigi yang tidak diinginkan.
    Untuk penjelasan lebih lanjut mengenai hal ini akan dibahas di artikel lain ya.

  6. Open-coil dan closed coil springOpen coil spring adalah kawat melingkar yang diletakkan melingkupi archwire/kawat gigi dan diposisikan diantara 2 bracket, digunakan untuk membuka ruangan diantara 2 gigi atau lebih atau untuk mendorong gigi ke arah yang diinginkanClosed coil spring adalah kawat melingkar yang dikaitkan ke hook pada bracket yang satu ke hook pada bracket yang lain. Tidak terbatas pada hook, closed coil juga dapat dikaitkan ke mini screw. (pembahasan mengenai mini screw akan menyusul  di blog selanjutnya yaa..) Berkebalikan dengan open coil spring, closed coil spring digunakan untuk menutup ruangan yang ada atau untuk mendekatkan jarak 2 gigi atau lebih
  7. Gambar elastik dan alat bantu memasang elastik
    gambar elastik pada pemasangan kawat gigi / behel / bracesalat bantu memasang elastik pada behel / bracesElastik inter-arch
    Karet ini biasanya digunakan dengan cara dikaitkan di gigi/bracket pada rahang atas ke gigi/bracket pada rahang bawah dan tujuan penggunaannya adalah memberikan gaya (force) pada gigi dan rahang untuk memperbaiki posisi gigitan dari gigi geligi pada rahang atas terhadap rahang bawah pada saat kedua rahang dikatupkan agar dapat berkontak dengan rapat dan nyaman.Karena karet ini perlu dipasang oleh pasien sendiri dan diganti setiap harinya oleh pasien, maka kooperatif dan kedisiplinan pasien dalam mengikuti instruksi dari ortodontis sangat diperlukan.Ada berbagai macam ukuran dari elastik inter-arch. Selain ukuran, cara penempatan elastik inter-arch juga bervariasi, disini ortodontis yang akan memutuskan ukuran dan cara penempatan elastik inter-arch yang sesuai dengan pergerakan gigi yang diinginkanInstruksi penggunaan elastik ini secara umum adalah dipakai setiap saat (kecuali pada saat sikat gigi) atau pada saat tidur saja. Pemakaian setiap saat biasanya diinstruksikan bila diinginkan adanya pergerakkan gigi, sedangkan pemakaian saat tidur/ malam diinstruksikan hanya untuk menahan suatu posisi gigi. Perbedaan di antara kedua instruksi tersebut sangat signifikan, karena pergerakkan gigi hanya terjadi bila ada gaya (force) yang konstan. Jadi bila pasien memakai elastik kurang dari waktu yang diinstruksikan, maka pergerakkan gigi tidak akan terjadi sehingga akan memperlambat progres perawatan.

26 comments

  • kurnia

    August 10, 2017 at 1:56 am

    Brp lama waktu pemakaian closed coil?

    Reply

    • admin

      November 10, 2017 at 6:13 am

      Halo kak Kurnia,
      Terimakasih sudah berkunjung ke website tooth signature dental
      Untuk lama penggunaan closed coil biasanya ditentukan oleh tujuan penggunaan closed coil ini sendiri. Closed coil dapat dipakai pada 1 gigi atau untuk menggerakkan beberapa gigi. Setelah tujuan terjadi maka penggunaannya dapat ditentukan.
      Semoga penjelasan dari kami dapat membantu ya
      Terimakasih

      Reply

    • Putri Airin

      June 28, 2018 at 6:16 am

      Kak kalo bentuk behel yang paling murah harganya itu behel apa?

      Reply

      • admin

        June 28, 2018 at 11:59 am

        halo kak putri,sudah di email yaa,terimakasih 🙂

        Reply

  • Lisa

    January 3, 2018 at 7:51 am

    Brucket yg gk ada hooknya apa masih bisa berfungsi merapikan gigi

    Reply

    • admin

      January 6, 2018 at 8:08 am

      hallo ka lisa , sudah di email ya. terimaksih 🙂

      Reply

  • Kuro

    January 15, 2018 at 4:50 pm

    Permisi maaf mau nanya, kalo karet ring-o nya keliatan mau lepas harus segera diperbaiki atau bisa tunggu sampe control rutinnya ya? Soalnya rada susah untuk luangin jadwal selain buat control

    Reply

    • admin

      January 16, 2018 at 9:17 am

      hallo ka kuro , terimaksih sudah berkunjung di website kami .
      untuk pertanyaan nya mengenai karet ring-O nya lepas . tidak harus langsung di perbaiki, bisa nanti ka kuro perbaikinya sekalian kontrol behelnya . terimakasih 🙂

      Reply

  • vivi

    February 19, 2018 at 4:26 am

    halo admin, mau nanya nih ..
    saya kan kebetulan perawatan orthodonti juga nih
    kok sama dentist nya, di gigi taring saya ga dikasi braces yg ber-hook ya ? pengaruh ga sih sebenernya ?
    kondisi gigi saya kebetulan memang tidak rapi ( seperti gigi momo geisha )
    jadi kmrn sempat ada 2 geraham paling dpn dicabut kanan dan kiri, tapi hasilnya geraham saya jadi ada jarak antara atas dan bawah .
    untuk mengunyah pun jadi kurang oke .

    nah utk yg gigi bawah, gigi juga berantakan dan miring” gitu .. tapi kenapa tidak ada gigi yg dicabut ya sama dentist nya ?
    dan bagian taring juga ga dipasang braces ber-hook .
    mohon pejelasannya, terimakasih ..

    Reply

    • admin

      February 19, 2018 at 11:21 am

      Halo kak vivi,
      Terima kasih sudah berkunjung ke website Tooth Signature Dental.
      Untuk bracket di gigi taring memang tidak selalu ada hook-nya. Fungsi hook ini untuk mengaitkan elastik atau power chain Bila diperlukan. Kalaupun tidak ada hook, Bila diperlukan dokter dapat memasang hook di bagian behel tersebut dengan kobayashi hook, jadi tidak menjadi masalah Bila dari awal behel di gigi taring tidak ada hook-nya.
      Untuk keputusan pencabutan tidak hanya dapat dilihat sekilas dan hanya faktor “berantakan” sebagai penentu, melainkan harus melalui serangkaian analisa mendalam mengenai kasus yang sedang ditangani (pemeriksaan ekstraoral, intraoral, fungsional, sefalometri, dll) jadi mungkin bisa ditanyakan langsung ke dokter gigi bersangkutan mengenai hal tersebut.
      Ada jarak antara gigi pada saat perawatan orthodonti apalagi bila ada gigi yang dicabut merupakan hal yang normal. Namun yang pasti ruangan yg ada akan tertutup rapat di akhir perawatan. Demikian juga dengan proses pengunyahan yang menjadi agak kurang nyaman pada saat Perawatan ortodonti pun merupakan hal yang lumrah terjadi. Hal ini dikarenakan ada pergeseran dan intervensi dari oklusi/ gigitan yang lama yang menyebabkan oklusi menjadi tidak ‘pas’ dalam perjalanan Perawatan. Namun jangan kuatir, setelah Perawatan ortodonti selesai, oklusi/gigitan serta fungsi pengunyahan anda akan menjadi lebih baik daripada sebelum nya.
      Demikian jawaban dari kami, semoga dapat bermanfaat ya

      Reply

  • Leo akbar

    February 21, 2018 at 3:33 pm

    Hai Dok

    Selamat malam.

    Terimakasih atas penjelasan lengkap terkait part dari behel. Sendiri.

    Saya sendiri pengguna behel dengan diagnosa open bite. Ini adalah pemakaian yg kedua saya setelahnya 7thn lalu saya pengguna behel dan akhirnya gigi saya kembali open bite dikarenakan saya lupa tidak mengenakan retainer.
    Yg saya keluhkan dipemasangan kedua saya ini bukan di ngilu nya, tetapi akibat dinding mulut saya yg bergesekan dengan hook behel saya saat saya akan menutup mulut saya.

    Yg saya ingin tanyakan
    Apakah ada solusi agar hook ini tidak sakit saat bergesakan dengan dinding mulut bagian dalam saya baik saat berbicara atau menutup mulut saya.
    Mungkin apakah bisa hook yg sedikit runcing ini di beri karet sehinggan tumpul agar tidak sakit jika bergesekan dengan dinding mulut saya.

    Sekian dan terimakasih
    Leo

    Reply

    • admin

      February 22, 2018 at 11:04 am

      Halo kak Leo,
      Sangat disayangkan sekali anda harus mengulang Perawatan ortodonti kembali. Perlu diingat pemakaian retainer harus rutin sesuai anjuran ortodontis anda ya. Jadi setelah Perawatan ortodonti Kedua ini selesai, jangan lupa untuk rajin memakai retainer-nya supaya kasus serupa tidak terulang.
      Untuk pertanyaan anda mengenai hook yg menusuk, anda bisa menggunakan wax ortho untuk menutupi bagian hook yang tajam. Untuk wax tersebut biasanya tersedia di klinik gigi tempat anda melakukan Perawatan ortodonti.
      Semoga jawaban dari kami dapat membantu ya
      Salam,
      Tooth Signature dental

      Reply

  • Dewi

    March 12, 2018 at 4:58 am

    Halo Dok,

    mau tanya kondisi rahang bawah saya lebih maju daripada rahang bawah dan antar gigi ada celah ( 1 gigi geraham kanan dan kiri ada yg sudah lama dicabut). Apakah kondisi seperti harus pasang mini screw atau bisa tanpa pasang mini screw?

    Terima kasih sebelumnya

    Reply

    • admin

      March 15, 2018 at 8:14 am

      halo kak dewi,sudah d email yaa,terimakasih 🙂

      Reply

  • Thahara

    March 23, 2018 at 5:44 pm

    Dok mau tanya kalo pake behel gak ada kawat giginya/archiwe nya bisa berfungsi gak ? Sebab saya gak suka make nya tebal

    Reply

    • Thahara

      March 23, 2018 at 5:46 pm

      Maaf dok slh ketik.. Mksd saya klo gak pake archiwenya masih berfungsi gak ?? Sebab saya gak suka pake yg tebal..

      Reply

      • admin

        March 26, 2018 at 9:11 am

        Halo kak.. Untuk behel yang tidak ada kawat /archwire tidak akan ada gunanya kak karena tidak berfungsi.
        Terimakasih

        Reply

  • Florin

    April 21, 2018 at 12:52 am

    Saya mau tanya dok, kan rahang atas saya lebih maju ketimbang yg bawah nah pas awal pemasangan dokternya ga mengajukan untuk dicabut giginya, tetapi setelah 3 bulan baru boleh dicabut, apa itu hal yg lumrah ya?

    Reply

    • admin

      April 24, 2018 at 9:52 am

      Halo kak Florin,

      Pada saat pemeriksaan awal biasanya dokter akan memberikan penjelasan mengenai kasus pasien dan setelah ortodontis membuat rencana perawatan beliau akan menjelaskan mengenai rencana perawatan yang akan dilakukan pada pasien. Pada kasus anda mungkin dokter anda lupa menjelaskan mengenai tahapan perawatan yang akan dilakukan namun ada baiknya pasien lebih kritis dan menanyakan lebih rinci mengenai hal tersebut.
      Untuk pencabutan yang dilakukan setelah 3 bulan pemasangan behel bukanlah hal yang tidak biasa. Pencabutan kadang tidak harus dilakukan segera misalkan bila ortodontis ingin menyelesaikan fase aligning dan leveling terlebih dahulu (tentunya disesuaikan dengan kasus pasien karena pada beberapa kasus memang harus segera dilakukan pencabutan misalkan bila keadaan gigi terlalu berjejal sehingga fase aligning dan leveling tidak dapat tercapai tanpa pencabutan segera).
      Ada juga keuntungan dari penundaan pencabutan, yaitu pencabutan gigi pada gigi yang telah dilakukan pemasangan behel biasanya lebih mudah.
      Apapun alasan dibalik penundaan pencabutan tersebut, ada baiknya anda langsung menanyakan ke dokter anda ya, dan jangan takut bertanya karena itu hak anda.

      Untuk informasi lebih lanjut dan reservasi hubungi kontak kami

      WA: 0899-4880-433
      Line: toothsignature
      Call: 0896-0194-4252

      Reply

  • SNA

    May 10, 2018 at 12:22 pm

    Dok saya mau nanya,
    Apakah tiap ganti kawat pada perawatan ortodonti memang selalu menimbulkan rasa sakit & ngilu ?
    Saya sudah melakukan perawatan ortodonti selama 9 bulan, pada perawatan sebelumnya saya pakai kawat 0.14 dan baru kemaren diganti kawat 0.16 & pake open coil .
    Apakah fungsi kawat 0.14 dan 0.16 itu berbeda ? Dan kenapa saat diganti kawat 0.16 gigi & gusi saya rasa sakitnya seperti awal pake behel dulu .
    Apakah penggantian ukuran kawat memang harus dilakukan/dibutuhkan secara berkala ?
    Mohon penjelasannya, terimakasih

    Reply

    • admin

      May 16, 2018 at 8:42 am

      Halo kak..terimakasih sudah berkunjung ke website Tooth Signature Dental

      Rasa sakit atau ngilu pada saat perawatan ortodonti adalah hal yang wajar, karena adanya gaya / force yang diberikan ke gigi untuk menggerakkan gigi pada saat perawatan ortodonti. Gaya/force tersebut akan menimbulkan iskemia dan inflamasi pada ligamen periodontal gigi. Pada saat tersebut, jaringan akan mengeluarkan substansi prostaglandin. Prostaglandin ini bertanggung jawab akan timbulnya rasa sakit, namun pada saat yang sama substansi ini akan menghasilkan pergerakkan gigi dari aktivitas resorbsi tulang yang tentunya diperlukan untuk terjadinya pergerakkan gigi yang diinginkan. Jadi dapat disimpulkan dalam perawatan ortodonti pasti ada rasa sakit yaa ( kalau ada yang mengatakan dapat melakukan perawatan ortodonti/ behel tanpa rasa sakit sebaiknya jangan dipercaya ya)

      Untuk pertanyaan kedua apakah kawat 0.014 dan 0.016 memiliki fungsi yang sama? Ya..fungsinya sama yaitu untuk menggerakkan gigi. Perbedaannya adalah pada besarnya gaya dan tingkat kelenturan kawat. Semakin besar ukuran diameter kawat maka akan semakin besar gaya yg dihasilkan dan semakin tidak lentur. Pada awal2 perawatan tentunya dokter orto/ orthodontist anda akan memilih kawat yg lebih kecil dan lebih lentur sesuai dengan kasus pasien. Semakin berjejal gigi pasien, semakin lentur kawat awal yang diperlukan agar dapat mengikuti kontur gigi yang tidak teratur. Apabila langsung digunakan kawat besar, selain tidak dapat mengikuti kontur gigi, gaya yang terlalu besar dapat menyebabkan kerusakan jaringan periodontal gigi, atau sebaliknya menyebabkan bracket/behel gigi copot. Setelah posisi gigi perlahan bergerak ke arah yg diinginkan,sesuai lengkung gigi yang baik, tentunya force/gaya dari kawat kecil sudah tidak terlalu berpengaruh dalam pergerakkan gigi, karena itulah diganti ke kawat yang lebih besar, oleh karena itu rasa sakit yang dirasakan menyerupai pada saat awal-awal pemakaian behel. Pergantian kawat ini penting agar tercapai posisi akhir gigi yang diinginkan.

      Demikian jawaban dari kami, semoga bermanfaat ya..

      Untuk informasi lebih lanjut dan reservasi hubungi kontak kami

      WA: 0899-4880-433
      Line: toothsignature
      Call: 0896-0194-4252

      Reply

  • Feny

    May 26, 2018 at 4:09 pm

    Kak, mau tanya untuk beda bracket slot 0.22 dengan 0.18 itu apa ya kak? Dan untuk recommed slot pemakaian yg mana ya kak?

    Reply

    • admin

      May 31, 2018 at 9:44 am

      hallo ka fenny , sudah di email ya terimkasih 🙂

      Reply

  • Regina

    June 24, 2018 at 3:29 am

    Hallo kak, mau tanya saat kita pakai behel apa boleh menggunakan obat kumur listerine ? apa ada merek tertentu yg harus digunakan?
    kalau minosep obat kumur yg mengandung obat tidak boleh digunakan setiap hari kah ka?
    terima kasih 🙂

    Reply

    • admin

      June 27, 2018 at 8:16 am

      halo kak regina,sudah di email ya,terimakasih 🙂

      Reply

  • Luthfi

    July 17, 2018 at 8:53 pm

    Dok mau nanya kemarin saya ingin masang bahel, dan sudah tersalurkan sih. Nah awalnya mau bahel biasa kan ternyata dokter nawarin yg lowprofil dan harganya sama setara dengan bahel cramic, disitu saya bingung tp saya pilih yg lowprofil dikarenakan lebih cepat perawatannya dan lebih kuat. Yg jadi pertanyaan saya apa bedanya bahel low profil dan bahel metal biasa
    Terima kasih sebelumnya dokter

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


ToothSignature Klinik Gigi Kelapa Gading Jakarta

Tooth Signature adalah Klinik Gigi Kelapa Gading, Jakarta Utara, yang menyediakan layanan Spesialis Ortodonti dari Dokter Gigi - Dokter Gigi berpengalaman, lulusan terbaik dari berbagai Universitas Ternama di Indonesia.

Cari Spesialis Ortodonti Jakarta ?
Tooth Signature tempatnya

Created and optimized by SimpleBetter 2017. All Right Reserved