Please wait...

penggunaan-karet-elastis-kawat-gigi.jpg
23/Sep/2017

MENGENAL ELASTIK INTER-ARCH ( RUBBER BAND) DALAM PERAWATAN ORTODONTI

pengunaan karet elastis kawat gigi
penggunaan karet elastis kawat gigi

Mungkin anda pernah melihat seorang pemakai behel / kawat gigi / braces yang sedang tertawa lebar, kemudian tiba-tiba anda menyadari ada seperti karet yang menyantol dari gigi atas ke gigi bawah orang tersebut, lalu anda bertanya-tanya benda apakah itu? Ya, itu adalah elastik inter-arch atau disebut juga rubber band (Karet Elastis)

Apa sebenarnya elastik inter-arch / karet elastis ini dan apa fungsinya? Akan kita bahas di bawah ini ya.
Elastik inter-arch adalah sejenis karet berukuran cukup lebar dibandingkan dengan karet o-ring (yang biasa dipakai untuk menahan kawat pada bracket), karet ini memiliki berbagai macam warna dan ukuran.

Kegunaan elastik inter-arch / karet elastis ini secara umum adalah
– Memperbaiki posisi gigitan antara gigi geligi rahang atas dan bawah agar berkontak dengan baik saat kedua rahang dikatupkan
– Membantu penutupan ruangan
– Memperbaiki gigitan silang ( cross-bite)
– Memperbaiki garis tengah gigi yang bergeser agar didapatkan garis tengah gigi atas dan bawah yang sejajar

Bagaimana pemakaiannya?
Karet elastis dipakaikan sendiri oleh pasien dengan cara mengaitkan elastik ke bagian hook pada bracket pada gigi atas ke gigi bawah sesuai instruksi dari ortodontis. Pasien dapat mengaitkan karet elastik ini dengan alat bantu khusus ataupun langsung dengan jari tangan

Berikut video contoh pemasangan karet elastik :

Kapan digunakannya?
Ortodontis yang bersangkutan yang akan memutuskan kapan elastik ini akan mulai dipakai di suatu fase perawatan ortodonti. Instruksi penggunaan elastik ini secara umum adalah dipakai setiap saat (kecuali pada saat sikat gigi) atau pada saat tidur saja.

Pemakaian setiap saat biasanya diinstruksikan bila diinginkan adanya pergerakkan gigi, sedangkan pemakaian saat tidur/ malam diinstruksikan hanya untuk menahan suatu posisi gigi. Perbedaan di antara kedua instruksi tersebut sangat signifikan, karena pergerakkan gigi hanya terjadi bila ada gaya (force) yang konstan. Jadi bila pasien memakai karet elastis kawat gigi kurang dari waktu yang diinstruksikan, maka pergerakkan gigi tidak akan terjadi sehingga kan memperlambat progres perawatan.

Bagaimana dengan pemakaian karet elastis saat makan? Bila dirasakan sulit untuk melakukan gerakan mengunyah, elastik dapat dilepas saat makan, dan kemudian dipakai lagi setelah selesai makan. Namun pemakaian elastik saat sedang makan sebenarnya dapat membuat pergerakan gigi menjadi lebih cepat karena adanya force tambahan dari peregangan elastik pada saat gerakan buka-tutup mulut.

Beberapa jenis pemakaian elastik
– Elastik class II: digunakan pada kasus dengan gigi depan atas jauh lebih maju daripada gigi depan bawah

karet elastis behel kelas II
karet elastis behel kelas II

– Elastik class III : digunakan pada kasus gigi depan bawah lebih maju daripada gigi depan atas (cameh)

penggunaan elastic rubber band class III
penggunaan elastic rubber band class III

– Vertikal elastik gigi belakang: digunakan untuk merapatkan kontak antara gigi geligi belakang pada rahang atas terhadap rahang bawah, dapat berbentuk kotak , segitiga atau zig zag

vertikal elastik gigi belakang
vertikal elastik gigi belakang

vertikal elastik segitiga gigi belakang
vertikal elastik segitiga gigi belakang

– Box elastik gigi depan: digunakan pada kasus gigitan terbuka pada gigi depan (open bite anterior)

box elastik gigi depan
box elastik gigi depan

– Cross elastik gigi depan : digunakan untuk memperbaiki garis tengah gigi sehingga sejajar antara atas dan bawah

cross elastik gigi depan
cross elastik gigi depan

– Cross elastik gigi belakang : digunakan untuk memperbaiki gigitan silang di gigi belakang ( cross bite posterior)

Apa yang dirasakan pada saat penggunaan karet elastik ini?
Gaya/ force yang dihasilkan dari penggunaan karet elastis dapat menimbulkan sedikit rasa sakit dan kurang nyaman. Namun jangan kuatir karena hal ini berarti gigi anda sedang bergerak kearah yang diinginkan. Dengan pemakaian rutin, beberapa pasien mengaku merasa terbiasa dan beradaptasi dengan pemakaian elastik ini.

Perlu diingat bahwa kooperatif dan kedisiplinan pasien dalam memakai dan mengikuti instruksi dari ortodontis sangatlah diperlukan karena elastik ini harus dipakaikan sendiri oleh pasien. Karena elastisitas dan kekuatan tarikan dari karet akan berkurang selama pemakaian sepanjang hari, maka karet elastis setidaknya harus diganti sekali sehari. Untuk itu ortodontis akan memberikan sepaket karet elastik agar pasien dapat mengganti setiap harinya.


komponen-komponen-braces-behel-kawat-gigi.jpg
23/Sep/2017

Banyak dari anda mungkin sudah tidak asing lagi dengan yang namanya behel / braces atau kawat gigi. Namun tahukah anda bahwa alat bantu merapikan gigi ini memiliki komponen atau bagian-bagian yang tidak terpisahkan sehingga dapat berfungsi dengan semestinya?apa sajakah komponen-komponen tersebut? Kita simak yuk!

komponen-komponen dalam braces / behel / kawat gigi
komponen-komponen dalam braces / behel / kawat gigi
  1. Bracket
    Adalah bagian dari braces yang menempel pada permukaan gigi. Pada bagian tengahnya terdapat celah/ slot untuk dilalui kawat gigi/ archwire. Bracket dapat terbuat dari bahan metal/ stainless steel, porselain, komposit atau kombinasi stainless steel – porcelain.Penempatan bracket pada permukaan gigi oleh dokter gigi spesialis orto memerlukan tingkat ketelitian dan presisi yang tinggi, karena itu dokter akan menggunakan alat bantu bernama Bracket gauge pada saat penempatannya.Jarak dan ketinggian untuk penempatan bracket tersebut sudah diperhitungkan sedemikian rupa supaya dapat memperbaiki posisi gigi yang berotasi/miring, posisi gigi yang lebih tinggi atau rendah,dll.  Penempatan ketinggian bracket pada setiap gigi juga unik dan harus serasi untuk sisi kiri dan kanan. Misalkan: ketinggian penempatan ketinggian bracket pada gigi seri akan berbeda dengan gigi taring karena permukaan insisal  gigi taring harus lebih panjang dibanding gigi seri. Demikian juga penempatan bracket pada gigi seri atau geraham kiri harus sama dengan gigi seri atau geraham kanan, sehingga tidak terjadi kemiringan bidang gigitan/ oklusal.Pada bracket untuk gigi taring dan gigi premolar ( geraham kecil) kadang dijumpai hook (antena kecil) pada bagian sudut bracket, sebagai tempat untuk mengait karet elastik inter-arch atau power chain
  2. Buccal tube
    Adalah jenis bracket yang menempel pada gigi geraham besar/ molar. Bracket ini berukuran lebih besar, menyesuaikan dengan ukuran gigi geraham yang besar serta bentuk yang berbeda dengan bracket gigi seri – premolar.  Buccal tube memiliki pengait dan terdapat tube yang dapat dilalui kawat gigi
  3. Archwire/ kawat gigi
    Kawat tipis yang ditempatkan pada slot bracket sampai ke buccal tube (bracket terakhir). Kawat ini terdiri dari beberapa jenis bahan serta ukuran. Biasanya pada saat awal pemasangan behel, kawat yang digunakan adalah kawat lentur dengan diameter kecil, kemudian secara bergradual kawat yang digunakan menjadi lebih besarKawat dengan bahan nickel titanium: kawat dengan bahan ini biasanya digunakan diawal perawatan, karena sifat dari kawat ini lentur dan dapat melekuk mengikuti posisi gigi dan membawa gigi tersebut pada lengkung gigi yang benarKawat dengan bahan stainless steel: kawat dengan bahan ini biasanya digunakan apabila akan dilakukan penarikan gigi karena dibutuhkan sifat kawat yang kaku sebagai “rel” agar gigi yang sedang digerakkan dapat bergerak dengan terkontrol. Kawat ini juga dapat ditekuk sesuai dengan keinginan dokter apabila dokter memerlukan pergerakkan gigi tertentuKawat dengan bahan copper – nickel titanium : hampir serupa dengan kawat nickel titanium, kawat ini juga digunakan di awal perawatan namun dengan keunggulan force/ kekuatan yang dikenakan untuk menggerakkan gigi lebih ringan daripada nickel titanium biasa sehingga rasa sakit yang dirasakan lebih rendah.Selain perbedaan dari bahan, kawat juga memiliki berbagai ukuran penampang ( bulat dan persegi) yang semuanya memiliki kegunaannya masing-masing
  4. O-ring/ elastomeric ring
    adalah karet yang menahan kawat gigi pada slot bracket. O-ring terdiri dari berbagai macam warna, namun ada juga yang berwarna bening. 0-ring diganti pada saat kontrol berkala
  5. Power chain/ elastomeric chain
    Adalah karet yang digunakan pada saat proses penarikan gigi atau penutupan ruangan. Pada dasarnya power chain berbentuk seperti kumpulan o-ring yang disambungkan membentuk rantai. Power chain ini dapat dipasangkan di sekeliling bracket, di hook pada gigi taring atau pada mini screw tergantung dari pergerakkan yang diinginkan oleh ortodontis.Sama seperti o-ring, power chain juga memiliki berbagai pilihan warna dan ukuran. Ortodontis akan memilih ukuran mana yang sesuai dengan rencana perawatan yang diinginkanContoh ukuran power chain adalah:

    • Closed : adalah jenis power chain dengan tidak ada jarak antar lingkaran
    • Short: jenis power chain dengan jarak yang pendek antar lingkaran
    • Long: jenis power chain dengan jarak yang panjang antar lingkaran

    Seringkali pasien menanyakan kepada ortodontis apakah boleh memakai power chain diseluruh bracket gigi-giginya dengan alasan supaya terlihat lebih ‘fashionable’, namun harap diperhatikan bahwa keputusan penggunaan power chain adalah sepenuhnya di tangan ortodontis, karena penggunaan power chain yang tidak tepat malah akan memperburuk hasil perawatan dan menyebabkan pergerakkan gigi yang tidak diinginkan.
    Untuk penjelasan lebih lanjut mengenai hal ini akan dibahas di artikel lain ya.

  6. Open-coil dan closed coil springOpen coil spring adalah kawat melingkar yang diletakkan melingkupi archwire/kawat gigi dan diposisikan diantara 2 bracket, digunakan untuk membuka ruangan diantara 2 gigi atau lebih atau untuk mendorong gigi ke arah yang diinginkanClosed coil spring adalah kawat melingkar yang dikaitkan ke hook pada bracket yang satu ke hook pada bracket yang lain. Tidak terbatas pada hook, closed coil juga dapat dikaitkan ke mini screw. (pembahasan mengenai mini screw akan menyusul  di blog selanjutnya yaa..) Berkebalikan dengan open coil spring, closed coil spring digunakan untuk menutup ruangan yang ada atau untuk mendekatkan jarak 2 gigi atau lebih
  7. Gambar elastik dan alat bantu memasang elastik
    gambar elastik pada pemasangan kawat gigi / behel / bracesalat bantu memasang elastik pada behel / bracesElastik inter-arch
    Karet ini biasanya digunakan dengan cara dikaitkan di gigi/bracket pada rahang atas ke gigi/bracket pada rahang bawah dan tujuan penggunaannya adalah memberikan gaya (force) pada gigi dan rahang untuk memperbaiki posisi gigitan dari gigi geligi pada rahang atas terhadap rahang bawah pada saat kedua rahang dikatupkan agar dapat berkontak dengan rapat dan nyaman.Karena karet ini perlu dipasang oleh pasien sendiri dan diganti setiap harinya oleh pasien, maka kooperatif dan kedisiplinan pasien dalam mengikuti instruksi dari ortodontis sangat diperlukan.Ada berbagai macam ukuran dari elastik inter-arch. Selain ukuran, cara penempatan elastik inter-arch juga bervariasi, disini ortodontis yang akan memutuskan ukuran dan cara penempatan elastik inter-arch yang sesuai dengan pergerakan gigi yang diinginkanInstruksi penggunaan elastik ini secara umum adalah dipakai setiap saat (kecuali pada saat sikat gigi) atau pada saat tidur saja. Pemakaian setiap saat biasanya diinstruksikan bila diinginkan adanya pergerakkan gigi, sedangkan pemakaian saat tidur/ malam diinstruksikan hanya untuk menahan suatu posisi gigi. Perbedaan di antara kedua instruksi tersebut sangat signifikan, karena pergerakkan gigi hanya terjadi bila ada gaya (force) yang konstan. Jadi bila pasien memakai elastik kurang dari waktu yang diinstruksikan, maka pergerakkan gigi tidak akan terjadi sehingga akan memperlambat progres perawatan.

shutterstock_118733071-1200x800.jpg
23/Sep/2017

Tidak seperti perawatan gigi yang lain pada umumnya, perawatan ortodonti/ behel adalah perawatan yang memerlukan waktu yang cukup lama sampai dapat dikatakan selesai. Selain itu diperlukan kerjasama dan disiplin yang baik dari pasien untuk dapat melakukan kontrol/ kunjungan rutin ke ortodontis yang bersangkutan.

Mengapa perlu kontrol kawat gigi / behel secara rutin dan berkala?

Secara umum dapat dijelaskan sebagai berikut:

Gigi dapat bergerak karena adanya tekanan (force) yang diberikan oleh kawat (archwire). Kawat yang digunakan sekarang ini bersifat fleksibel dan dapat kembali ke bentuknya semula, sehingga dapat memberikan tekanan yang ringan dan kontinu pada gigi.

mengapa perlu kontrol behel secara berkala
pasang kawat gigi harus kontrol secara berkala

Tekanan yang diberikan ke gigi melalui kawat ini lama kelamaan akan berkurang dengan berjalannya waktu karena karet o-ring yang memegang kawat pada bracket menjadi lemah dan semakin melar. Karet akan berkurang kekuatan untuk “memegang” kawat pada bracket karena berada pada kondisi mulut kita dalam jangka waktu yang lama, terkena perubahan suhu panas dan dingin, serta karena karet diregangkan melebihi ukuran awalnya sehingga lama kelamaan menjadi getas dan tidak elastik lagi.

Walaupun pada penggunaan bracket self ligating ( bracket yang memiliki “kunci” tersendiri yang menahan kawat pada bracket sehingga tidak perlu menggunakan karet o-ring), kontrol rutin juga harus dilakukan karena kawat pun perlu diganti dari kawat jenis lentur dengan penampang kecil menjadi kawat yang lebih besar dan kaku sesuai dengan tahapan perawatan yang sedang berjalan.

 

Kontrol /kunjungan behel diperlukan untuk:

  • mengganti karet o-ring
  • mengganti arch-wire/ kawat
  • menambahkan alat lain pada behel sebagai penunjang rencana perawatan
  • melakukan pembersihan plak dan karang gigi terutama pada bagian yang sulit dijangkau pada saat menyikat gigi
  • mengevaluasi progres /hasil perawatan dari pergerakkan gigi yang sedang terjadi
  • melanjutkan ke tahap perawatan selanjutnya

Karena pergerakkan gigi memerlukan waktu kira-kira minimal 3 minggu, maka kontrol behel secara berkala dilakukan setiap 3-8 minggu. Tidak seperti  durasi (chair time) pada saat pemasangan behel yang memakan waktu cukup lama, durasi /chair time pada saat kontrol rutin perawatan ortodonti berkisar sekitar 15-30 menit saja.

Harus diingat bahwa pasien sebaiknya mengikuti anjuran dokter untuk datang pada saat kontrol yang sudah dijadwalkan . Apabila pasien tidak datang kontrol dalam jangka  waktu yang lama sehingga ada pergerakkan gigi yang tidak diinginkan maka perawatan pada pasien tersebut juga akan semakin lama untuk diselesaikan.


pasang-kawat-gigi.jpg
23/Sep/2017

Sekarang ini perawatan ortodonti sudah menjadi sangat umum bahkan terkesan ‘dijual bebas’ , seakan-akan siapapun orangnya dapat melakukannya asalkan memiliki alat-alat yang dibutuhkan. Bukan hanya dokter gigi umum, bahkan tukang gigi atau toko behel online pun  menyediakan jasa perawatan ortodonti tersebut. Namun apakah perawatan ortodonti yang dilakukan sudah ideal dari aspek keilmuan seperti diagnosis yang tepat, rencana perawatan yang benar serta tindakan perawatan ortodonti yang dilakukan secara higienis dan baik masih dipertanyakan.

Tujuan perawatan ortodonti/behel tidaklah sesederhana mendapatkan ‘gigi rapi’ saja namun juga mendapatkan hubungan gigi geligi atas terhadap bawah yang harmonis sehingga dapat menunjang fungsi stomatognati seperti berbicara, mengunyah, menelan,dll. Untuk mendapatkan tujuan tersebut perawatan harus dilakukan secara hati-hati dan banyak aspek yang perlu dipertimbangkan seperti keadaan/kesehatan jaringan penyangga gigi, anatomi gigi dan mulut pasien, keadaan tumbuh kembang pasien (apabila pasien masih dalam masa pertumbuhan), posisi rahang dan gigi pasien yang dapat terlihat dari rontgen sefalometri (sehingga diperlukan kemampuan menganalisa foto rontgen beserta mengetahui normal/tidak normalnya posisi gigi dan rahang), etiologi/ penyebab maloklusi pada pasien (sehingga mempengaruhi rencana perawatan yang akan dilakukan), biomekanika pergerakkan gigi, keadaan sendi temporomandibular dari pasien, sifat-sifat dari material/bahan dan alat ortodonti digunakan, dan lain-lain

Sudah banyak contoh kasus perawatan yang gagal atau bahkan bertambah parah yang dilakukan oleh oknum yang tidak berpengalaman dapatlah memberikan gambaran kepada kita bahwa sangatlah penting perawatan orto/ behel dilakukan oleh seseorang dengan keahlian serta pengalaman dan pengetahuan yang mumpuni dalam bidang ortodonti, yaitu seorang dokter gigi spesialis ortodonti.

Seorang dokter gigi spesialis ortodonti/ ortodontis telah menjalani suatu program pendidikan khusus yang ekstensif, pelatihan-pelatihan khusus dan memiliki pengalaman menghadapi berbagai kasus ortodonti dengan berbagai macam jenis dan berbagai tingkat kesulitannya. Selain telah menyelesaikan program studi spesialisasi ortodonti yang cukup lama, seorang spesialis ortodonti juga diwajibkan mengikuti seminar-seminar dan pelatihan-pelatihan secara regular agar mengikuti perkembangan pengetahuan dan teknologi terbaru di bidang ortodonti. Dari penjelasan di atas anda dapat yakin bahwa anda ditangani oleh seseorang yang telah memiliki skill yang dibutuhkan dan juga profesional.

Seorang dokter gigi umum apalagi tukang gigi sayangnya tidak memiliki kompetensi dan pengetahuan yang mencukupi untuk dapat melakukan perawatan ortodonti. Kursus-kursus bidang ortodonti yang mungkin diikuti oleh dokter gigi umum hanya kursus selama 1 atau 2 hari saja. Mungkin dalam prakteknya banyak dokter gigi umum yang menawarkan biaya perawatan yang tampak lebih murah, namun bila ada yang dapat merawat gigi anda dengan lebih profesional, mengapa menghabiskan waktu dan biaya yang anda miliki dengan memasang behel pada seseorang yang kurang berkompeten, dengan risiko hasil perawatan yang tidak acceptable dan terpaksa harus dirawat ulang? Tentunya hal ini akan membuang biaya dan waktu yang lebih banyak.


rahang-atas-bawah-tidak-sinkron.jpg
23/Sep/2017

Dokter gigi umum
adalah seseorang yang telah selesai mengambil pendidikan kedokteran gigi selama +/- 5-6 tahun yang berfokus pada kesehatan gigi, gusi, mulut dan rahang. Seorang dokter gigi di Indonesia akan mencantumkan gelar “drg.” di depan namanya, dan terdaftar dalam Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI).
Seorang dokter gigi dapat merawat berbagai permasalahan gigi dan mulut seperti penambalan/ perawatan gigi berlubang, perawatan gusi/gingivitis dan jaringan penyangga gigi, pembersihan karang gigi,  perawatan memutihkan gigj, dental check-up, pencabutan gigi, perawatan saluran akar ataupun pembuatan gigi tiruan.

Dokter gigi spesialis ortodonti / ortodontis
adalah seseorang yang telah terlebih dahulu menempuh pendidikan Kedokteran gigi sehingga menjadi dokter gigi (drg.), kemudian mengambil  dan menyelesaikan program spesialisasi ortodonti selama 3-4 tahun. Di Indonesia seorang Ortodontis akan terdaftar dan diakui oleh Ikatan Ortodontis Indonesia (Ikorti) dan biasanya mencantumkan gelar “Sp. Ort” dibelakang namanya.
Seorang dokter gigi spesialis ortodonti/ ortodonti mempelari secara khusus kelainan pertumbuhan dan perkembangan gigi dan wajah, maloklusi serta penanggulangannya melalui upaya preventif/ pencegahan, interseptif, dan kuratif/ pengobatan, baik secara bedah maupun non bedah, guna mengembalikan fungsi sistem stomatognatik dan estetika yang optimal.

Seorang dokter gigi spesialis ortodonti dalam prakteknya akan menangani kasus-kasus seperti:
1. Gigi berjejal
Gigi Berjejal
2. Gigi dengan spacing/berjarak-jarak

3. Kelainan hubungan rahang atas dan bawah dimana jarak gigi depan atas terletak jauh di depan gigi depan bawah (overjet besar)
Rahang atas dan bawah tidak sinkron
4. Gigi depan (anterior) bawah terletak di depan gigi depan (anterior) atas atau biasa disebut cameh / overjet negatif
cameh-overjet-negatif
5. Open bite/ gigitan depan terbuka
open bite gigitan depan terbuka
6. gigitan dalam (deep overbite)
gigitan dalam deep overbite
7. Interdigitasi yang kurang baik sehingga menyebabkan kelainan sendi temporomandibular

8. Kelainan susunan gigi dan rahang berkaitan dengan kebiasaan buruk, serta kasus-kasus lainnya

Jadi dari penjelasan di atas dapatlah disimpulkan bahwa baik dokter gigi umum maupun ortodontis keduanya adalah orang-orang yang memiliki keahlian dalam bidang perawatan kesehatan gigi geligi dan mulut, namun dokter gigi spesialis ortodonti mengkhususkan diri dalam mendiagnosis, pencegahan dan perawatan yang berhubungan dengan kelaianan gigitan (maloklusi).


rahang-atas-bawah-tidak-sinkron.jpg
23/Sep/2017

Ortodonti adalah suatu ilmu dalam bidang kedokteran gigi yang dalam praktiknya khusus merawat pasien dengan maloklusi. Maloklusi itu sendiri adalah ketidakteraturan posisi gigi geligi baik dalam satu rahang maupun dalam relasi/hubungannya antara kedua rahang atas dan bawah pada saat kedua rahang dikatupkan.

Selain berfokus pada proses merapikan posisi gigi geligi, bidang ortodonti juga meliputi perawatan dan kontrol aspek pertumbuhan wajah ( Dentofacial Orthopedic) dan perkembangan tulang rahang.

Ortodonti berasal dari bahasa Yunani yaitu: “Orthos” yang artinya “lurus, sempurna atau tepat” , sedangkan “dontos” artinya “gigi”. Jadi ortodonti singkatnya adalah ilmu merapikan gigi.

Seseorang dengan keahlian ortodonti disebut juga ortodontis atau dokter gigi spesialis ortodonti. Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai apa itu ortodontis dan bedanya dengan dokter gigi umum dapat klik disini.

Sebagian besar masyarakat tentunya sudah mengenal braces/ behel/ kawat gigi untuk merapikan gigi, namun dalam perawatan ortodonti nyatanya tidak hanya behel saja, namun terdapat berbagai macam alat yang dapat dipakai oleh pasien untuk memperbaiki susunan gigi geliginya. Untuk mengetahui alat apa saja bisa di klik disini.

Fungsi perawatan Ortodonti itu sendiri tidaklah berkisar hanya pada kosmetika belaka, namun yang terpenting adalah merawat dan mencegah masalah kesehatan yang berkaitan dengan ketidaksejajaran hubungan gigi dan rahang. Penjelasan lebih lanjut mengenai fungsi perawatan ortodonti dengan lebih lengkap dapat dilihat disini


pasang-kawat-gigi.jpg
23/Sep/2017

Ketika ditanyakan, banyak yang mengatakan ingin memasang behel atau melakukan perawatan ortodonti untuk memperbaiki penampilan melalui susunan gigi yang rapi, atau hanya sekedar alasan “fashion” atau gaya-gayaan semata. Benarkah sebenarnya hal tersebut? Ada benarnya, namun tidak sepenuhnya benar. Berikut kami jabarkan fungsi perawatan ortodonti dengan lebih lengkap:

  1. Menciptakan dan mempertahakan kondisi gigi dan gusi yang sehat
    Bagaimana bisa demikian? Gigi yang berjejal/ berantakan akan menyulitkan kita untuk dapat membersihkan area gigi dan gusi dengan baik. Hal ini akan menyebabkan menumpuknya plak dan bakteri yang akhirnya menyebabkan karies ( gigi berlubang).Plak gigi yang menempel pada permukaan gigi dan kemudian termineralisasi oleh air liur juga dapat berkembang menjadi karang gigi. Karang gigi ini akhirnya dapat merusak gusi (gingivitis) dan bahkan merusak tulang penyangga gigi sehingga menyebabkan gigi menjadi goyang (periodontitis)

    Selain gigi berjejal, gigi dengan celah-celah/spacing juga berpotensi menyebabkan impaksi makanan/ tertahannya sisa makanan diantara celah gigi yang akhirnya menyebabkan gigi berlubang dan gingivitis

    Dengan dilakukannya perawatan ortodonti, maka gigi berjejal akan menjadi rapi dan gigi dengan spacing akan tertutup rapat sehingga didapatkan susunan gigi yang baik dan teratur dan diharapkan terciptanya rongga mulut yang sehat

  1. Memperbaiki fungsi bicara
    Adanya kondisi-kondisi maloklusi tertentu dapat menyebabkan seseorang kesulitan mengucapkan beberapa huruf atau kata. Contohnya pada kasus gigitan terbuka (openbite) dimana gigi depan tidak dapat dikatupkan walaupun gigi belakang sudah dalam keadaan menggigit. Pada keadaan ini seseorang akan kesulitan mengucapkan suara ‘sibilant’ seperti “s”, “z”, dan “ch”. Pada kasus dengan lengkung gigi yang sempit atau berbentuk seperti segitiga, resonansi suara yang dihasilkan juga menjadi kurang baik
  1. Mencegah atau mengobati gangguan sendi rahang temporomandibular
    Salah satu penyebab gangguan sendi rahang adalah interdigitasi gigi geligi rahang atas terhadap rahang bawah yang kurang baik yaitu bagian tonjol (cusp) gigi tidak bertemu sempurna terhadap bagian cekungan (fossa) gigi sehingga terjadi ketidakharmonisan kondisi gigitan pada saat kedua rahang dikatupkan. Kondisi ini dapat menyebabkan rasa sakit pada sendi, bunyi pada sendi (clicking atau krepitasi), kesulitan pada gerakan buka tutup mulut serta gangguan sendi rahang lainnya.
  1. Mencegah aus atau terkikisnya permukaan gigi serta tekanan yang berlebihan pada gusi dan jaringan penyangga gigi
    Hal ini biasanya berhubungan dengan susunan gigi yang tidak teratur misalkan ada salah satu atau beberapa bagian gigi yang tidak se-level atau di atas garis oklusi sehingga gigi tersebut terkena tekanan penguyahan lebih besar dari gigi geligi yang lain, yang semestinya tekanan dari pengunyahan didistribusikan secara lebih merata ke permukaan-permukaan gigi lainnya
  1. Memperbaiki fungsi pengunyahan
    Contoh, pada kasus openbite ( gigitan terbuka) anterior, seseorang akan sulit menggigit makanan dengan gigi depan. Sebaliknya pada openbite posterior, seseorang akan kesulitan mengunyah dengan baik pada gigi belakangnya. Interdigitasi gigi geligi yang buruk juga dapat menyebabkan proses pengunyahan makanan menjadi kurang efektif.
  1. Mencegah kondisi gigi geligi yang ada agar tidak menjadi maloklusi yang semakin buruk di kemudian hari
    Adanya kebiasaan buruk seperti mengisap ibu jari, menggigit bibir, menjulurkan lidah atau bernafas melalui mulut terutama bila dilakukan sejak masa pertumbuhan anak, dapat menyebabkan maloklusi yang parah di kemudian hari atau bahkan berkembang menjadi kelainan pertumbuhan rahang. Disinilah peran ortodontis untuk pencegahan /preventif diperlukan agar kondisi tersebut tidak menjadi semakin parah
  1. Meningkatkan estetika melalui susunan gigi geligi yang rapi dan senyum yang menawan sehingga meningkatkan kepercayaan diri seseorang.
    Gigi geligi yang berjejal/ bertumpuk, renggang-renggang, garis tengah gigi tidak sesuai garis tengah wajah akan tentunya kurang sedap dipandang.

Dari penjelasan di atas kita dapat melihat bahwa bukan hanya aspek estetika, namun banyak aspek medis yang menyertai fungsi perawatan ortodonti ini. Jadi janganlah sembarangan dalam melakukan perawatan ortodonti, karena bila tidak dilakukan dengan benar fungsi-fungsi medis yang harusnya didapatkan tidak akan tercapai.

 

 


ToothSignature Klinik Gigi Kelapa Gading Jakarta

Tooth Signature adalah Klinik Gigi Kelapa Gading, Jakarta Utara, yang menyediakan layanan Spesialis Ortodonti dari Dokter Gigi - Dokter Gigi berpengalaman, lulusan terbaik dari berbagai Universitas Ternama di Indonesia.

Cari Spesialis Ortodonti Jakarta ?
Tooth Signature tempatnya

Created and optimized by SimpleBetter 2017. All Right Reserved