Please wait...

pasang-kawat-gigi.jpg
22/Nov/2017

Sekarang ini perawatan ortodonti sudah menjadi sangat umum bahkan terkesan ‘dijual bebas’ , seakan-akan siapapun orangnya dapat melakukannya asalkan memiliki alat-alat yang dibutuhkan. Bukan hanya dokter gigi umum, bahkan tukang gigi atau toko behel online pun  menyediakan jasa perawatan ortodonti tersebut. Namun apakah perawatan ortodonti yang dilakukan sudah ideal dari aspek keilmuan seperti diagnosis yang tepat, rencana perawatan yang benar serta tindakan perawatan ortodonti yang dilakukan secara higienis dan baik masih dipertanyakan.

Tujuan perawatan ortodonti/behel tidaklah sesederhana mendapatkan ‘gigi rapi’ saja namun juga mendapatkan hubungan gigi geligi atas terhadap bawah yang harmonis sehingga dapat menunjang fungsi stomatognati seperti berbicara, mengunyah, menelan,dll. Untuk mendapatkan tujuan tersebut perawatan harus dilakukan secara hati-hati dan banyak aspek yang perlu dipertimbangkan seperti keadaan/kesehatan jaringan penyangga gigi, anatomi gigi dan mulut pasien, keadaan tumbuh kembang pasien (apabila pasien masih dalam masa pertumbuhan), posisi rahang dan gigi pasien yang dapat terlihat dari rontgen sefalometri (sehingga diperlukan kemampuan menganalisa foto rontgen beserta mengetahui normal/tidak normalnya posisi gigi dan rahang), etiologi/ penyebab maloklusi pada pasien (sehingga mempengaruhi rencana perawatan yang akan dilakukan), biomekanika pergerakkan gigi, keadaan sendi temporomandibular dari pasien, sifat-sifat dari material/bahan dan alat ortodonti digunakan, dan lain-lain

Sudah banyak contoh kasus perawatan yang gagal atau bahkan bertambah parah yang dilakukan oleh oknum yang tidak berpengalaman dapatlah memberikan gambaran kepada kita bahwa sangatlah penting perawatan orto/ behel dilakukan oleh seseorang dengan keahlian serta pengalaman dan pengetahuan yang mumpuni dalam bidang ortodonti, yaitu seorang dokter gigi spesialis ortodonti.

Seorang dokter gigi spesialis ortodonti/ ortodontis telah menjalani suatu program pendidikan khusus yang ekstensif, pelatihan-pelatihan khusus dan memiliki pengalaman menghadapi berbagai kasus ortodonti dengan berbagai macam jenis dan berbagai tingkat kesulitannya. Selain telah menyelesaikan program studi spesialisasi ortodonti yang cukup lama, seorang spesialis ortodonti juga diwajibkan mengikuti seminar-seminar dan pelatihan-pelatihan secara regular agar mengikuti perkembangan pengetahuan dan teknologi terbaru di bidang ortodonti. Dari penjelasan di atas anda dapat yakin bahwa anda ditangani oleh seseorang yang telah memiliki skill yang dibutuhkan dan juga profesional.

Seorang dokter gigi umum apalagi tukang gigi sayangnya tidak memiliki kompetensi dan pengetahuan yang mencukupi untuk dapat melakukan perawatan ortodonti. Kursus-kursus bidang ortodonti yang mungkin diikuti oleh dokter gigi umum hanya kursus selama 1 atau 2 hari saja. Mungkin dalam prakteknya banyak dokter gigi umum yang menawarkan biaya perawatan yang tampak lebih murah, namun bila ada yang dapat merawat gigi anda dengan lebih profesional, mengapa menghabiskan waktu dan biaya yang anda miliki dengan memasang behel pada seseorang yang kurang berkompeten, dengan risiko hasil perawatan yang tidak acceptable dan terpaksa harus dirawat ulang? Tentunya hal ini akan membuang biaya dan waktu yang lebih banyak.


22/Nov/2017

Gigi mempunyai peran penting saat seseorang tersenyum dan berbicara. Kecantikan seseorang bisa dinilai dari kondisi gigi. Warna gigi merupakan salah satu unsur yang pertama kali dinilai karena mempengaruhi perhatian sosial dan psikologis. Tidak semua orang memiliki gigi putih. Perubahan warna gigi dapat disebabkan oleh konsumsi bahan makanan berlebihan seperti kopi, teh, makanan berwarna atau tembakau, obat-obatan tertentu seperti tetracycline, terjadi benturan gigi yang menyebabkan gigi menjadi non vital, dan perubahan warna gigi karena pertambahan usia, perubahan warna dapat terjadi karena defek pada saat perkembangan gigi antara lain fluorosis, dan perubahan warna gigi karena restorasi dapat disebabkan karena logam amalgam dan komposit.

sebelum sesudah bleaching gigi
before after bleaching gigi

Tren memutihkan gigi menjadi pilihan beberapa orang untuk meningkatkan percaya diri saat berbicara dan tersenyum. Memutihkan gigi  juga sering disebut dengan bleaching. Bleaching adalah perawatan untuk mencerahkan warna gigi menggunakan aplikasi bahan kimia yang mengoksidasi pigmen organik dalam gigi. Perawatan ini akan memberikan efek gigi menjadi lebih putih dan cerah. Bahan yang digunakan untuk bleaching yaitu hydrogen peroxide atau carbamide peroxide pada konsentrasi tertentu.

Berdasarkan metodenya, bleaching dibedakan menjadi dua yaitu bleaching in office dan home bleaching. Bleaching in office hanya dapat dilakukan oleh dokter gigi di klinik dokter gigi. Waktu yang dibutuhkan sekitar 1 jam dan gigi akan langsung tampak putih dan cerah setelah perawatan. Bahan yang biasanya dipakai adalah hydrogen peroxide. Home bleaching merupakan bleaching yang dilakukan di rumah dengan menggunakan bahan bleaching yang konsentrasinya lebih rendah daripada bleaching in office sehingga gigi menjadi putih setelah beberapa hari pemakaian. Bahan yang biasanya dipakai adalah carbamide peroxide.

Indikasi perawatan bleaching yaitu pada gigi yang mengalami perubahan warna karena proses menua, konsumsi makanan dan minuman, fluorosis, serta obat, antara lain tetrasiklin. Kontra indikasi penggunaan bahan pemutih gigi karena alergi terhadap komponen bahan pemutih gigi, gigi yang sangat sensitif, hamil, restorasi gigi anterior yang berubah warna, anak- anak yang usianya dibawah 16 tahun karena dapat menyebabkan sensitif yang berkepanjangan.

Mekanisme kerja bahan pemutih gigi yaitu dengan cara masuk melalui email ke tubuli dentin dan mengoksidasi pigmen pada dentin, menyebabkan warna gigi menjadi lebih muda sehingga gigi akan terlihat lebih putih. Jadi jangan khawatir, prosedur ini aman dan tidak merusak email gigi.

 

bleaching gigi teknik pemutihan gigi

Ilustrasi mekanisme kerja bahan pemutih gigi ( credit: polawhite.com.au)

 

Prosedur bleaching in office dimulai dengan pembersihan gigi dari sisa makanan yang menempel pada permukaan gigi. Selanjutnya akan dilakukan penentuan warna awal sebelum tindakan bleaching agar dapat dievaluasi hasil sebelum dan setelah perawatan. Isolasi daerah bibir menggunakan cheek retractor dan didaerah gusi menggunakan gingival barrier. Hal ini bertujuan untuk mencegah bahan bleaching mengiritasi jaringan lunak disekitar rongga mulut. Setelah itu akan dilakukan aplikasi bahan bleaching di permukaan gigi dan dilakukan penyinaran selama 15 menit setiap satu sesi. Aplikasi bahan bleaching biasanya 3 sampai 4 sesi. Setelah selesai permukaan gigi dibersihkan dengan air dan dilakukan penentuan warna untuk mengetahui hasil perawatan.

Kelebihan dari prosedur bleaching adalah gigi akan lebih putih dalam waktu cepat, merupakan perawatan konservatif yang paling ringan dan aman untuk merawat perubahan warna gigi.  Sedangkan kekurangannya yaitu hasil perawatan ini tidak bersifat permanen sehingga gigi akan menjadi kembali ke warna semula kurang lebih setelah 8 bulan. Selain itu setelah perawatan bleaching seringkali gigi menjadi lebih sensitif selama beberapa hari dan jika bahan bleaching berkontak dengan jaringan lunak seperti gusi dan bibir maka dapat menyebabkan iritasi.

Hal-hal yang perlu dihindari setelah perawatan bleaching yaitu selama 7 hari pertama setelah perawatan hindari mengonsumsi teh, kopi, buah naga, dan merokok. Apabila semakin sering mengonsumsi makanan atau minuman tersebut maka semakin cepat gigi berubah ke warna semula. Selain itu untuk mengatasi gigi sensitif setelah bleaching dapat menggunakan pasta gigi anti sensitif atau melakukan perawatan desensitisasi ke dokter gigi. Sebaiknya jika ingin melakukan perawatan bleaching selalu konsultasi kepada dokter gigi terlebih dahulu agar hasil perawatan lebih memuaskan dan menghindari efek samping setelah bleaching.


penggunaan-karet-elastis-kawat-gigi.jpg
22/Nov/2017

MENGENAL ELASTIK INTER-ARCH ( RUBBER BAND) DALAM PERAWATAN ORTODONTI

pengunaan karet elastis kawat gigi
penggunaan karet elastis kawat gigi

Mungkin anda pernah melihat seorang pemakai behel / kawat gigi / braces yang sedang tertawa lebar, kemudian tiba-tiba anda menyadari ada seperti karet yang menyantol dari gigi atas ke gigi bawah orang tersebut, lalu anda bertanya-tanya benda apakah itu? Ya, itu adalah elastik inter-arch atau disebut juga rubber band (Karet Elastis)

Apa sebenarnya elastik inter-arch / karet elastis ini dan apa fungsinya? Akan kita bahas di bawah ini ya.
Elastik inter-arch adalah sejenis karet berukuran cukup lebar dibandingkan dengan karet o-ring (yang biasa dipakai untuk menahan kawat pada bracket), karet ini memiliki berbagai macam warna dan ukuran.

Kegunaan elastik inter-arch / karet elastis ini secara umum adalah
– Memperbaiki posisi gigitan antara gigi geligi rahang atas dan bawah agar berkontak dengan baik saat kedua rahang dikatupkan
– Membantu penutupan ruangan
– Memperbaiki gigitan silang ( cross-bite)
– Memperbaiki garis tengah gigi yang bergeser agar didapatkan garis tengah gigi atas dan bawah yang sejajar

Bagaimana pemakaiannya?
Karet elastis dipakaikan sendiri oleh pasien dengan cara mengaitkan elastik ke bagian hook pada bracket pada gigi atas ke gigi bawah sesuai instruksi dari ortodontis. Pasien dapat mengaitkan karet elastik ini dengan alat bantu khusus ataupun langsung dengan jari tangan

Berikut video contoh pemasangan karet elastik :

Kapan digunakannya?
Ortodontis yang bersangkutan yang akan memutuskan kapan elastik ini akan mulai dipakai di suatu fase perawatan ortodonti. Instruksi penggunaan elastik ini secara umum adalah dipakai setiap saat (kecuali pada saat sikat gigi) atau pada saat tidur saja.

Pemakaian setiap saat biasanya diinstruksikan bila diinginkan adanya pergerakkan gigi, sedangkan pemakaian saat tidur/ malam diinstruksikan hanya untuk menahan suatu posisi gigi. Perbedaan di antara kedua instruksi tersebut sangat signifikan, karena pergerakkan gigi hanya terjadi bila ada gaya (force) yang konstan. Jadi bila pasien memakai karet elastis kawat gigi kurang dari waktu yang diinstruksikan, maka pergerakkan gigi tidak akan terjadi sehingga kan memperlambat progres perawatan.

Bagaimana dengan pemakaian karet elastis saat makan? Bila dirasakan sulit untuk melakukan gerakan mengunyah, elastik dapat dilepas saat makan, dan kemudian dipakai lagi setelah selesai makan. Namun pemakaian elastik saat sedang makan sebenarnya dapat membuat pergerakan gigi menjadi lebih cepat karena adanya force tambahan dari peregangan elastik pada saat gerakan buka-tutup mulut.

Beberapa jenis pemakaian elastik
– Elastik class II: digunakan pada kasus dengan gigi depan atas jauh lebih maju daripada gigi depan bawah

karet elastis behel kelas II
karet elastis behel kelas II

– Elastik class III : digunakan pada kasus gigi depan bawah lebih maju daripada gigi depan atas (cameh)

penggunaan elastic rubber band class III
penggunaan elastic rubber band class III

– Vertikal elastik gigi belakang: digunakan untuk merapatkan kontak antara gigi geligi belakang pada rahang atas terhadap rahang bawah, dapat berbentuk kotak , segitiga atau zig zag

vertikal elastik gigi belakang
vertikal elastik gigi belakang

vertikal elastik segitiga gigi belakang
vertikal elastik segitiga gigi belakang

– Box elastik gigi depan: digunakan pada kasus gigitan terbuka pada gigi depan (open bite anterior)

box elastik gigi depan
box elastik gigi depan

– Cross elastik gigi depan : digunakan untuk memperbaiki garis tengah gigi sehingga sejajar antara atas dan bawah

cross elastik gigi depan
cross elastik gigi depan

– Cross elastik gigi belakang : digunakan untuk memperbaiki gigitan silang di gigi belakang ( cross bite posterior)

Apa yang dirasakan pada saat penggunaan karet elastik ini?
Gaya/ force yang dihasilkan dari penggunaan karet elastis dapat menimbulkan sedikit rasa sakit dan kurang nyaman. Namun jangan kuatir karena hal ini berarti gigi anda sedang bergerak kearah yang diinginkan. Dengan pemakaian rutin, beberapa pasien mengaku merasa terbiasa dan beradaptasi dengan pemakaian elastik ini.

Perlu diingat bahwa kooperatif dan kedisiplinan pasien dalam memakai dan mengikuti instruksi dari ortodontis sangatlah diperlukan karena elastik ini harus dipakaikan sendiri oleh pasien. Karena elastisitas dan kekuatan tarikan dari karet akan berkurang selama pemakaian sepanjang hari, maka karet elastis setidaknya harus diganti sekali sehari. Untuk itu ortodontis akan memberikan sepaket karet elastik agar pasien dapat mengganti setiap harinya.


komponen-komponen-braces-behel-kawat-gigi.jpg
22/Nov/2017

Banyak dari anda mungkin sudah tidak asing lagi dengan yang namanya behel / braces atau kawat gigi. Namun tahukah anda bahwa alat bantu merapikan gigi ini memiliki komponen atau bagian-bagian yang tidak terpisahkan sehingga dapat berfungsi dengan semestinya?apa sajakah komponen-komponen tersebut? Kita simak yuk!

komponen-komponen dalam braces / behel / kawat gigi
komponen-komponen dalam braces / behel / kawat gigi
  1. Bracket
    Adalah bagian dari braces yang menempel pada permukaan gigi. Pada bagian tengahnya terdapat celah/ slot untuk dilalui kawat gigi/ archwire. Bracket dapat terbuat dari bahan metal/ stainless steel, porselain, komposit atau kombinasi stainless steel – porcelain.Penempatan bracket pada permukaan gigi oleh dokter gigi spesialis orto memerlukan tingkat ketelitian dan presisi yang tinggi, karena itu dokter akan menggunakan alat bantu bernama Bracket gauge pada saat penempatannya.Jarak dan ketinggian untuk penempatan bracket tersebut sudah diperhitungkan sedemikian rupa supaya dapat memperbaiki posisi gigi yang berotasi/miring, posisi gigi yang lebih tinggi atau rendah,dll.  Penempatan ketinggian bracket pada setiap gigi juga unik dan harus serasi untuk sisi kiri dan kanan. Misalkan: ketinggian penempatan ketinggian bracket pada gigi seri akan berbeda dengan gigi taring karena permukaan insisal  gigi taring harus lebih panjang dibanding gigi seri. Demikian juga penempatan bracket pada gigi seri atau geraham kiri harus sama dengan gigi seri atau geraham kanan, sehingga tidak terjadi kemiringan bidang gigitan/ oklusal.Pada bracket untuk gigi taring dan gigi premolar ( geraham kecil) kadang dijumpai hook (antena kecil) pada bagian sudut bracket, sebagai tempat untuk mengait karet elastik inter-arch atau power chain
  2. Buccal tube
    Adalah jenis bracket yang menempel pada gigi geraham besar/ molar. Bracket ini berukuran lebih besar, menyesuaikan dengan ukuran gigi geraham yang besar serta bentuk yang berbeda dengan bracket gigi seri – premolar.  Buccal tube memiliki pengait dan terdapat tube yang dapat dilalui kawat gigi
  3. Archwire/ kawat gigi
    Kawat tipis yang ditempatkan pada slot bracket sampai ke buccal tube (bracket terakhir). Kawat ini terdiri dari beberapa jenis bahan serta ukuran. Biasanya pada saat awal pemasangan behel, kawat yang digunakan adalah kawat lentur dengan diameter kecil, kemudian secara bergradual kawat yang digunakan menjadi lebih besarKawat dengan bahan nickel titanium: kawat dengan bahan ini biasanya digunakan diawal perawatan, karena sifat dari kawat ini lentur dan dapat melekuk mengikuti posisi gigi dan membawa gigi tersebut pada lengkung gigi yang benarKawat dengan bahan stainless steel: kawat dengan bahan ini biasanya digunakan apabila akan dilakukan penarikan gigi karena dibutuhkan sifat kawat yang kaku sebagai “rel” agar gigi yang sedang digerakkan dapat bergerak dengan terkontrol. Kawat ini juga dapat ditekuk sesuai dengan keinginan dokter apabila dokter memerlukan pergerakkan gigi tertentuKawat dengan bahan copper – nickel titanium : hampir serupa dengan kawat nickel titanium, kawat ini juga digunakan di awal perawatan namun dengan keunggulan force/ kekuatan yang dikenakan untuk menggerakkan gigi lebih ringan daripada nickel titanium biasa sehingga rasa sakit yang dirasakan lebih rendah.Selain perbedaan dari bahan, kawat juga memiliki berbagai ukuran penampang ( bulat dan persegi) yang semuanya memiliki kegunaannya masing-masing
  4. O-ring/ elastomeric ring
    adalah karet yang menahan kawat gigi pada slot bracket. O-ring terdiri dari berbagai macam warna, namun ada juga yang berwarna bening. 0-ring diganti pada saat kontrol berkala
  5. Power chain/ elastomeric chain
    Adalah karet yang digunakan pada saat proses penarikan gigi atau penutupan ruangan. Pada dasarnya power chain berbentuk seperti kumpulan o-ring yang disambungkan membentuk rantai. Power chain ini dapat dipasangkan di sekeliling bracket, di hook pada gigi taring atau pada mini screw tergantung dari pergerakkan yang diinginkan oleh ortodontis.Sama seperti o-ring, power chain juga memiliki berbagai pilihan warna dan ukuran. Ortodontis akan memilih ukuran mana yang sesuai dengan rencana perawatan yang diinginkanContoh ukuran power chain adalah:

    • Closed : adalah jenis power chain dengan tidak ada jarak antar lingkaran
    • Short: jenis power chain dengan jarak yang pendek antar lingkaran
    • Long: jenis power chain dengan jarak yang panjang antar lingkaran

    Seringkali pasien menanyakan kepada ortodontis apakah boleh memakai power chain diseluruh bracket gigi-giginya dengan alasan supaya terlihat lebih ‘fashionable’, namun harap diperhatikan bahwa keputusan penggunaan power chain adalah sepenuhnya di tangan ortodontis, karena penggunaan power chain yang tidak tepat malah akan memperburuk hasil perawatan dan menyebabkan pergerakkan gigi yang tidak diinginkan.
    Untuk penjelasan lebih lanjut mengenai hal ini akan dibahas di artikel lain ya.

  6. Open-coil dan closed coil springOpen coil spring adalah kawat melingkar yang diletakkan melingkupi archwire/kawat gigi dan diposisikan diantara 2 bracket, digunakan untuk membuka ruangan diantara 2 gigi atau lebih atau untuk mendorong gigi ke arah yang diinginkanClosed coil spring adalah kawat melingkar yang dikaitkan ke hook pada bracket yang satu ke hook pada bracket yang lain. Tidak terbatas pada hook, closed coil juga dapat dikaitkan ke mini screw. (pembahasan mengenai mini screw akan menyusul  di blog selanjutnya yaa..) Berkebalikan dengan open coil spring, closed coil spring digunakan untuk menutup ruangan yang ada atau untuk mendekatkan jarak 2 gigi atau lebih
  7. Gambar elastik dan alat bantu memasang elastik
    gambar elastik pada pemasangan kawat gigi / behel / bracesalat bantu memasang elastik pada behel / bracesElastik inter-arch
    Karet ini biasanya digunakan dengan cara dikaitkan di gigi/bracket pada rahang atas ke gigi/bracket pada rahang bawah dan tujuan penggunaannya adalah memberikan gaya (force) pada gigi dan rahang untuk memperbaiki posisi gigitan dari gigi geligi pada rahang atas terhadap rahang bawah pada saat kedua rahang dikatupkan agar dapat berkontak dengan rapat dan nyaman.Karena karet ini perlu dipasang oleh pasien sendiri dan diganti setiap harinya oleh pasien, maka kooperatif dan kedisiplinan pasien dalam mengikuti instruksi dari ortodontis sangat diperlukan.Ada berbagai macam ukuran dari elastik inter-arch. Selain ukuran, cara penempatan elastik inter-arch juga bervariasi, disini ortodontis yang akan memutuskan ukuran dan cara penempatan elastik inter-arch yang sesuai dengan pergerakan gigi yang diinginkanInstruksi penggunaan elastik ini secara umum adalah dipakai setiap saat (kecuali pada saat sikat gigi) atau pada saat tidur saja. Pemakaian setiap saat biasanya diinstruksikan bila diinginkan adanya pergerakkan gigi, sedangkan pemakaian saat tidur/ malam diinstruksikan hanya untuk menahan suatu posisi gigi. Perbedaan di antara kedua instruksi tersebut sangat signifikan, karena pergerakkan gigi hanya terjadi bila ada gaya (force) yang konstan. Jadi bila pasien memakai elastik kurang dari waktu yang diinstruksikan, maka pergerakkan gigi tidak akan terjadi sehingga akan memperlambat progres perawatan.

shutterstock_118733071-1200x800.jpg
22/Nov/2017

Tidak seperti perawatan gigi yang lain pada umumnya, perawatan ortodonti/ behel adalah perawatan yang memerlukan waktu yang cukup lama sampai dapat dikatakan selesai. Selain itu diperlukan kerjasama dan disiplin yang baik dari pasien untuk dapat melakukan kontrol/ kunjungan rutin ke ortodontis yang bersangkutan.

Mengapa perlu kontrol kawat gigi / behel secara rutin dan berkala?

Secara umum dapat dijelaskan sebagai berikut:

Gigi dapat bergerak karena adanya tekanan (force) yang diberikan oleh kawat (archwire). Kawat yang digunakan sekarang ini bersifat fleksibel dan dapat kembali ke bentuknya semula, sehingga dapat memberikan tekanan yang ringan dan kontinu pada gigi.

mengapa perlu kontrol behel secara berkala
pasang kawat gigi harus kontrol secara berkala

Tekanan yang diberikan ke gigi melalui kawat ini lama kelamaan akan berkurang dengan berjalannya waktu karena karet o-ring yang memegang kawat pada bracket menjadi lemah dan semakin melar. Karet akan berkurang kekuatan untuk “memegang” kawat pada bracket karena berada pada kondisi mulut kita dalam jangka waktu yang lama, terkena perubahan suhu panas dan dingin, serta karena karet diregangkan melebihi ukuran awalnya sehingga lama kelamaan menjadi getas dan tidak elastik lagi.

Walaupun pada penggunaan bracket self ligating ( bracket yang memiliki “kunci” tersendiri yang menahan kawat pada bracket sehingga tidak perlu menggunakan karet o-ring), kontrol rutin juga harus dilakukan karena kawat pun perlu diganti dari kawat jenis lentur dengan penampang kecil menjadi kawat yang lebih besar dan kaku sesuai dengan tahapan perawatan yang sedang berjalan.

 

Kontrol /kunjungan behel diperlukan untuk:

  • mengganti karet o-ring
  • mengganti arch-wire/ kawat
  • menambahkan alat lain pada behel sebagai penunjang rencana perawatan
  • melakukan pembersihan plak dan karang gigi terutama pada bagian yang sulit dijangkau pada saat menyikat gigi
  • mengevaluasi progres /hasil perawatan dari pergerakkan gigi yang sedang terjadi
  • melanjutkan ke tahap perawatan selanjutnya

Karena pergerakkan gigi memerlukan waktu kira-kira minimal 3 minggu, maka kontrol behel secara berkala dilakukan setiap 3-8 minggu. Tidak seperti  durasi (chair time) pada saat pemasangan behel yang memakan waktu cukup lama, durasi /chair time pada saat kontrol rutin perawatan ortodonti berkisar sekitar 15-30 menit saja.

Harus diingat bahwa pasien sebaiknya mengikuti anjuran dokter untuk datang pada saat kontrol yang sudah dijadwalkan . Apabila pasien tidak datang kontrol dalam jangka  waktu yang lama sehingga ada pergerakkan gigi yang tidak diinginkan maka perawatan pada pasien tersebut juga akan semakin lama untuk diselesaikan.


rahang-atas-bawah-tidak-sinkron.jpg
22/Nov/2017

Dokter gigi umum
adalah seseorang yang telah selesai mengambil pendidikan kedokteran gigi selama +/- 5-6 tahun yang berfokus pada kesehatan gigi, gusi, mulut dan rahang. Seorang dokter gigi di Indonesia akan mencantumkan gelar “drg.” di depan namanya, dan terdaftar dalam Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI).
Seorang dokter gigi dapat merawat berbagai permasalahan gigi dan mulut seperti penambalan/ perawatan gigi berlubang, perawatan gusi/gingivitis dan jaringan penyangga gigi, pembersihan karang gigi,  perawatan memutihkan gigj, dental check-up, pencabutan gigi, perawatan saluran akar ataupun pembuatan gigi tiruan.

Dokter gigi spesialis ortodonti / ortodontis
adalah seseorang yang telah terlebih dahulu menempuh pendidikan Kedokteran gigi sehingga menjadi dokter gigi (drg.), kemudian mengambil  dan menyelesaikan program spesialisasi ortodonti selama 3-4 tahun. Di Indonesia seorang Ortodontis akan terdaftar dan diakui oleh Ikatan Ortodontis Indonesia (Ikorti) dan biasanya mencantumkan gelar “Sp. Ort” dibelakang namanya.
Seorang dokter gigi spesialis ortodonti/ ortodonti mempelari secara khusus kelainan pertumbuhan dan perkembangan gigi dan wajah, maloklusi serta penanggulangannya melalui upaya preventif/ pencegahan, interseptif, dan kuratif/ pengobatan, baik secara bedah maupun non bedah, guna mengembalikan fungsi sistem stomatognatik dan estetika yang optimal.

Seorang dokter gigi spesialis ortodonti dalam prakteknya akan menangani kasus-kasus seperti:
1. Gigi berjejal
Gigi Berjejal
2. Gigi dengan spacing/berjarak-jarak

3. Kelainan hubungan rahang atas dan bawah dimana jarak gigi depan atas terletak jauh di depan gigi depan bawah (overjet besar)
Rahang atas dan bawah tidak sinkron
4. Gigi depan (anterior) bawah terletak di depan gigi depan (anterior) atas atau biasa disebut cameh / overjet negatif
cameh-overjet-negatif
5. Open bite/ gigitan depan terbuka
open bite gigitan depan terbuka
6. gigitan dalam (deep overbite)
gigitan dalam deep overbite
7. Interdigitasi yang kurang baik sehingga menyebabkan kelainan sendi temporomandibular

8. Kelainan susunan gigi dan rahang berkaitan dengan kebiasaan buruk, serta kasus-kasus lainnya

Jadi dari penjelasan di atas dapatlah disimpulkan bahwa baik dokter gigi umum maupun ortodontis keduanya adalah orang-orang yang memiliki keahlian dalam bidang perawatan kesehatan gigi geligi dan mulut, namun dokter gigi spesialis ortodonti mengkhususkan diri dalam mendiagnosis, pencegahan dan perawatan yang berhubungan dengan kelaianan gigitan (maloklusi).


shutterstock_77455267.jpg
22/Nov/2017

Gigi yang sehat, rapi dan putih cemerlang merupakan dambaan semua orang. jika pekerjaan anda mengharuskan anda untuk berinteraksi dengan banyak orang, penampilan yang baik serta gigi yang putih cemerlang tentunya menjadi sangat penting.

Mengapa gigi yang putih itu penting?

  1. Gigi yang putih membuat penampilan anda lebih menarik

seperti yang kita ketahui, penampilan adalah hal yang pertama kali diperhatikan dalam interaksi kita dengan orang lain. Senyum kita adalah bagian dari penampilan kita. Tentunya kita tidak mau bertemu dengan klien, kolega, teman, atau keluarga kita dengan gigi yang terlihat kotor, kekuningan atau kehitaman. Bahkan seseorang dengan wajah yang cantik/tampan akan menjadi terlihat tidak menarik jika gigi geliginya kekuningan dan berjejal.

  1. Gigi yang putih akan membuat anda merasa lebih nyaman dan percaya diri

Anda akan lebih mempunyai rasa percaya diri bila anda memiliki gigi yang sehat dan putih cemerlang. Gigi yang kekuningan sebaliknya membuat anda kurang percaya diri, tidak nyaman dan bahkan anda merasa malu untuk tersenyum lewat dan tertawa karena khawatir gigi anda akan terlihat orang lain. Kepercayaan diri tentunya merupakan salah satu faktor penting bagi anda dalam kesuksesan anda mendapatkan pekerjaan, menghadiri suatu acara yang peting,bertemu dengan orang banyak, dan kesuksesan dalam hal-hal lain.

 

 

Apa penyebab gigi menjadi berwarna kekuningan/kecoklatan atau DISKOLORASI GIGI

-merokok
-minum kopi dan teh secara rutin
-faktor genetik
-faktor penuaan
-makanan-makanan yang menyebabkan perubahan warna
-penggunaan antibiotik Tetracycline dan doxycycline pada anak-anak yang giginya masih dalam tahap tumbuh kembang

 

Diskolorasi gigi, dapat dibagi menjadi 2 jenis:

  1. Diskolorasi ekstrinsik

Merupakan diskokorasi yang muncul pada permukaan gigi karena gigi terekspos dengan makanan dan minuman yang berwarna gelap serta rokok. Diskolorasi ekstrinsik yang superfisial bisa dihilangkan dengan menyikat gigi, sedangkan diskolorasi ekstrinsik yang persisten dapat menembus dentin sehingga diperlukan prosedur pemutihan gigi.

  1. Diskolorasi intrinsik

Merupakan diskolorasi yang muncul dari struktur gigi itu sendiri, misalkan dari trauma/ benturan pada gigi yang menyebabkan gigi mati, usia, pemakaian antibiotik tetracycline saat pembentukan gigi masih berlangsung. Diskolorasi jenis ini dapat dilakukan pemutihan gigi namun hasil yang didapat kurang maksimal. Alternatif solusi untuk mengatasi diskolorasi intrinsik adalah dengan dental veneer

 

 

Prosedur pemutihan gigi

Ada 2 jenis prosedur pemutihan gigi:

  1. In-office whitening

Dalam prosedur ini, pemutihan gigi dilakukan dalam satu kunjungan dan dilakukan oleh dokter gigi. Sebelum dilakukan prosedur ini, gigi geligi pasien akan dibersihkan dahulu dari karang gigi dan plak yang kemungkinan menempel pada permukaan gigi. Gusi pasien kemudian diproteksi dengan gingival barrier untuk mencegah bahan pemutih berkontak dengan gusi. Bahan pemutih gigi (hidrogen peroksida) dioleskan pada permukaan gigi dan disinar atau didiamkan selama 15 menit sampai (paling lama) 1 jam.

in office teeth whitening

  1. At-home whitening

Prosedur pemutihan gigi ini dapat dilakukan di rumah dan biasanya dibutuhkan beberapa kali aplikasi bahan pemutih gigi hingga diperoleh hasil yang diinginkan. Prosedur ini juga dapat dilakukan untuk mempertahankan putihnya gigi setelah prosedur in office whitening. Pada prosedur ini dokter gigi akan mencetak gigi pasien untuk dibuatkan tray bleaching  yang nantinya akan digunakan untuk meletakkan bahan pemutih gigi di dalam mulut pasien. Lamanya pemakaian/aplikasi bergantung pada besarnya konsentrasi bahan aktif pemutih gigi. Biasanya sekitar 1 jam sampai sepanjang malam.

at home teeth whitening at home teeth whitening

 

 

 

Bagaimana mempertahankan gigi putih anda

Untuk mempertahankan gigi anda yang baru diputihkan, dokter gigi biasanya akan merekomendasikan anda untuk:

– mengaplikasikan at-home teeth whitening setidaknya setahun sekali

– sebisa mungkin menghindari makanan dan minuman yang menyebabkan perubahan warna pada gigi

– bila makanan dan minuman tersebut tak bisa anda hindari, setidaknya berkumurlah setelah makan atau menggunakan sedotan untuk minuman seperti teh atau kopi

-menjaga kebersihan gigi dan mulut dengan menyikat gigi dan memakai dental floss

 

Apakah prosedur pemutihan gigi aman dilakukan?

Prosedur pemutihan gigi cukup aman bila dilakukan oleh dokter gigi berpengalaman. Bahan yang digunakan pada prosedur memutihkan gigi adalah hidrogen peroksida atau carbamide peroksida. Bahan ini memutihkan gigi melalui proses oksidasi. Peroksida berpenetrasi melalui email gigi  kemudian mengoksidasi molekuk organik kompleks pada matriks email, mengeliminasi diskolorasi gigi, sehingga gigi menjadi terlihat lebih putih. Pada konsentrasi bahan peroksida yang sangat tinggi mungkin akan terjadi sedikit erosi dari permukaan email, namun proses erosi akan diatasi melalui remineralisasi dari air liur dan fluor.

 

Apakah efek samping dari prosedur pemutihan gigi?

Efek samping yang biasa terjadi adalah iritasi dari jaringan lunak mulut (bibir, gusi,lidah) dan hipersensitivitas gigi. Iritasi biasanya terjadi bila bahan pemutih tidak sengaja berkontak dengan jaringan lunak untuk waktu yang cukup lama. Hipersensitivitas biasanya terjadi jika konsentrasi bahan pemutih yang digunakan sangat tinggi dan bersifat sangat asam. Kedua efek samping ini bersifat sementara dan dalam derajat yang ringan, jadi tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Efek samping ini akan hilang dalam beberapa jam atau beberapa hari. Dengan pengerjaan prosedur yang hati-hati oleh dokter gigi, efek samping tersebut dapat diminimalisasi.


foto-rontgen-panoramik-1200x709.jpg
22/Nov/2017

Gigi bungsu atau disebut juga gigi molar 3 adalah gigi geraham terakhir yang tumbuh paling terakhir dibanding gigi-gigi yang lain dan posisinya terletak di bagian paling belakang lengkung gigi. Pada kebanyakan orang gigi ini biasanya tumbuh antara usia 18-25 tahun. Namun beberapa orang mengalami tumbuhnya gigi bungsu di luar rentang usia tersebut.

Tumbuhnya gigi bungsu ini seringkali menjadi masalah karena kurangnya ruangan untuk tumbuhnya gigi bungsu sehingga gigi tidak tumbuh dengan sempurna atau seringkali disebut impaksi gigi. Kurangnya ruangan yang ada menyebabkan arah keluar gigi terhalang oleh gigi lain. Selain karena kurangnya ruangan, impaksi gigi bungsu juga dapat disebabkan arah pertumbuhan gigi yang kurang baik.

Untuk mengetahui ada tidaknya serta kondisi dan posisi gigi bungsu, diperlukan foto rontgen panoramik, sehingga akan terlihat kondisi gigi bungsu di rahang atas dan bawah sekaligus

Contoh foto rontgen panoramik

Foto Rontgen Panoramik

Tipe impaksi gigi berdasarkan kemiringan gigi

  1. Vertikal:
    impaksi gigi vertikal
  2. Mesial / mesio angular: arah kemiringan gigi kearah depan– merupakan tipe impaksi yang paling sering dijumpai
    impaksi gigi mesial
  3. Distal / disto angular: arah kemiringan gigi ke arah belakang
    impaksi gigi distal
  4. Horizontal: posisi sumbu gigi dalam arah horizontal
    impaksi gigi horizontal

 

Tipe impaksi berdasarkan jaringan yang menutupi gigi

  1. Impaksi jaringan lunak: bagian mahkota gigi telah tumbuh menembus tulang, namun tidak dapat menembus jaringan lunak gusi
    impaksi jaringan lunak
  2. Impaksi dalam tulang
    A. menyeluruh/full : seluruh bagian gigi masih tertanam dalam tulang.
    Gambar impaksi dalam tulang menyeluruh
    B.sebagian/partial: Ada bagian mahkota gigi yang menembus tulang, namun ada yang masih tertanam dalam tulang
    gambar gigi impaksi dalam tulang sebagian

Apakah gigi bungsu perlu dicabut?

Tidak semua gigi bungsu perlu dicabut, bahkan yang mengalami impaksi/ tumbuh tidak sempurna sekalipun. Namun gigi bungsu yang menimbulkan masalah seharusnya dicabut, dan pada beberapa kasus, gigi bungsu sebaiknya dicabut sebelum menimbulkan masalah di kemudian hari. Dalam hal ini, diperlukan keahlian dan pengalaman seorang dokter gigi untuk menilai apakah gigi tersebut berpotensi menimbulkan masalah.


impaksi-gigi-bungsu.jpg
22/Nov/2017

Tidak semua gigi bungsu perlu dicabut, namun apabila posisi gigi bungsu anda cenderung miring dan tumbuh tidak sempurna dan sering menimbulkan keluhan. Ada baiknya gigi tersebut dicabut karena akan menimbulkan masalah-masalah lebih berat di kemudian hari. Apa saja kemungkinan masalah yang dapat terjadi?

  1. Operkulitis/ infeksi gusi disekitar gigi bungsu yang masih menutupi mahkota gigi.

Pada gigi bungsu yang pertumbuhannya tidak seluruhnya menembus gusi, akan dijumpai jaringan gusi  yang masih menutupi mahkota gigi atau disebut juga operkulum. Sisa makanan dan bakteri seringkali terakumulasi di bawah gusi tersebut dan sulit dibersihkan, sehingga menyebabkan infeksi (operkulitis). Operkulitis juga dapat terjadi karena tergigitnya operkulum saat sedang mengunyah.

  1. Karies gigi

Karena posisi gigi bungsu yang berada jauh di belakang, penyikatan gigi dan penggunaan benang gigi menjadi sulit sehingga risiko terjadinya karies/ gigi berlubang menjadi lebih besar

  1. Kerusakan gigi yang bersebelahan dengan gigi bungsu

Proses pertumbuhan gigi bungsu terutama yang arah pertumbuhannya ke arah gigi tetangganya ( gigi molar2) dapat merusak akar dari gigi tetangga/ resorbsi akar. Bila dibiarkan dan menjadi sangat parah, baik gigi bungsu maupun gigi molar 2 yang telah rusak harus dicabut keduanya.

  1. Tumor atau Kista

Walaupun cukup jarang terjadi, tumor dan kista dapat berkembang di jaringan yang mengelilingi gigi bungsu yang mengalami impaksi. Bila diputuskan bahwa gigi bungsu yang impaksi tidak dicabut, dokter gigi biasanya merekomendasikan pasien untuk difoto rontgen secara berkala untuk mengevaluasi area sekitar gigi bungsu apakah mulai terbentuk jaringan tumor atau kista sehingga dapat segera dirawat.

  1. Gigi berjejal

Adanya dorongan dari pertumbuhan gigi bungsu dapat menyebabkan terdesaknya gigi-gigi lain di depannya, terutama gigi depan sehingga menjadi berjejal/ crowding. Kadang dapat pula menyebabkan perubahan posisi gigi ke arah yang lebih buruk setelah perawatan ortodonti/ behel selesai dilakukan.

Mengingat banyaknya masalah yang dapat ditimbulkan, segeralah konsultasikan kondisi gigi bungsu anda pada dokter gigi spesialis bedah mulut di klinik kami.


rahang-atas-bawah-tidak-sinkron.jpg
22/Nov/2017

Ortodonti adalah suatu ilmu dalam bidang kedokteran gigi yang dalam praktiknya khusus merawat pasien dengan maloklusi. Maloklusi itu sendiri adalah ketidakteraturan posisi gigi geligi baik dalam satu rahang maupun dalam relasi/hubungannya antara kedua rahang atas dan bawah pada saat kedua rahang dikatupkan.

Selain berfokus pada proses merapikan posisi gigi geligi, bidang ortodonti juga meliputi perawatan dan kontrol aspek pertumbuhan wajah ( Dentofacial Orthopedic) dan perkembangan tulang rahang.

Ortodonti berasal dari bahasa Yunani yaitu: “Orthos” yang artinya “lurus, sempurna atau tepat” , sedangkan “dontos” artinya “gigi”. Jadi ortodonti singkatnya adalah ilmu merapikan gigi.

Seseorang dengan keahlian ortodonti disebut juga ortodontis atau dokter gigi spesialis ortodonti. Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai apa itu ortodontis dan bedanya dengan dokter gigi umum dapat klik disini.

Sebagian besar masyarakat tentunya sudah mengenal braces/ behel/ kawat gigi untuk merapikan gigi, namun dalam perawatan ortodonti nyatanya tidak hanya behel saja, namun terdapat berbagai macam alat yang dapat dipakai oleh pasien untuk memperbaiki susunan gigi geliginya. Untuk mengetahui alat apa saja bisa di klik disini.

Fungsi perawatan Ortodonti itu sendiri tidaklah berkisar hanya pada kosmetika belaka, namun yang terpenting adalah merawat dan mencegah masalah kesehatan yang berkaitan dengan ketidaksejajaran hubungan gigi dan rahang. Penjelasan lebih lanjut mengenai fungsi perawatan ortodonti dengan lebih lengkap dapat dilihat disini


ToothSignature Klinik Gigi Kelapa Gading Jakarta

Tooth Signature adalah Klinik Gigi Kelapa Gading, Jakarta Utara, yang menyediakan layanan Spesialis Ortodonti dari Dokter Gigi - Dokter Gigi berpengalaman, lulusan terbaik dari berbagai Universitas Ternama di Indonesia.

Cari Spesialis Ortodonti Jakarta ?
Tooth Signature tempatnya

Created and optimized by SimpleBetter 2017. All Right Reserved