Please wait...

pasang-kawat-gigi.jpg
31/May/2017

Sekarang ini perawatan ortodonti sudah menjadi sangat umum bahkan terkesan ‘dijual bebas’ , seakan-akan siapapun orangnya dapat melakukannya asalkan memiliki alat-alat yang dibutuhkan. Bukan hanya dokter gigi umum, bahkan tukang gigi atau toko behel online pun  menyediakan jasa perawatan ortodonti tersebut. Namun apakah perawatan ortodonti yang dilakukan sudah ideal dari aspek keilmuan seperti diagnosis yang tepat, rencana perawatan yang benar serta tindakan perawatan ortodonti yang dilakukan secara higienis dan baik masih dipertanyakan.

Tujuan perawatan ortodonti/behel tidaklah sesederhana mendapatkan ‘gigi rapi’ saja namun juga mendapatkan hubungan gigi geligi atas terhadap bawah yang harmonis sehingga dapat menunjang fungsi stomatognati seperti berbicara, mengunyah, menelan,dll. Untuk mendapatkan tujuan tersebut perawatan harus dilakukan secara hati-hati dan banyak aspek yang perlu dipertimbangkan seperti keadaan/kesehatan jaringan penyangga gigi, anatomi gigi dan mulut pasien, keadaan tumbuh kembang pasien (apabila pasien masih dalam masa pertumbuhan), posisi rahang dan gigi pasien yang dapat terlihat dari rontgen sefalometri (sehingga diperlukan kemampuan menganalisa foto rontgen beserta mengetahui normal/tidak normalnya posisi gigi dan rahang), etiologi/ penyebab maloklusi pada pasien (sehingga mempengaruhi rencana perawatan yang akan dilakukan), biomekanika pergerakkan gigi, keadaan sendi temporomandibular dari pasien, sifat-sifat dari material/bahan dan alat ortodonti digunakan, dan lain-lain

Sudah banyak contoh kasus perawatan yang gagal atau bahkan bertambah parah yang dilakukan oleh oknum yang tidak berpengalaman dapatlah memberikan gambaran kepada kita bahwa sangatlah penting perawatan orto/ behel dilakukan oleh seseorang dengan keahlian serta pengalaman dan pengetahuan yang mumpuni dalam bidang ortodonti, yaitu seorang dokter gigi spesialis ortodonti.

Seorang dokter gigi spesialis ortodonti/ ortodontis telah menjalani suatu program pendidikan khusus yang ekstensif, pelatihan-pelatihan khusus dan memiliki pengalaman menghadapi berbagai kasus ortodonti dengan berbagai macam jenis dan berbagai tingkat kesulitannya. Selain telah menyelesaikan program studi spesialisasi ortodonti yang cukup lama, seorang spesialis ortodonti juga diwajibkan mengikuti seminar-seminar dan pelatihan-pelatihan secara regular agar mengikuti perkembangan pengetahuan dan teknologi terbaru di bidang ortodonti. Dari penjelasan di atas anda dapat yakin bahwa anda ditangani oleh seseorang yang telah memiliki skill yang dibutuhkan dan juga profesional.

Seorang dokter gigi umum apalagi tukang gigi sayangnya tidak memiliki kompetensi dan pengetahuan yang mencukupi untuk dapat melakukan perawatan ortodonti. Kursus-kursus bidang ortodonti yang mungkin diikuti oleh dokter gigi umum hanya kursus selama 1 atau 2 hari saja. Mungkin dalam prakteknya banyak dokter gigi umum yang menawarkan biaya perawatan yang tampak lebih murah, namun bila ada yang dapat merawat gigi anda dengan lebih profesional, mengapa menghabiskan waktu dan biaya yang anda miliki dengan memasang behel pada seseorang yang kurang berkompeten, dengan risiko hasil perawatan yang tidak acceptable dan terpaksa harus dirawat ulang? Tentunya hal ini akan membuang biaya dan waktu yang lebih banyak.


rahang-atas-bawah-tidak-sinkron.jpg
31/May/2017

Dokter gigi umum
adalah seseorang yang telah selesai mengambil pendidikan kedokteran gigi selama +/- 5-6 tahun yang berfokus pada kesehatan gigi, gusi, mulut dan rahang. Seorang dokter gigi di Indonesia akan mencantumkan gelar “drg.” di depan namanya, dan terdaftar dalam Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI).
Seorang dokter gigi dapat merawat berbagai permasalahan gigi dan mulut seperti penambalan/ perawatan gigi berlubang, perawatan gusi/gingivitis dan jaringan penyangga gigi, pembersihan karang gigi,  perawatan memutihkan gigj, dental check-up, pencabutan gigi, perawatan saluran akar ataupun pembuatan gigi tiruan.

Dokter gigi spesialis ortodonti / ortodontis
adalah seseorang yang telah terlebih dahulu menempuh pendidikan Kedokteran gigi sehingga menjadi dokter gigi (drg.), kemudian mengambil  dan menyelesaikan program spesialisasi ortodonti selama 3-4 tahun. Di Indonesia seorang Ortodontis akan terdaftar dan diakui oleh Ikatan Ortodontis Indonesia (Ikorti) dan biasanya mencantumkan gelar “Sp. Ort” dibelakang namanya.
Seorang dokter gigi spesialis ortodonti/ ortodonti mempelari secara khusus kelainan pertumbuhan dan perkembangan gigi dan wajah, maloklusi serta penanggulangannya melalui upaya preventif/ pencegahan, interseptif, dan kuratif/ pengobatan, baik secara bedah maupun non bedah, guna mengembalikan fungsi sistem stomatognatik dan estetika yang optimal.

Seorang dokter gigi spesialis ortodonti dalam prakteknya akan menangani kasus-kasus seperti:
1. Gigi berjejal
Gigi Berjejal
2. Gigi dengan spacing/berjarak-jarak

3. Kelainan hubungan rahang atas dan bawah dimana jarak gigi depan atas terletak jauh di depan gigi depan bawah (overjet besar)
Rahang atas dan bawah tidak sinkron
4. Gigi depan (anterior) bawah terletak di depan gigi depan (anterior) atas atau biasa disebut cameh / overjet negatif
cameh-overjet-negatif
5. Open bite/ gigitan depan terbuka
open bite gigitan depan terbuka
6. gigitan dalam (deep overbite)
gigitan dalam deep overbite
7. Interdigitasi yang kurang baik sehingga menyebabkan kelainan sendi temporomandibular

8. Kelainan susunan gigi dan rahang berkaitan dengan kebiasaan buruk, serta kasus-kasus lainnya

Jadi dari penjelasan di atas dapatlah disimpulkan bahwa baik dokter gigi umum maupun ortodontis keduanya adalah orang-orang yang memiliki keahlian dalam bidang perawatan kesehatan gigi geligi dan mulut, namun dokter gigi spesialis ortodonti mengkhususkan diri dalam mendiagnosis, pencegahan dan perawatan yang berhubungan dengan kelaianan gigitan (maloklusi).


shutterstock_77455267.jpg
31/May/2017

Gigi yang sehat, rapi dan putih cemerlang merupakan dambaan semua orang. jika pekerjaan anda mengharuskan anda untuk berinteraksi dengan banyak orang, penampilan yang baik serta gigi yang putih cemerlang tentunya menjadi sangat penting.

Mengapa gigi yang putih itu penting?

  1. Gigi yang putih membuat penampilan anda lebih menarik

seperti yang kita ketahui, penampilan adalah hal yang pertama kali diperhatikan dalam interaksi kita dengan orang lain. Senyum kita adalah bagian dari penampilan kita. Tentunya kita tidak mau bertemu dengan klien, kolega, teman, atau keluarga kita dengan gigi yang terlihat kotor, kekuningan atau kehitaman. Bahkan seseorang dengan wajah yang cantik/tampan akan menjadi terlihat tidak menarik jika gigi geliginya kekuningan dan berjejal.

  1. Gigi yang putih akan membuat anda merasa lebih nyaman dan percaya diri

Anda akan lebih mempunyai rasa percaya diri bila anda memiliki gigi yang sehat dan putih cemerlang. Gigi yang kekuningan sebaliknya membuat anda kurang percaya diri, tidak nyaman dan bahkan anda merasa malu untuk tersenyum lewat dan tertawa karena khawatir gigi anda akan terlihat orang lain. Kepercayaan diri tentunya merupakan salah satu faktor penting bagi anda dalam kesuksesan anda mendapatkan pekerjaan, menghadiri suatu acara yang peting,bertemu dengan orang banyak, dan kesuksesan dalam hal-hal lain.

 

 

Apa penyebab gigi menjadi berwarna kekuningan/kecoklatan atau DISKOLORASI GIGI

-merokok
-minum kopi dan teh secara rutin
-faktor genetik
-faktor penuaan
-makanan-makanan yang menyebabkan perubahan warna
-penggunaan antibiotik Tetracycline dan doxycycline pada anak-anak yang giginya masih dalam tahap tumbuh kembang

 

Diskolorasi gigi, dapat dibagi menjadi 2 jenis:

  1. Diskolorasi ekstrinsik

Merupakan diskokorasi yang muncul pada permukaan gigi karena gigi terekspos dengan makanan dan minuman yang berwarna gelap serta rokok. Diskolorasi ekstrinsik yang superfisial bisa dihilangkan dengan menyikat gigi, sedangkan diskolorasi ekstrinsik yang persisten dapat menembus dentin sehingga diperlukan prosedur pemutihan gigi.

  1. Diskolorasi intrinsik

Merupakan diskolorasi yang muncul dari struktur gigi itu sendiri, misalkan dari trauma/ benturan pada gigi yang menyebabkan gigi mati, usia, pemakaian antibiotik tetracycline saat pembentukan gigi masih berlangsung. Diskolorasi jenis ini dapat dilakukan pemutihan gigi namun hasil yang didapat kurang maksimal. Alternatif solusi untuk mengatasi diskolorasi intrinsik adalah dengan dental veneer

 

 

Prosedur pemutihan gigi

Ada 2 jenis prosedur pemutihan gigi:

  1. In-office whitening

Dalam prosedur ini, pemutihan gigi dilakukan dalam satu kunjungan dan dilakukan oleh dokter gigi. Sebelum dilakukan prosedur ini, gigi geligi pasien akan dibersihkan dahulu dari karang gigi dan plak yang kemungkinan menempel pada permukaan gigi. Gusi pasien kemudian diproteksi dengan gingival barrier untuk mencegah bahan pemutih berkontak dengan gusi. Bahan pemutih gigi (hidrogen peroksida) dioleskan pada permukaan gigi dan disinar atau didiamkan selama 15 menit sampai (paling lama) 1 jam.

in office teeth whitening

  1. At-home whitening

Prosedur pemutihan gigi ini dapat dilakukan di rumah dan biasanya dibutuhkan beberapa kali aplikasi bahan pemutih gigi hingga diperoleh hasil yang diinginkan. Prosedur ini juga dapat dilakukan untuk mempertahankan putihnya gigi setelah prosedur in office whitening. Pada prosedur ini dokter gigi akan mencetak gigi pasien untuk dibuatkan tray bleaching  yang nantinya akan digunakan untuk meletakkan bahan pemutih gigi di dalam mulut pasien. Lamanya pemakaian/aplikasi bergantung pada besarnya konsentrasi bahan aktif pemutih gigi. Biasanya sekitar 1 jam sampai sepanjang malam.

at home teeth whitening at home teeth whitening

 

 

 

Bagaimana mempertahankan gigi putih anda

Untuk mempertahankan gigi anda yang baru diputihkan, dokter gigi biasanya akan merekomendasikan anda untuk:

– mengaplikasikan at-home teeth whitening setidaknya setahun sekali

– sebisa mungkin menghindari makanan dan minuman yang menyebabkan perubahan warna pada gigi

– bila makanan dan minuman tersebut tak bisa anda hindari, setidaknya berkumurlah setelah makan atau menggunakan sedotan untuk minuman seperti teh atau kopi

-menjaga kebersihan gigi dan mulut dengan menyikat gigi dan memakai dental floss

 

Apakah prosedur pemutihan gigi aman dilakukan?

Prosedur pemutihan gigi cukup aman bila dilakukan oleh dokter gigi berpengalaman. Bahan yang digunakan pada prosedur memutihkan gigi adalah hidrogen peroksida atau carbamide peroksida. Bahan ini memutihkan gigi melalui proses oksidasi. Peroksida berpenetrasi melalui email gigi  kemudian mengoksidasi molekuk organik kompleks pada matriks email, mengeliminasi diskolorasi gigi, sehingga gigi menjadi terlihat lebih putih. Pada konsentrasi bahan peroksida yang sangat tinggi mungkin akan terjadi sedikit erosi dari permukaan email, namun proses erosi akan diatasi melalui remineralisasi dari air liur dan fluor.

 

Apakah efek samping dari prosedur pemutihan gigi?

Efek samping yang biasa terjadi adalah iritasi dari jaringan lunak mulut (bibir, gusi,lidah) dan hipersensitivitas gigi. Iritasi biasanya terjadi bila bahan pemutih tidak sengaja berkontak dengan jaringan lunak untuk waktu yang cukup lama. Hipersensitivitas biasanya terjadi jika konsentrasi bahan pemutih yang digunakan sangat tinggi dan bersifat sangat asam. Kedua efek samping ini bersifat sementara dan dalam derajat yang ringan, jadi tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Efek samping ini akan hilang dalam beberapa jam atau beberapa hari. Dengan pengerjaan prosedur yang hati-hati oleh dokter gigi, efek samping tersebut dapat diminimalisasi.


foto-rontgen-panoramik-1200x709.jpg
31/May/2017

Gigi bungsu atau disebut juga gigi molar 3 adalah gigi geraham terakhir yang tumbuh paling terakhir dibanding gigi-gigi yang lain dan posisinya terletak di bagian paling belakang lengkung gigi. Pada kebanyakan orang gigi ini biasanya tumbuh antara usia 18-25 tahun. Namun beberapa orang mengalami tumbuhnya gigi bungsu di luar rentang usia tersebut.

Tumbuhnya gigi bungsu ini seringkali menjadi masalah karena kurangnya ruangan untuk tumbuhnya gigi bungsu sehingga gigi tidak tumbuh dengan sempurna atau seringkali disebut impaksi gigi. Kurangnya ruangan yang ada menyebabkan arah keluar gigi terhalang oleh gigi lain. Selain karena kurangnya ruangan, impaksi gigi bungsu juga dapat disebabkan arah pertumbuhan gigi yang kurang baik.

Untuk mengetahui ada tidaknya serta kondisi dan posisi gigi bungsu, diperlukan foto rontgen panoramik, sehingga akan terlihat kondisi gigi bungsu di rahang atas dan bawah sekaligus

Contoh foto rontgen panoramik

Foto Rontgen Panoramik

Tipe impaksi gigi berdasarkan kemiringan gigi

  1. Vertikal:
    impaksi gigi vertikal
  2. Mesial / mesio angular: arah kemiringan gigi kearah depan– merupakan tipe impaksi yang paling sering dijumpai
    impaksi gigi mesial
  3. Distal / disto angular: arah kemiringan gigi ke arah belakang
    impaksi gigi distal
  4. Horizontal: posisi sumbu gigi dalam arah horizontal
    impaksi gigi horizontal

 

Tipe impaksi berdasarkan jaringan yang menutupi gigi

  1. Impaksi jaringan lunak: bagian mahkota gigi telah tumbuh menembus tulang, namun tidak dapat menembus jaringan lunak gusi
    impaksi jaringan lunak
  2. Impaksi dalam tulang
    A. menyeluruh/full : seluruh bagian gigi masih tertanam dalam tulang.
    Gambar impaksi dalam tulang menyeluruh
    B.sebagian/partial: Ada bagian mahkota gigi yang menembus tulang, namun ada yang masih tertanam dalam tulang
    gambar gigi impaksi dalam tulang sebagian

Apakah gigi bungsu perlu dicabut?

Tidak semua gigi bungsu perlu dicabut, bahkan yang mengalami impaksi/ tumbuh tidak sempurna sekalipun. Namun gigi bungsu yang menimbulkan masalah seharusnya dicabut, dan pada beberapa kasus, gigi bungsu sebaiknya dicabut sebelum menimbulkan masalah di kemudian hari. Dalam hal ini, diperlukan keahlian dan pengalaman seorang dokter gigi untuk menilai apakah gigi tersebut berpotensi menimbulkan masalah.


impaksi-gigi-bungsu.jpg
31/May/2017

Tidak semua gigi bungsu perlu dicabut, namun apabila posisi gigi bungsu anda cenderung miring dan tumbuh tidak sempurna dan sering menimbulkan keluhan. Ada baiknya gigi tersebut dicabut karena akan menimbulkan masalah-masalah lebih berat di kemudian hari. Apa saja kemungkinan masalah yang dapat terjadi?

  1. Operkulitis/ infeksi gusi disekitar gigi bungsu yang masih menutupi mahkota gigi.

Pada gigi bungsu yang pertumbuhannya tidak seluruhnya menembus gusi, akan dijumpai jaringan gusi  yang masih menutupi mahkota gigi atau disebut juga operkulum. Sisa makanan dan bakteri seringkali terakumulasi di bawah gusi tersebut dan sulit dibersihkan, sehingga menyebabkan infeksi (operkulitis). Operkulitis juga dapat terjadi karena tergigitnya operkulum saat sedang mengunyah.

  1. Karies gigi

Karena posisi gigi bungsu yang berada jauh di belakang, penyikatan gigi dan penggunaan benang gigi menjadi sulit sehingga risiko terjadinya karies/ gigi berlubang menjadi lebih besar

  1. Kerusakan gigi yang bersebelahan dengan gigi bungsu

Proses pertumbuhan gigi bungsu terutama yang arah pertumbuhannya ke arah gigi tetangganya ( gigi molar2) dapat merusak akar dari gigi tetangga/ resorbsi akar. Bila dibiarkan dan menjadi sangat parah, baik gigi bungsu maupun gigi molar 2 yang telah rusak harus dicabut keduanya.

  1. Tumor atau Kista

Walaupun cukup jarang terjadi, tumor dan kista dapat berkembang di jaringan yang mengelilingi gigi bungsu yang mengalami impaksi. Bila diputuskan bahwa gigi bungsu yang impaksi tidak dicabut, dokter gigi biasanya merekomendasikan pasien untuk difoto rontgen secara berkala untuk mengevaluasi area sekitar gigi bungsu apakah mulai terbentuk jaringan tumor atau kista sehingga dapat segera dirawat.

  1. Gigi berjejal

Adanya dorongan dari pertumbuhan gigi bungsu dapat menyebabkan terdesaknya gigi-gigi lain di depannya, terutama gigi depan sehingga menjadi berjejal/ crowding. Kadang dapat pula menyebabkan perubahan posisi gigi ke arah yang lebih buruk setelah perawatan ortodonti/ behel selesai dilakukan.

Mengingat banyaknya masalah yang dapat ditimbulkan, segeralah konsultasikan kondisi gigi bungsu anda pada dokter gigi spesialis bedah mulut di klinik kami.


rahang-atas-bawah-tidak-sinkron.jpg
31/May/2017

Ortodonti adalah suatu ilmu dalam bidang kedokteran gigi yang dalam praktiknya khusus merawat pasien dengan maloklusi. Maloklusi itu sendiri adalah ketidakteraturan posisi gigi geligi baik dalam satu rahang maupun dalam relasi/hubungannya antara kedua rahang atas dan bawah pada saat kedua rahang dikatupkan.

Selain berfokus pada proses merapikan posisi gigi geligi, bidang ortodonti juga meliputi perawatan dan kontrol aspek pertumbuhan wajah ( Dentofacial Orthopedic) dan perkembangan tulang rahang.

Ortodonti berasal dari bahasa Yunani yaitu: “Orthos” yang artinya “lurus, sempurna atau tepat” , sedangkan “dontos” artinya “gigi”. Jadi ortodonti singkatnya adalah ilmu merapikan gigi.

Seseorang dengan keahlian ortodonti disebut juga ortodontis atau dokter gigi spesialis ortodonti. Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai apa itu ortodontis dan bedanya dengan dokter gigi umum dapat klik disini.

Sebagian besar masyarakat tentunya sudah mengenal braces/ behel/ kawat gigi untuk merapikan gigi, namun dalam perawatan ortodonti nyatanya tidak hanya behel saja, namun terdapat berbagai macam alat yang dapat dipakai oleh pasien untuk memperbaiki susunan gigi geliginya. Untuk mengetahui alat apa saja bisa di klik disini.

Fungsi perawatan Ortodonti itu sendiri tidaklah berkisar hanya pada kosmetika belaka, namun yang terpenting adalah merawat dan mencegah masalah kesehatan yang berkaitan dengan ketidaksejajaran hubungan gigi dan rahang. Penjelasan lebih lanjut mengenai fungsi perawatan ortodonti dengan lebih lengkap dapat dilihat disini


karang-gigi.jpg
31/May/2017

Kapan terakhir kali anda melakukan dental check-up ke dokter gigi? Mungkin sudah saatnya anda melakukan pembersihan karang gigi / scaling

scaling dan polishing karang gigi

Mengapa karang gigi ini perlu dibersihkan?

Plak (sisa makanan yang sudah bercampur bakteri) dan noda (pewarnaan yang berasal dari makanan, rokok, kopi, teh, dll) dapat menempel pada permukaan gigi baik diatas ataupun garis batas gusi.  Plak yang bercampur dengan garam mineral dari ludah akan mengeras dan membentuk karang gigi (kalkulus). Plak dan karang gigi merupakan tempat berkembang bakteri, sehingga menjadi sumber bau mulut dan menyebabkan infeksi pada gusi (gingivitis) yang mengakibatkan gusi bengkak, berwarna kemerahan dan mudah berdarah.  Bila tidak segera dirawat, infeksi akan menyebar ke tulang penyangga gigi (periodontitis) sehingga menyebabkan kerusakan tulang dan akhirnya menyebabkan kegoyangan gigi.

Plak, noda, dan karang gigi juga dapat memperburuk penampilan kita karena memberi warna kuning, coklat, bahkan hitam pada gigi.

Pembersihan plak, noda, dan karang gigi di klinik kami menggunakan scaling ultrasonik dan airflow polishing, yang merupakan terkologi terkini sehingga prosedur berjalan lebih nyaman, mendapatkan hasil optimal dan efisien untuk pasien.

 

Scaling Ultrasonic (Pembersihan Karang Gigi)

Scaling merupakan prosedur pembersihan plak dan karang gigi yang menempel pada gigi. Scaling dilakukan dengan getaran ultrasonik dan irigasi dari semprotan air sehingga membersihkan plak dan karang gigi pada permukaan gigi pada/diatas gusi secara maksimal. Pembersihan karang gigi dengan alat ultrasonik digunakan secara profesional sehingga proses scaling lebih nyaman dan cepat. Prosedur scaling tidaklah menyebabkan terkikis dan rusaknya permukaan gigi karena pada tindakan ini, karang gigi dihilangkan dengan adanya getaran uktrasonik yang memecah dan mengangkat perlekatan karang gigi pada permukaan gigi, jadi bukan melalui pengasahan permukaan gigi atau mencongkel karang gigi dengan force yang besar

 

Airflow Polishing

Secara umum pembersihan dan pemolesan gigi sesudah scaling dilakukan dengan cup poles dan pasta, Airflow polishing (pembersihan dan pemolesan dengan aliran udara) merupakan prosedur yang lebih modern dan efisien. Airflow (aliran udara) polishing merupakan sistem pembersihan dan pemolesan noda, plak, karang gigi yang lunak, dan debris makanan dengan menggunakan air, udara, dan bubuk natrium bikarbonat secara menyeluruh pada gigi dan gusi. Airflow polishing menjadikan permukaan gigi bersih dan halus yang membuat plak lebih sulit menempel sehingga pembersihan gigi di rumah menjadi lebih mudah.

Bubuk natrium bikarbonat dari airflow polishing mempunyai keunggulan, yaitu:

  1. fungsi profilaksis (pencegahan) karena efek basa natrium bikarbonat mencegah kerusakan gigi dan melindungi gigi dari aktifitas bakteri
  2. efek osmotik natrium bikarbonat dalam mempercepat penyembuhan gusi yang meradang.
  3. Pembersihan gigi secara mekanis lebih optimal.

Airflow Scaling & Polishing dapat memoles gigi dengan lebih baik daripada metode manual dengan cup poles dan pasta, karena :

  1. Membersihkan lebih menyeluruh (dapat membersihkan area yang tidak terjangkau secara manual)
  2. Tidak abrasif dan mengiritasi
  3. Membersihkan plak, noda, karang gigi lunak dan debris makanan lebih cepat dan nyaman.

Pembersihan plak, noda, dan karang gigi secara berkala (4-6 bulan sekali) merupakan prosedur perawatan penting dilakukan untuk mencegah infeksi pada gigi dan gusi, meningkatkan kepercayaan diri karena membuat gigi dan gusi bersih, dan menghilangkan bau mulut. Di klinik kami, pembersihan plak, noda, dan karang gigi dapat menjadi lebih nyaman, efisien, dan cepat dengan scaling ultrasonic dan airflow polishing.


pasang-kawat-gigi.jpg
31/May/2017

Ketika ditanyakan, banyak yang mengatakan ingin memasang behel atau melakukan perawatan ortodonti untuk memperbaiki penampilan melalui susunan gigi yang rapi, atau hanya sekedar alasan “fashion” atau gaya-gayaan semata. Benarkah sebenarnya hal tersebut? Ada benarnya, namun tidak sepenuhnya benar. Berikut kami jabarkan fungsi perawatan ortodonti dengan lebih lengkap:

  1. Menciptakan dan mempertahakan kondisi gigi dan gusi yang sehat
    Bagaimana bisa demikian? Gigi yang berjejal/ berantakan akan menyulitkan kita untuk dapat membersihkan area gigi dan gusi dengan baik. Hal ini akan menyebabkan menumpuknya plak dan bakteri yang akhirnya menyebabkan karies ( gigi berlubang).Plak gigi yang menempel pada permukaan gigi dan kemudian termineralisasi oleh air liur juga dapat berkembang menjadi karang gigi. Karang gigi ini akhirnya dapat merusak gusi (gingivitis) dan bahkan merusak tulang penyangga gigi sehingga menyebabkan gigi menjadi goyang (periodontitis)

    Selain gigi berjejal, gigi dengan celah-celah/spacing juga berpotensi menyebabkan impaksi makanan/ tertahannya sisa makanan diantara celah gigi yang akhirnya menyebabkan gigi berlubang dan gingivitis

    Dengan dilakukannya perawatan ortodonti, maka gigi berjejal akan menjadi rapi dan gigi dengan spacing akan tertutup rapat sehingga didapatkan susunan gigi yang baik dan teratur dan diharapkan terciptanya rongga mulut yang sehat

  1. Memperbaiki fungsi bicara
    Adanya kondisi-kondisi maloklusi tertentu dapat menyebabkan seseorang kesulitan mengucapkan beberapa huruf atau kata. Contohnya pada kasus gigitan terbuka (openbite) dimana gigi depan tidak dapat dikatupkan walaupun gigi belakang sudah dalam keadaan menggigit. Pada keadaan ini seseorang akan kesulitan mengucapkan suara ‘sibilant’ seperti “s”, “z”, dan “ch”. Pada kasus dengan lengkung gigi yang sempit atau berbentuk seperti segitiga, resonansi suara yang dihasilkan juga menjadi kurang baik
  1. Mencegah atau mengobati gangguan sendi rahang temporomandibular
    Salah satu penyebab gangguan sendi rahang adalah interdigitasi gigi geligi rahang atas terhadap rahang bawah yang kurang baik yaitu bagian tonjol (cusp) gigi tidak bertemu sempurna terhadap bagian cekungan (fossa) gigi sehingga terjadi ketidakharmonisan kondisi gigitan pada saat kedua rahang dikatupkan. Kondisi ini dapat menyebabkan rasa sakit pada sendi, bunyi pada sendi (clicking atau krepitasi), kesulitan pada gerakan buka tutup mulut serta gangguan sendi rahang lainnya.
  1. Mencegah aus atau terkikisnya permukaan gigi serta tekanan yang berlebihan pada gusi dan jaringan penyangga gigi
    Hal ini biasanya berhubungan dengan susunan gigi yang tidak teratur misalkan ada salah satu atau beberapa bagian gigi yang tidak se-level atau di atas garis oklusi sehingga gigi tersebut terkena tekanan penguyahan lebih besar dari gigi geligi yang lain, yang semestinya tekanan dari pengunyahan didistribusikan secara lebih merata ke permukaan-permukaan gigi lainnya
  1. Memperbaiki fungsi pengunyahan
    Contoh, pada kasus openbite ( gigitan terbuka) anterior, seseorang akan sulit menggigit makanan dengan gigi depan. Sebaliknya pada openbite posterior, seseorang akan kesulitan mengunyah dengan baik pada gigi belakangnya. Interdigitasi gigi geligi yang buruk juga dapat menyebabkan proses pengunyahan makanan menjadi kurang efektif.
  1. Mencegah kondisi gigi geligi yang ada agar tidak menjadi maloklusi yang semakin buruk di kemudian hari
    Adanya kebiasaan buruk seperti mengisap ibu jari, menggigit bibir, menjulurkan lidah atau bernafas melalui mulut terutama bila dilakukan sejak masa pertumbuhan anak, dapat menyebabkan maloklusi yang parah di kemudian hari atau bahkan berkembang menjadi kelainan pertumbuhan rahang. Disinilah peran ortodontis untuk pencegahan /preventif diperlukan agar kondisi tersebut tidak menjadi semakin parah
  1. Meningkatkan estetika melalui susunan gigi geligi yang rapi dan senyum yang menawan sehingga meningkatkan kepercayaan diri seseorang.
    Gigi geligi yang berjejal/ bertumpuk, renggang-renggang, garis tengah gigi tidak sesuai garis tengah wajah akan tentunya kurang sedap dipandang.

Dari penjelasan di atas kita dapat melihat bahwa bukan hanya aspek estetika, namun banyak aspek medis yang menyertai fungsi perawatan ortodonti ini. Jadi janganlah sembarangan dalam melakukan perawatan ortodonti, karena bila tidak dilakukan dengan benar fungsi-fungsi medis yang harusnya didapatkan tidak akan tercapai.

 

 


ToothSignature Klinik Gigi Kelapa Gading Jakarta

Tooth Signature adalah Klinik Gigi Kelapa Gading, Jakarta Utara, yang menyediakan layanan Spesialis Ortodonti dari Dokter Gigi - Dokter Gigi berpengalaman, lulusan terbaik dari berbagai Universitas Ternama di Indonesia.

Cari Spesialis Ortodonti Jakarta ?
Tooth Signature tempatnya

Created and Optimized by SimpleBetter 2017. All rights reserved.